
Radit langsung ajak Dela ke ruko, tempat usaha beberapa mahasiswa yang ikut program bantuan dari kampus, Dela merasa bahagia karena akhirnya kampusnya bisa membantu mahasiswa yang kesulitan dalam membayar biaya kuliahnya.
" Mahasiswa setiap individu melakukan promosi produknya dengan caranya masing-masing, yang akhirnya usaha mahasiswa banyak yang tahu dan akhirnya beli, ada yang berani pakai karyawan dan ada yang minta bantuan keluarganya untuk membantu jualannya." Ucap Radit yang mendapatkan laporan dari mahasiswa nya langsung
" Alhamdulillah, usaha mahasiswa berkembang. Saya ikut senang sekali mendengarnya, memang tujuan usaha ini kan membantu keuangan mahasiswa sendiri, jika ada mahasiswa yang usahanya menurun, jangan dipaksa bayar sewa ruko, biarkan mereka bisa selesai kan masalahnya dulu, kasih mereka waktu satu sampai dua bulan, untuk bangkit dan cari solusi, setelah itu baru diminta uang sewa dan bayar cicilan pinjamannya. Ingat yah Radit jangan paksakan kondisi mereka, walaupun harus profesional dan tanggung jawab, tapi prioritaskan mereka untuk bisa mencari solusi tanpa harus memberikan mereka beban." Ucap Dela berharap, bantuan dari kampus tidak menjadi beban untuk mahasiswa tapi menjadi wadah untuk mahasiswa mendapat kan solusi masalah biaya kuliahnya.
" Baik Dela, terimakasih atas sarannya, nanti saya sampaikan kebagian kewiraswastanya supaya mereka menjalani sesuai saran yang kamu berikan, saya juga tidak ingin menjadi beban untuk mahasiswa dengan adanya bantuan ini seharusnya bisa menjadi solusi untuk mereka, bisa selesaikan masalah keuangan diri sendiri maupun orang tuanya." Lanjut Radit merasa lega karena akhirnya Dela bisa melihat langsung tempat usaha mahasiswanya dan memberikan solusi untuk mahasiswanya untuk tetep bisa jualan tanpa harus mundur karena cobaan yang dihadapi untuk bisa bayar sewa ruko dan bayar pengembalian modal
" Yah Radit, oh yah rukonya bagus sekali dan luas lagi, siapa yang bikin desainnya?" Tanya Dela penasaran, karena Dela sama sekali tidak dikasih tahu soal proyek pembangunan ruko ini sebelumnya
" ka Reno beberapa ruko dan ka William juga bikin desainnya, katanya jangan minta Dela yang buatkan, karena tidak tega jika Dela banyak kerjaan nantinya." Lanjut Radit yang sengaja tidak kasih tahu Dela soal proyek ini sebelumnya karena permintaan Reno langsung
__ADS_1
" Oh mas Reno yang kerjain, padahal saya juga bisa buatnya, yah sudah lah sudah terlanjur juga, oh yah makan siang yuk, saya sudah lapar." Lanjut Dela sedikit kesel, karena Reno bener bener tidak ingin membuat Dela banyak kerjaan. Walaupun Dela bahagia karena Reno memperhatikan waktu istirahat dan kesehatan Dela, supaya tidak terlalu banyak yang dikerjakan dan tidak membuat Dela lelah karena banyak pekerjaan.
" Kita makan di warung mahasiswa kita yuk, sekalian ngobrol bersama mereka juga." Lanjut Radit yang ingin Dela menikmati masakan mahasiswanya sendiri.
" Boleh juga, saya juga penasaran, kuliner apa saja yang dijual oleh mereka." Lanjut Dela yang penasaran dengan jualan mahasiswanya sendiri.
Radit langsung ajak Dela untuk kuliner di tempat mahasiswanya sendiri, memberikan masukan dan motivasi untuk mahasiswanya selama jualan.
" Kamu siap kan ruangan untuk Natasya yah, kalo bisa jangan terlalu jauh dari ruangannya Dela, supaya Dela tidak terlalu jauh jalan jika membutuhkan bantuannya Natasya selama kerja." Ucap Reno diseberang telefon, Reno berusaha untuk mengurangi pekerjaan Dela supaya tidak terlalu sibuk dan cape
" Baik bro, akan saya siap kan semuanya, supaya Natasya ruangannya bisa dekat dengan ruangannya Dela." Ucap William sudah mencatat apa saja yang dibutuhkan diruangannya Natasya nanti.
__ADS_1
" Jika semuanya sudah siap, kabarin yah, saya juga ingin mengenal asisten untuk Dela, dan memberikan arahan untuk Natasya mau bagaimana pun saya pemilik rumah sakit, harus tahu karyawan yang layak untuk pemimpin rumah sakit." Lanjut Reno yang tidak ingin ada masalah dikemudian hari saat sudah bekerja nantinya.
" Itu sih pasti bro, saya kasih tahu kamu kok, yah sudah yah saya mau lanjut kerja dulu." Lanjut William yang masih mengerjakan beberapa proyek, yang seharusnya dikerjakan oleh Reno tapi, di gantikan oleh William seperti biasanya setiap kali Reno pergi keluar kota.
Dilain sisi, Radit maksa Dela untuk temani Dela di rumah sakit, entah kenapa Radit ingin sekali dideket Dela lebih lama.
" Yah sudah boleh, tapi tidak setiap hari yah, saya tidak mau ada salah faham soalnya, saya tidak ingin membuat mas Reno cemburu dan sedih." Tegas Dela, yang tidak ingin terjadi salah faham karena kedekatan Dela dan Radit
" Siap ibu bos, yah sudah hayo saya antar ke rumah sakit, saya temani sampai jam pulang kerja kamu " Lanjut Radit, pegang tangannya Dela dan ajak Dela masuk kedalam mobilnya
Dela yang dipegang tangannya oleh Radit, tidak merasa risih apa lagi marah, justru Dela membiarkan Radit gandeng tangannya sampai masuk kedalam mobil.
__ADS_1