
Radit yang penasaran dengan anak kecil yang dibawa oleh Reno, akhirnya tanya ke William, kebetulan William datang ke kampus untuk mendengar kan laporan keuangan, kinerja dosen dan staf kampus lainnya.
" Kenapa kamu kepo? itu bukan urusan kamu Radit, jadi ngapain harus tanya segala toh jika tahu juga yah dari mereka sendiri?" Tanya William heran, selama ini Radit tidak pernah penasaran dengan urusan orang lain.
" Maaf ka, kalo saya penasaran dengan urusannya Ka Reno dan Dela. tapi sepertinya ka Reno peduli sekali dengan anak kecil yang dibawanya ka." Ucap Radit yang tidak menyerah memberikan pertanyaan yang sama ke William
" Pasti anaknya Reno, dia yang merawatnya. apa sebenarnya rencana Reno bawa anak kandungnya sih?" Batin William bertanya tanya, Reno belum cerita sama sekali soal anak kandungnya
" Entah lah Radit, ka Reno tidak cerita apapun, saran Kaka jangan ditanya sebelum Reno atau pun Dela yang cerita. ingat kamu jaga jarak dan jangan memberikan perhatian lebih ke Dela karena Dela istri orang, jangan cari perhatian mengerti." Tegas William yang tidak ingin Radit bersikap tidak wajar ke Dela
__ADS_1
" Iyah ka, saya tahu batas saya kok, oleh karena itu rasa penasaran saya langsung saya tanya ke ka William bukan ke Dela dan ka Reno kok. menghargai rahasia mereka.' Lanjut Radit sedikit kesel, padahal cuman kepo saja seperti dibuat ribet oleh William
" Sudah ah, jangan bahas soal urusan pribadi Dela dan Reno, Kaka kesini mau Adain rapat kan, laporan akhir bulan bersama sekretaris, bendahara, dan bagian marketing. bukan membahas urusan orang." Protes William yang tidak ingin urusan sahabatnya dibahas di kampus.
" Huh, baik lah baik lah, hayo ikut Radit ke ruang rapat." Protes Radit kesal, karena William tidak bisa diajak ongobrol sama sekali.
Radit langsung cek bahan rapat yang dibutuhkan dan langsung meninggal kan meja kebesarannya dan pergi ke ruangan rapat bersama William.
" Setelah makan mau makan eskrim? tadi papah juga beli eskrim ada didalam kulkas? oh yah sekarang kamar untuk Puput lagi disiapkan loh, setelah bunda boleh pulang, kita beli perabotan kamar Puput, boneka, dan mainan yah?" Tanya Reno melihat Dela begitu menyayangi anak kandungnya, merasa bahagia sekali.
__ADS_1
" Mau pah, sudah lama sekali tidak makan eskrim pah, soalnya mamah tidak punya uang untuk beli eskrim pah." Ucap Puput terus terang, Puput setelah pulang dari dari panti asuhan sama sekali tidak pernah makan enak sama sekali, selama tinggal bersama Natasya
" Astaga, tega sekali Natasya sebagai ibu, tidak bisa memberikan makanan yang enak dan kehidupan layak untuk anak satu satunya." Batin Dela kaget mendengar ucapan Puput, bisa bisanya Natasya tidak membelikan makanan yang pernah dimakan oleh Puput.
" Sudah jangan sedih yah, selama tinggal bersama kita, Puput tinggal bilang saja, mau makan apa ke bunda dan papah yah. insya Allah kita berikan sayang." Ucap Dela yang berusaha memberikan yang terbaik untuk anak tirinya
" Beneran bunda? terimakasih yah mau beliin apapun yang Puput ingin kan?" Tanya Puput bahagia mendengar ucapan Dela, Puput langsung peluk Dela bahagia, karena Dela mau memanjakan Puput.
" Beneran sayang, sekarang habis kan makanan nya, nanti boleh makan eskrim yang sudah dibawa oleh papah yah." Lanjut Dela gemes melihat anak tirinya, yang terlihat bahagia saat ditawarkan beli apapun yang diinginkan nya.
__ADS_1
Dela melanjutkan suapin Puput membuat Reno yang melihatnya merasa sangat bahagia karena Dela bisa bersikap baik didepan anaknya.