
Dela ngajak Radit untuk pulang, karena sudah sore membuat Radit merapihkan kertas yang dibawanya dari kampus, dan sengaja Radit kerjakan di rumah sakit.
" Saya penasaran ruangan Natasya yang sudah disiapkan oleh ka William tadi" Ucap Dela merapihkan meja kerjanya
" Yah sudah, kita kesana dulu baru pulang yah, supaya tidak penasaran kamunya" Ucap Radit yang sabar menunggu Dela merapihkan meja kerjanya.
Dela yang sibuk merapihkan meja kerjanya, langsung melihat pintu ruangannya kebuka, ternyata William masuk kedalam ruangannya, William ngajak Dela untuk melihat ruangannya Natasya sebelum pulang dari rumah sakit.
" Boleh deh, bersama ka William juga, walaupun saya kesal dengan ka William, sudah membuat saya penasaran" Protes Dela kesel, karena William melarang Dela membantunya.
" Terserah bu bos saja deh, hayo jalan." Ucap William cuek, William langsung keluar duluan dari ruangannya Dela, disusul dengan Dela dan Radit jalan dibelakangnya William yang sudah jalan duluan.
Dilain sisi, Wiwin masak untuk makan malam, bersama adik adiknya, Wiwin masak makanan kesukaan William, Radit, Adit, dan Ibnu.
" Alhamdulillah, beres deh masakannya sekarang dirapihkan dan mandi deh, sebelum ayah sampai di rumah, sudah penampilan cantik dan wangi" Ucap Wiwin langsung merapihkan dapur dan cuci piring bekas masaknya.
Dilain sisi, Reno merasa lega karena pekerjaannya akhirnya selesai juga, Reno merapihkan baju bajunya sebelum pulang ke rumah.
__ADS_1
" Lebih baik sebelum pulang, beli oleh oleh baju untuk Dela dan beberapa makan juga, pasti Dela bahagia melihatnya, jadi tidak sabar melanjutkan program punya anaknya lagi." Ucap Reno yang sengaja tidak kasih tahu Dela jika Reno ingin pulang cepet
Reno melanjutkan merapihkan barang bawaannya, sebelum tidur dan besok pulang ke Jakarta.
Dilain sisi, William sengaja mau anterin Dela pulang bersama Radit, karena William ingin banyak yang akan dibahas bersama Radit.
" Yah sudah ka William dan Radit jika kalian tidak mau mampir ke dalam rumah, terimakasih sudah mau repot repot jauh jauh untuk antar saya pulang" Ucap Dela merasa tidak enak, karena terlalu merepotkan William dan Radit terus menerus
" Santai saja Dela, tidak usah terlalu difikirkan yah, ya sudah selamat istirahat yah" Ucap Radit senyum ramah melihat Dela, yang turun dari mobilnya William
" Yah sudah bu bos, besok Natasya akan ke kantor, dan mulai besok kamu dan Natasya sudah bisa bekerja bersama" Ucap William yang sudah tidak sabar melihat Dela bekerja bersama asisten barunya, akhirnya pekerjaan William, semakin berkurang saja, dan bisa lebih fokus mengerjakan pekerjaan kantornya.
" Kenapa ka William bisa bicara seperti itu? menduga jika Radit memiliki perasaan ke Dela?" Tanya Radit heran karena William tiba tiba bisa bicara seperti itu.
" Sudah lah Radit, kaka tidak bodoh dengan alasan kamu, dikirain kaka percaya jika kamu ke rumah sakit untuk kontrol kesehatan kamu? kamu jangan nekat mencintai Dela, mendekati Dela dengan berlebihan, ingat Dela sudah punya suami, apa lagi suaminya memberikan kamu jabatan yang tidak bisa diterima diluar keluarga penerus kampus, dengan cuma cuma seperti ini, jangan kecewakan Reno dengan rasa yang tidak wajar yang kamu miliki untuk Dela" Tegas William melihat Radit yang fokus mendengarkan ucapannya William.
" Maafkan Radit ka, jika perasaan ini salah untuk Dela, ka William kok tahu jika Radit ada rasa untuk Dela ka?" Tanya Radit tidak menyangka William memperhatikan sikapnya Radit ke Dela.
__ADS_1
" Dari kamu menerima tawaran antar dan jemput Dela,terlihat kamu senyum senyum sendiri setiap siap siap berangkat jemput Dela dan saat pulang kamu juga terlihat bahagia sekali, apa lagi sekarang kamu bisa bisanya meninggalkan pekerjaan kamu, demi kontrol kesehatan dan nunggu di ruangannya Dela? jangan nekat Radit, karena mendapatkan pekerjaan sekarang itu sulit, apa lagi mendapatkan jabatan Rektor di kampus" Tegas William yang tidak ingin Radit terlalu jauh mencintai Dela, apa lagi sampai merebut Dela, karena William tidak ingin menyakiti perasaannya Reno yang sudah baik ke keluarganya dan kehilangan orang yang dicintainya.
" Maaf kan Radit ka William, iyah Radit akan bersikap sewajarnya ke Dela ka, terimakasih sudah memberikan komentar untuk Radit, sebelum Radit terlalu jauh mencintai Dela ka, Radit juga tidak ingin menyakti perasaan ka Reno karena Radit nekat merebut Dela" Lanjut Radit pasrah dan ikhlas harus kehilangan orang yang dicintainya, demi menjaga perasaan Reno yang sudah baik dalam kehidupannya Radit.
William merasa lega mendengar ucapan Radit, Walaupun William tahu untuk melupakan perasaan nyaman dan cinta itu tidak lah mudah dilakukan, tapi William tidak mau ada masalah dikemudian hari karena perasaan salah yang dimiliki Radit untuk Dela.
Dilain sisi, Dela senyum senyum sendiri, karena seharian ini Radit bersikap lebih manis tidak seperti biasanya, membuat Dela merasa bahagia didekat Radit. Mengingat seharian bersama Radit.
" Hari ini merasa bahagia sekali seharian bersama Radit, ditemani di rumah sakit dari siang sampai sore, Radit perhatian sekali tadi pesan makanan sambil kerja tadi." Batin Dela mengingat seharian bersama Radit merasa bahagia sekali yang dirasakan Dela.
Dilain sisi, Reno menunggu bodyguard membelikan oleh oleh yang diinginkan oleh Reno, sedangkan Reno baru selesai beli baju untuk Dela, berharap Dela suka dengan baju pilihan Reno
" Semuanya sudah dibeli, tinggal pulang deh, semakin tidak sabar ketemu dengan Dela, minta jatah karena dua hari tidak ketemu, dan ngajak Dela makan cemilan yang sudah dibeli tadi" Ucap Reno periksa lagi barang belanjaannya sebelum perjalanan menuju Jakarta.
Dilain sisi, Wiwin menyambut kedatangan William, langsung ambil tas kerjanya William dan memberikan ciuman romantis menyambut kedatangan William.
" Kita lanjut Di kamar yuk, tidak enak banyak adik adik kita disini." Ucap William menahan nafsongnya untuk melakukan lebih didalam kamar.
__ADS_1
" Dengan senang hati sayang, aku memang sengaja sayang." Ucap Wiwin dengan manja, Wiwin langsung gandeng tangannya William untuk jalan menuju kamarnya