
Dela membalikan badannya tersenyum melihat Reno masih tidur dengan nyenyak, Dela diam diam langsung bangun dan jalan ke kamar mandi, untuk mandi sebelum Reno bangun dari tidurnya.
" Setelah ini makan dulu sebentar, baru minum jamu itu, supaya mas Reno puas hari ini, semoga setelah dari sini bisa memberikan keturunan untuk mas Reno." Ucap Dela penuh harap, karena Dela merasa bersalah ke Reno, menunda punya anak karena masih kuliah, dan setelah lulus kuliah, membuat Dela punya niatan untuk melakukan program hamil, bantuan dari dokter maupun dengan caranya sendiri.
Dela langsung mandi tidak sabar mau bangunin Reno saat dirinya sudah rapih dan wangi, membuat Reno merasa bahagia disambut dengan istri yang terlihat cantik setelah bangun tidur.
Dilain sisi, William ngajak Wiwin jalan jalan pagi, bawa Lulu sambil sarapan di taman kota, membuat Wiwin siap siap untuk jalan jalan pagi.
" Anak bunda sudah cantik dan rapih, kita jalan jalan pagi bersama ayah." Ucap Wiwin pakai kan baju untuk Lulu.
Wiwin menyiapkan baju dan popok ganti, takut dijalan Lulu buang air kecil atau besar, membuat Wiwin menyiapkan baju ganti.
Dilain sisi, Reno yang tidurnya keganggu, perlahan membuka matanya dan melihat Dela sudah rapih dan wangi. Membuat Reno senyum melihatnya, karena Dela menyambutnya dengan penampilan cantiknya.
"Berasa pengantin baru saja sayang, bunda sudah mandi dan wangi seperti ini, membuat ayah betah lama lama di kasur sayang." Ucap Reno bahagia, karena Dela selalu tahu memanjakan suaminya setiap bangun tidur.
" Harus dong sayang, supaya selalu merasa mesra dan romantis, jika berfikir nya seperti itu terus." Ucap Dela sengaja menggoda Reno, karena efek jamu yang diminumnya sudah beraksi.
" Bunda sudah menginginkan nya?" Tanya Reno, yang membiarkan istrinya melakukan kesenangannya
" Iyah sayang, bukannya setiap hari kita seperti ini kan sayang. Hayo lah kita ganti posisi sayang." Lanjut Dela langsung polos didepan Reno yang bangun dan ganti posisinya dengan Dela.
__ADS_1
Reno senyum bahagia, melihat Dela sudah rebahan dan tidak sabar mendapatkan serangan romantis sepagi ini, Reno dengan pelan menggerakkan pinggangnya, dan naik naik ke puncak gunung membuat Dela meluk Reno dengan mesranya
" Ahhh, sayang selalu luar biasa sayang, aaahhh." Desa Han Dela dengan mesranya, Dela membiarkan Reno menggerakkan pinggangnya sesuka hati Reno.
" Yah dong sayang, jika tidak luar biasa bunda pasti kesel kan ke ayah, bisa bisa seharian diemin oleh bunda kan." Ucap Reno, yang pernah didiemin oleh Dela karena hal sepele, membuat Reno kapok membuat Dela kesel.
" Aaaahhh, bisa saja ayah ini, yang lama yah sayang, jangan cuman sebentar sayang" Lanjut Delapan, yang merasa membara, Dela senyum bahagia, karena Reno bener bener tidak tahu apa yang dilakukan Dela sekarang.
" Iyah boleh sayang, walaupun aneh tapi ayah menikmati kegiatan kita dua hari ini sayang." Lanjut Reno, terus dan terus menggerakkan pinggangnya.
" Aaaahhh, aneh apa sih sayang, bunda cuman ingin menghabiskan waktu kita untuk seperti ini terus menerus, mumpung ada di hotel, memangnya ayah tidak senang?" Tanya Dela pura pura ngambek, Dela senyum puas karena membuat Reno penasaran seperti ini.
