Berubah Karena Jabatan CEO

Berubah Karena Jabatan CEO
Rindu juga ke kampus


__ADS_3

Dela melihat email email yang masuk ke email rumah sakit, ternyata sudah dibalas oleh William, membuat Dela sedikit kesel karena pekerjaannya dikerjakan semuanya  oleh William diam diam, Dela langsung telefon William untuk tanya maksud William mengerjakan pekerjaanya hari ini.


" Ka, kenapa semua pekerjaan saya ka William kerjakan? dan ka William atur waktu pertemuannya juga?" Tanya Dela kesel saat saluran telefon terhubung


" Maaf Del, saya cuman diminta bantuan oleh suami kamu saja, untuk meringan kan pekerjaan kamu, jadinya kamu bisa kerjain yang lain kan" Ucap William dengan santai, diseberang telefon


" Ka William cukup periksa saja, tapi jangan kerjain semuanya, bagaimana saya bisa mandiri coba jika ka William kerjakan semuanya seperti ini? dan saya lihat ada pengiriman proposal lagi, menyebalkan sekali sih ka?' Tanya Dela bener bener kesel, karena merasa tidak dikasih kepercayaan untuk bisa memimpin rumah sakit, jika dibantu seperti ini.


" Maaf yah, yah sudah next time saya akan koreksi pekerjaan yang kamu kerjakan, baru dikirm ke client yah. apa kamu butuh asisten? karena pekerjaan kamu juga mulai banyak Del?" Tanya William yang tidak tega jika Dela mengerjakan pekerjaan rumah sakit sendirian, apa lagi jika Reno turun tangan lagi, tentunya pekerjaan kantor yang terabaikan lagi


" Asisten yah? Boleh deh ka, tolong carikan yah ka, tapi asistennya perempuan yah ka, saya tidak mau terjadi salah faham jika asistennya laki laki ka.?" Tanya Dela yang setuju memiliki asisten, supaya tidak merepotkan Reno dan William lagi, jika mereka turun tangan lagi, sama saja bohong Dela yang menjadi CEO jika mereka yang tetep sibuk


" Dengan senang hati, saya carikan asisten perempuan, yang bisa bekerja secara profesional Del, saya ada kenalan yang baru lulus kuliah, tapi bisa dipercaya pekerjaannya Del, dia pernah magang di kampus Del. saya janji dalam waktu dekat saya kenalkan ke kamu, setelah saya interview yah" Lanjut William bahagia, karena akhirnya pekerjaannya sebentar lagi tidak banyak, setelah Dela memiliki asisten sendiri


" Oke ka, kabarin saja yah, oh yah tolong kasih tahu mas Reno soal ini juga yah, jika mas Reno setuju langsung proses interviewnya yah." Lanjut Dela yang ingin Reno tahu soal asisten untuknya, karena mau bagaimana pun Reno harus tahu karyawan baru untuk Dela.

__ADS_1


" Soal itu sih pasti Del, kan saya tanya kamu dulu jika kamu setuju, dengan mudah saya kabarin ke Reno nya langsung., ya sudah Dela saya matikan telefonnya yah, maaf masih ada pekerjaan saya nya. jika ada apa apa jangan malu untuk minta bantuan saya yah" Lanjut William, yang pamit ingin melanjutkn pekerjaan lagi.


Dela setuju, dan langsung mematikan telefonnya, langsung memasukan hanphone nya kedalam tasnya, Dela yang bingung berusaha lihat komputernya untuk menghilangkan rasa jenuhnya, karena semua pekerjaannya sudah dikerjakan oleh William.


" Bosan enaknya ngapain yah, hemm ke kampus ah, rindu juga ke kampus. lebih baik sekarang ke kampus ah sebentar, setelah makan siang lanjut kesini lagi pasti bersama Radit." Lanjut Dela, langsung merapihkan meja kerjanya dan siap siap ke kampus, Dela sengaja tidak telefon Radit supaya tidak dijemput, karena Dela tahu jam segini Radit pasti lagi sibuk sibuknya kerja.


