
Radit melihat Dela fokus dengan pekerjaannya, membuat Radit merasa bahagia melihat wajah seriusnya Dela saat bekerja, Radit tidak tega mengganggu Dela sama sekali, membiarkan Dela sibuk sendiri, membuat Radit tidak merasa bosan memandangi Dela seperti ini.
" Apakah ini rasa cinta? ya tuhan, sudah beberapa kali merasa nyaman setiap kali didekat Dela dan merasa bahagia bisa berduaan bersama Dela entah jalan jalan maupun berangkat dan pulang dari rumah sakit, tidak merasa keberatan sama sekali. ya tuhan kenapa rasa ini harus muncul ke istri sahabat sendiri, sahabat yang mengubah kehidupan saya jauh lebih baik, dan memberikan jabatan yang tidak mudah didapat dari orang lain" Batin Radit merasa bersalah, sudah mulai jatuh cinta ke istrinya Reno seperti ini.
Saat Radit fokus memandangi Dela, Radit kaget saat mendengar suara pintu ruangannya Dela di buka, membuat Dela yang fokus bekerja juga melihat kearah pintu siapa yang masuk ruangannya tanpa ketuk pintu terlebih dahulu.
" Maaf Dela, tadi ka William sudah ketuk pintu kamu, sepertinya tidak kedengeran oleh kamu, kaka langsung masuk saja, saat seketaris kamu bilang kamu ada diruangan kamu" Ucap William yang tahu jika Dela kaget akan kehadiran William yang mendadak masuk kedalam ruangannya.
" Loh ada Radit juga disini? ada keperluan apa Radit disini?" Tanya William kaget melihat Radit, siang siang ada di rumah sakit, padahal masih jam kerja
__ADS_1
" Oh saya kesini mau cek kesehatan ka, kebetulan lewat ruangannya Dela akhirnya saya mampir kesini deh ka" Ucap Radit bohong, padahal Radit sendiri yang mau ikut ke rumah sakit walaupun dicuekin oleh Dela karena banyak pekerjaan.
" Iyah ka, tadi saya bilang Radit tunggu sebentar, saya yang akan antar Radit untuk cek kesehatannya setelah pekerjaan saya selesai ka. maaf yah Radit membuat kamu menunggu lama" Ucap Dela terpaksa berbohong, karena tidak mungkin bilang jika Radit tadi yang paksa untuk ikut ke rumah sakit dan temani sampai Dela pulang kerja.
" Oh seperti itu, baik lah, tunggu saja jika mau ditemani oleh Dela yah, jangan ganggu Dela kerja yah Radit biarkan Dela fokus dengan pekerjaannya." Lanjut William yang merasa ada kebohongan yang terjadi, tapi berusaha untuk percaya dengan ucapannya Radit dan Dela barusan
" Ka William sendiri mau ngapain kesini? kenapa tidak bilang jika mau kesini?" Tanya Dela heran, karena Dela tidak ada janji sama sekali dengan William
" So sweet sekali ka Reno ke Dela, sebegitu perhatian dan pedulinya ke Dela, apa rasa ini harus dipertahan kan atau dibuang yah, tidak tega jika harus menjadi orang ketiga dirumah tangganya Dela dan ka Reno." Batin Radit bingung, harus melupakan perasaan yang baru tumbuh atau mempertahan kannya, rela menjadi teman tapi mesranya Dela, yang penting selalu bersama Dela.
__ADS_1
" Dua jam lagi saya temani cari ruangan yang cocok yah, saya selesaikan pekerjaan saya dulu tapi bolehkan?" Tanya Dela berharap William mau menunggu
" Kamu kerja saja Dela, biar ka William yang siapkan semuanya, kamu tinggal terima selesainya saja oke" Lanjut William yang menjalan kan perintahnya Reno, untuk tidak melibatkan Dela dalam menyiapkan ruangan untuk Natasya
" Huh, yah sudah sana, dasar asisten menyebalkan" Protes Dela kesel, karena William selalu melarang Dela untuk membantu William apa lagi untuk urusan pekerjaan di rumah sakit.
" Biarin saja Dela, ka William yang ribet dan cape, dari pada kamu meninggalkan pekerjaan kamu untuk menyiapkan ruangan untuk asisten kamu, lagian dimana mana bos itu tinggal terima beres saja, tidak harus ikut membantu sama sekali Dela, bos itu tinggal perintah kan seketaris dan OB untuk menyiap kan ruangan untuk asisten, bukan ikut membantu Dela.' Ucap Radit yang setuju dengan William yang melarang Dela ikut membantu, Radit tahu seorang atasan kebanyakan tidak ikut membantu menyiapkan ruangan untuk karyawannya sama sekali.
" Tuh bener kata Radit, mana ada sih Dela bos ikut ribet menyiap kan ruangan untuk karyawannya, kamu cuman kasih tahu desain ruangannya saja, tinggal perintah kan karyawan, setelah selesai kamu pantau sesuai desain yang kamu buat atau tidak, begitu loh, jadi sekarang saya permisi dulu untuk ngurus ruangan untuk asisen kamu. silahkan lanjutkan pekerjaan kamu sendiri, permisi" Lanjut William langsung pergi, tidak mau mendengar protesan dari Dela lagi, karena semakin lama pekerjaan William selesainya.
__ADS_1
Dela yang melihat William pergi begitu saja, langsung kesel karena Dela belum selesai bicara, William langsung pergi begitu saja, Radit yang melihat Dela kesel berusaha menenangkan Dela dan ajak Dela melanjutkan pekerjaannya dari pada memikirkan William terus. akhirnya Dela mau turutin saran Radit untuk melanjutkan pekerjaannya, walaupun kesel dengan William yang seenaknya pergi.