" Aaaahhh, minum apa sih ayah, sudah deh jangan curiga terus, ganggu momentum sekali sih, kalo bunda merajuk baru tahu loh." Lanjut Dela sengaja ngancem Reno
" Astaga sayang, baik deh, aku tidak akan curiga lagi dan aku selalu bahagia jika bunda selalu minta seperti ini apa lagi bunda selalu terlihat fresh. Maaf yah sayang." Lanjut Reno, Reno mencium wajahnya Dela, Reno akhirnya mengalah dari pada kecurigaannya membuat Dela marah nantinya.
" Nah seperti ini kan lebih baik sayang, jangan merusak momen romantis dengan kecurigaan yang tidak jelas." Lanjut Dela senyum kemenangan, karena akhirnya Reno janji tidak akan curiga lagi. Walaupun kecurigaan Reno bener.
Dela peluk Reno semakin romantis, membiarkan Reno terus dan terus menggerakkan pinggangnya, yang semakin lama semakin luar biasa.
Dilain sisi, Radit siap siap ke kampus, walaupun hari Minggu, tapi Radit ingin sekali periksa kampus yang hari Minggu masih ada yang kuliah.
__ADS_1
" Apa ajak Ibnu dan Adit yah ke kampus, supaya mereka bisa tahu kampus yang saya pimpin sekarang?" Tanya Radit yang merapihkan rambutnya.
Radit langsung cari adik iparnya, untuk diajak ke kampus, Radit melihat Ibnu dan Adit lagi asik main badminton, langsung ngajak ke kampus, membuat Ibnu dan Adit berhenti olahraganya
" Bagaimana mau ikut? Setelah dari kampus kita bisa lanjut jalan jalan bagaimana?" Tanya Radit melihat kedua adik iparnya
" Boleh saja sih, tapi tidak lama kan?" Tanya Ibnu karena Ibnu dan Adit sudah punya rencana jalan jalan setelah main badminton
" Soalnya kita mau coba berenang di tempat umum ka, cari suasana ka." Ucap Adit, yang ingin sekali berenang di tempat umum, setelah berenang bisa beli makanan setelah selesai lanjut berenang lagi.
" Iyah cuman sebentar kok, yah sudah sana kalian ganti baju dulu, ka Radit tunggu di mobil yah, selama kalian mandi." Lanjut Radit bahagia, karena adik iparnya mau diajak pergi bareng.
Ibnu dan Adit langsung masuk kedalam rumah, untuk siap siap ikut ke kampus dan berenang setelah dari kampus. Radit ikut masuk kedalam rumah dan jalan ke parkiran mobil untuk nunggu Ibnu dan Adit siap siap untuk ikut ke kampus.
Dilain sisi, Reno ngajak Dela pesan makanan online, karena Reno malas keluar dari kamar, membuat Dela setuju dengan keinginan Reno untuk beli makanan secara online.
" Aku juga malas kemana mana sayang, aku bener bener menikmati waktu liburan ini didalam kamar terus sayang, soalnya kan nanti siang kita pulang, supaya semakin puas kita romantisan terus didalam kamar." Ucap Dela berusaha santai, Dela merasa api semangat yang terus membara, Dela tidak ingin Reno puas karena kecurigaannya bener, jika Dela minum sesuatu
" Iyah sayang, aku tahu kok bunda lagi ingin bermalas malasan hari ini kan." Ucap Reno yang ingin memanjakan istrinya, walaupun Dela tidak bilang tapi Reno sudah bisa tebak jika Dela minum obat kuat, selama liburan di hotel berdua, Reno merasa bahagia karena suasana romantis seperti ini justru yang dominan Dela, itu artinya program punya anak jauh lebih sempurna, karena gulet panas dilakukan berkali kali.
Dela membiarkan tangan Reno naik naik kepuncak gunung, Dela meng iyakan ucapannya Reno. Karena Reno tahu hari ini Dela malas pergi kemana mana Sampai siang nanti.
__ADS_1