
Dela perlahan membuka matanya, Melihat sekelilingnya ada William, Radit, dan Reno. Dela langsung buang muka saat melihat Reno senyum melihatnya.
" Perut sakit sekali, kenapa bisa sesakit ini." Ucap Dela sambil pegang perutnya dengan kencang.
" Tenang sayang, aku akan periksa kondisi bunda." Ucap Reno berusaha tenang, dalam kondisi seperti ini, pasien tidak boleh dibuat panik.
Reno langsung periksa kondisinya Dela, membuat Radit memperhatikan sikap Reno dan Dela seperti ada masalah diantara mereka.
" Bagaimana kondisi Dela?" Tanya Radit panik, karena Dela ngeluh sakit
__ADS_1
" Bagi perempuan yang keguguran merasa sakit di bagian perut, itu hal yang biasa terjadi." Ucap Reno pelan, tidak berani melihat Dela
" Apa aku ke guguran? tidak mungkin mas, ayah bercanda kan?" Tanya Dela tidak percaya dengan ucapan Reno barusan, Dela pukul bajunya Reno saking keselnya.
" Iyah sayang, akibat tadi bunda kepeleset, benturannya cukup keras yang membuat anak kita meninggal dunia, bahkan rahim bunda sekarang lemah untuk punya anak lagi sangat bahaya untuk kesehatan bunda." Lanjut Reno langsung peluk Dela, tidak peduli jika Dela terus memukulnya karena rasa sedih, sakit diperut karena kehilangan anak, dan sakit hati harus menerima kenyataan pahit jika Reno sudah punya anak dari perempuan lain.
" Radit, sekarang kembali ke kampus, bagaimana sih seorang rektor kok seenaknya seperti ini." Ucap William sengaja, supaya Radit tidak mendengar keributan Dela dan Reno sebentar lagi.
Radit dan William keluar dari kamar rawatnya Dela, membuat Reno langsung peluk Dela minta maaf tidak jujur dengan masa lalu nya.
__ADS_1
" Bunda tenang saja, aku sudah lama bercerai dengan Natasya, soal anaknya diurus sendiri dengan Natasya, aku sudah ancam Natasya untuk tidak mengganggu kebahagian kita lagi, apa lagi memanfaat kan anaknya untuk merebut aku dari bunda." Ucap Reno berusaha meyakinkan Dela, cuman Dela satu satunya perempuan yang di cintainya.
" Sepahit apapun masa lalu harusnya jujur mas, bukannya disembunyikan seperti ini, kebetulan yang membuat aku sakit hati loh mas. dan sekarang ayah mau membuang anak kandung mas sendiri. apa lagi kita sudah kehilangan calon anak kita." Lanjut Dela dengan lirih, walaupun Dela tidak ingin Reno kembali bersama Natasya tapi Dela tidak sanggup membayangkan anaknya tumbuh tanpa ayah kandung sama sekali.
" Sekarang mau bunda apa? supaya ayah bisa mendapat kan maaf dari bunda lagi? aku akan berusaha untuk rahim bunda kuat dan mampu punya anak lagi? sekarang mau bunda apa? akan ayah turutin selama itu membuat bunda bahagia?" Tanya Reno pasrah karena kesedihan Dela sekarang memang sepenuhnya salah Reno.
" Aku akan memaafkan mas asal, hak asuh anak kandung mas, jatuh ke tangan kita, sesekali ibu nya boleh merawat anaknya di rumahnya. aku tidak ingin dimadu apapun alasannya, aku menerima anak kandung mas karena tidak tega anak sekecil itu jadi korban perpisahan orang tua terlalu lama." Lanjut Dela yang tidak ingin anak kandungnya Reno, kehilangan kasih sayang ayah nya selamanya
" Baik lah, jika itu keputusan bunda, dan bunda bisa bahagia akan aku kabulkan, aku sendiri tidak akan mau rujuk dengan perempuan yang tidak bisa setia cuman karena suami sibuk kerja." Lanjut Reno bahagia, akhirnya Dela mau memaafkan nya walaupun ada syarat yang diberikan oleh Dela
__ADS_1
Reno langsung peluk Dela bahagia, karena Dela sudah tidak marah lagi dan mau memaafkannya. Dela sendiri berusaha untuk ikhlas menerima kenyataan pahit dirinya kehilangan anak kandung, tapi harus mengurus anak tirinya. walaupun sakit tapi harus Dela jalani demi masa depan anak kandungnya Reno.