Dilain sisi, Reno melihat hanphone nya ternyata ada panggilan masuk dari William, William cerita apa yang sudah dikerjakan William baik di kantor dan di rumah sakit, William memberikan saran ke Reno untuk merekrut asisten untuk Dela supaya meringan kan pekerjaan Reno, William, dan tentunya Dela.


" Yah sudah, kamu rekrut saja asisten perempuan untuk Dela, saya setuju supaya saya tidak cemburu jika Dela deket deket bersama asistennya, apa lagi jika lagi bahas pekerjaan atau pun kunjungan kerja, saya tidak ingin cemburu karena pekerjaan." Ucap Reno terus terang, tidak ingin rasa cemburu membuat Reno tidak bisa profesional nantinya.


William mematikan telefonnya, dan mulai menghubungi orang yang akan ditawarkan pekerjaan oleh William, walaupun pekerjaan perusahannya,sedikit terlambat dikerjakan tidak masalah bagi William yang penting bisa menyelesaikan masalah satu persatu.


Dilain sisi, Radit kaget melihat Dela masuk kedalam ruangannya, karena Dela tidak memberi kabar sama sekali jika ingin datang ke kampus.


" Maaf yah Radit, saya mendadak kesini, soalnya pekerjaan saya sudah selesai banyak dan saya juga rindu kampus juga sih, oleh karena itu saya kesini deh sekarang,sampai jam makan siang baru kembali ke rumah sakit" Ucap Dela, tidak bilang jika pekerjaannya selesai karena William yang mengerjakannya melalui email masuk

__ADS_1


" Oh pantesan kamu kesini, tumben sekali Del, yah sudah bagaimana kalo kita keliling kampus ini bagaimana? sekalian kita lihat ruko tempat mahasiswa yang lagi jualan bagaimana?" Tanya Radit, yang ingin sekali bisa jalan bersama Dela


" Boleh juga Radit, sekalian kita tegur sapa dosen juga yah, setelah itu kita ke ruko yah sambil makan siang bagaimana?" Tanya Dela, yang merasa bahagia bisa jalan bersama Radit seperti ini


Radit ngangguk, dan langsung merapihkan meja kerjanya, Radit sesekali melihat Dela yang duduk sambil menunggu Radit selesai merapihkan meja kerjanya.


Dela dan Radit jalan bersama sambil keliling melihat suasana kampus, Dela sudah lama sekali tidak ke kampus, karena Reno lebih banyak ajak Dela ke kantor dan rumah sakit, tidak ingin membuat Dela terlalu sibuk temani Reno bekerja sebelum Dela memimpin rumah sakit.


Radit ngajak Dela makan di kantin kampus, sambil ngobrol santai tentang kampus dan perkembangan di kampus, membuat Dela senyum bahagia mendengarnya.


" Terimakasih yah Radit, sudah banyak memberikan inovasi untuk kampus ini, dan mampu memimpim kampus ini sepenuhnya, jadi tidak terlalu minta bantuan mas Reno, supaya mas Reno jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan nya terus menerus" Ucap Dela tidak tega jika Reno masih disibukan dengan urusan kampus dan rumah sakit, sudah cukup masa mudanya Reno sibuk dengan tiga tempat sekaligus, begitu juga dengan William, karena Dela tidak tega melihatnya.


" Sama sama Del, saya juga tidak ingin ka William dan ka Reno masih sibuk mengurus kampus lagi, mereka sudah waktunya mengurangi kesibukannya dengan kehadiran kita, seharusnya mampu membantu mereka, supaya ka Reno dan ka William cuman memantau saja bukan untuk mengerjakannya lagi." Ucap Radit, yang tidak tega melihat kaka iparnya terlalu sibuk, dengan pekerjaan dan mengabaikan anak dan istri di rumah.


" Saya setuju dengan pendapat kamu, oleh karena itu saya biarkan mas Reno kunjungan kerja dari kemarin, supaya mas Reno lebih fokus ke urusan kantor, tidak terlalu memikirkan kampus dan rumah sakit saja." Lanjut Dela terus terang, karena Dela tidak tega jika melihat Reno kurang  tidur karena banyak pekerjaan yang harus ditangani oleh Reno, yang akhirnya bikin Reno cepet sakit.

__ADS_1


__ADS_2