
Dela melihat Radit turun dari mobilnya, dengan sengaja mengarahkan hanphone nya ke arah Radit, dan kode supaya Radit tidak membahas soal bekel yang dimintanya kemarin.
'Sayang, Radit sudah datang, aku berangkat dulu yah ke rumah sakit" Ucap Dela melihat hanphone nya sambil masuk kedalam mobilnya Radit.
" Hati hati dijalan yah bunda sayang, oh yah Radit jangan ngebut yah bawa mobilnya awas jangan lecet yah" Ucap Reno diseberang telefon
" Siap bos, saya akan pelan pelan bawa mobilnya, supaya bu bos sampai dengan selamat ke rumah sakitnya, tenang saja." Ucap Radit mulai menjalan kan mobilnya dengan kecepatan sedang
" Yah sudah bunda sayang, jika sudah sampai rumah sakit telefon ayah yah sayang, hati hati dijalan" Lanjut Reno berusaha tidak cemburu, melihat Dela dianterin kerja oleh Bagas
" Iyah ayah sayang, pasti bunda telefon sayang, ayah semangat kerja hari ini yah. bunda matikan yah telefonnya sayang" Lanjut Dela langsung matikan telefonnya, dan langsung memasukan hanphone nya kedalam tas
" Benaran dimasakain terimakasih yah, saya padahal bercanda loh kemarin eh beneran dibuatkan" Ucap Bagas merasa tidak enak sudah merepotkan, tapi merasa bahagia karena Dela menghargai keinginannya.
" Sama sama Radit, yah sebagai tanda terimakasih saya karena kamu mau repot repot menjemput saya untuk berangkat kerja dan nanti sore jemput saya untuk pulang kerja. semoga makanan buatan saya cocok dengan lidah kamu yah." Ucap Dela Dela berharap masakannya bumbunya pas
" Waduh mendapatkan hadiah, karena mau jemput kamu ternyata, iyah nanti saya kasih tahu yah rasa masakan kamu, oh yah kalo sering sering boleh tidak? soalnya saya tidak ada yang masakin?" Tanya Radi godain Nagita, niatnya bercanda, dan sedikit mengharapkan setiap hari dimasakin oleh Nagita
__ADS_1
" Selama mas Reno masih kunjungan kerja, tidak masalah Radit tapi jika sudah pulang yah jangan yah, takutnya salah faham soal makanan saja, jujur masakan sekarang saja saya tidak bilang, takutnya mas Reno berfikir macem macem soal makanan yang sederhana ini." Lanjut Dela tidak ingin ada masalah antara Radit dan Reno, apa lagi karena Dela selalu masakin untuk Radit.
" Kamu tenang saja Dela, saya tidak akan minta terus kok, tapi terimakasih yah karena kamu mau cape cape masak untuk saya." Lanjut Radit tidak masalah dengan permintaan Dela, Radit berusaha memaklumi keinginan Dela untuk bisa menjaga perasaan Reno supaya tidak terjadi salah faham nantinya.
Dela ancungin jempol, Dela berharap tidak ada salah faham karena masakan saja, dan tidak menyakiti perasaan Radit maupun Reno karena Dela masak.
Dilain sisi, Reno siap siap berangkat kerja, Reno sengaja tidak langsung mandi saat vidio call tadi, fokus melihat Dela mandi sambil ngobrol berdua.
" Punya proyek banyak resikonya tidak enak sekali, jauh dari istri, tidak membayangkan jika sudah memiliki anak yah, akan seperti ini. apa sebaiknya menerima proyek yang tidak jauh jauh seperti ini yah" Ucap Reno yang mulai membatasi proyek yang akan dikerjakan.
Reno melanjutkan mandinya, sambil memikirkan sebaiknya seperti apa untuk kelanjutan pekerjaannya, dan waktu bersama Dela supaya tidak sedikit karena pekerjaan saja.
" Masakan kamu enak sekali Del, terimakasih yah akhirnya saya bisa menikmati masakan kamu juga" Ucap Radit merasa bahagia sekali, karena bisa menikmati masakan enak buatan Dela langsung
" Sama sama Radit, yah sudah saya masuk kedalam dulu yah, sampai ketemu nanti sore yah" Ucap Dela merapihkan tempat makan, sebelum masuk kedalam rumah sakit.
Radit membiarkan Dela jalan masuk kedalam rumah sakit, Radit senyum melihat Dela semakin jauh, dan perlahan menjalan kan mobilnya meninggalkan rumah sakit dan jalan menuju kampus.
__ADS_1
Dilain sisi, William pusing melihat jadwal rapat hari ini, bener bener banyak sekali, belum lagi periksa email yang ada di rumah sakit karena Reno minta William untuk membantu Dela.
" Astaga, apa sebaiknya Dela memiliki asisten sendiri yah, pusing juga harus hendel urusana rumah sakit seperti ini, seperti dulu lagi harus hendel urusana rumah sakit, kampus, dan kantor. untungnya sekarang ada Radit jadi lebih ringan pekerjaan saya." Ucap William, yang mulai merasa pusing, apa lagi jika Reno tidak ada di kantor tentunya semua pekerjaan, William yang kerjakan begitu saja.
William langsung siap kan berkas berkas untuk rapat nanti, William berusaha fokus dan teliti supaya tidak membuat masalah sama sekali, William sesekali melihat email yang masuk ke email rumah sakit, dan berusaha memjawabnya, supaya Dela tidak terlalu sibuk nantinya.
Dilain sisi, Dela sebelum masuk kedalam ruangannya, periksa setiap ruangan yang dilewatinya, membuat staff rumah sakit menyapa Dela setiap ketemu dilowong rumah sakit.
" Selamat pagi bu Dela' Ucap Suster yang baru keluar dari ruang UGD
" Pagi juga, apa suster sudah sarapan? jangan sampai suster suster belum sarapan karena pekerjaan yah, karena kesehatan kita jauh lebih penting, sebelum menolong orang lain, kita harus sehat dulu" Ucap Dela ramah, Dela tidak ingin mendengar ada suster yang menahan lapar karena pekerjaan
" Alhamdulillah sudah bu, tadi juga ibu kepala juga kasih tahu untuk kita semua sarapan, sebelum bekerja, dan kita tes kesehatan juga bu, sebelum memulai pekerjaan bu" Lanjut suster terus terang, karena Reno dan Dela mewajibkan untuk sarapan di rumah sakit, karena tahu jarak rumah sakit dan rumah karyawannya jauh, pasti banyak yang tidak keburu makan.
" Alhamdulillah kalo begitu, baik lah saya ke ruangan saya yah, jika ada apa apa jangan sungkan untuk kasih tahu saya yah, saya tidak mau ada masalah jika kalian diam saja oke." Lanjut Dela yang ingin staff rumah sakit, bisa terbuka dalam segalahal. supaya staffnya bisa bekerja dengan fokus dan profesional tidak memikirkan masalah pribadi atau lainnya.
" Iyah bu, selamat bekerja bu Dela" Lanjut Suster dengan ramah
__ADS_1
Dela langsung jalan menuju ruangannya, sekalian melihat ruangan ruangan yang dilewatinya, sekalian melihat kondisi pasien yang ada di rumah sakit,