Berubah Karena Jabatan CEO

Berubah Karena Jabatan CEO
Besok saya jemput yah


__ADS_3

Dela yang sudah belanja banyak,ngajak Radit unuk pulang dan minta Radit anterin Dela ke rumah, Dela chat Reno apa saja yang dibelinya, walaupun Dela sudah bekerja tapi Dela tetep cerita apa saja yang dibelinya, dan pakai uang pemberian dari Reno.


" Del, katanya kamu dan ka Reno lagi program punya anak?" Tanya Radit melihat Dela, Radit pelan pelan bawa  mobilnya.


" Iyah nih, selama kuliah kan saya tidak mengingin kan punya anak, karena akan kesulitan bagi waktu kuliah dan ngurus anak, nah sekarang kan sudah lulus kuliah dan mulai bekerja, mungkin sudah saatnya saya dan mas Reno punya anak, kasihan juga mas Reno selalu ditanya oleh temen temennya kapan punya anak, kenapa mau saja nurutin keinginan istri untuk menunda punya anak pertama lagi. jadi setelah peresmian kemarin saya dan mas Reno memutuskan untuk menjalan kan program punya anak deh" Ucap Dela terus terang, Dela sejujurnya mengingin kan punya anak juga, tapi berusaha untuk tidak mengeluh karena Reno sudah mengalah


" Iyah sih bener, resiko menikah saat masih kuliah yah seperti itu Del, ada juga mahasiswa yang nekat kuliah eh saat hamil harus keluar begitu saja. tapi kamu termasuk hebat sih bisa bertahan kuliah sampai lulus, walaupun sudah menikah" Puji Radit yang salut dengan keinginan Dela yang tetep kuliah dan terima lamarannya Reno


"Karena saya tahu biaya kuliah itu mahal, dan mas Reno terlalu baik untuk kehidupan saya, jadinya tidak tega jika mengecewekan mas Reno untuk mengabaikan pendidikan demi seutuhnya jadi istrinya mas Reno." Lanjut Dela, sesama kuliah pun Dela tidak pernah banyak mau selama menikah dengan Reno


Radit melihat Dela langsung senyum bangga, karena Dela dari masa kuliah sampai sekarang gaya hidupnnya tidak pernah berlebihan selalu sederhana.


Dilain sisi, William ngajak Wiwin untuk jajalan jalan sore, setelah William pulang dari kerjanya, William menceritakan pengalaman pertama Dela memimpin rumah sakit, harus menghadapi kelalaian dokter menyebabkan pasien anak anak ada yang meninggal dunia.


" Seperti kejadiannya Reno dulu yah,hebat juga sih Dela bisa mengambil keputusan pecat dokter tanpa harus menunggu Reno atau ayah turun tangan, dan tidak ada rasa takut sama sekali lagi" Ucap Wiwin kagum karena Dela berani mengambil keputusan


" Iyah sayang, alhamdulillah sekali, aku dan Reno mendapatkan laporan dari staff rumah sakit setelah pecat dokter Dino atas perintah Dela,dan Dela minta ijin prakteknya juga langsung dicabut oleh Dela. dan pecatnya disaksikan oleh seluruh doker dan suster sayang, aku tidak bisa membayangkan bagaimana Dela bisa seberani itu" Ucap William sama sekali tidak dikabarkan ada pemecatan disaksikan oleh selurah suster dan dokter di rumah sakit.


" Mungkin karena Dela merasa sebagai pemimpin rumah sakit,  punya hak untuk mendapatkan keputusan sayang, aku juga akan marah sih jika ada dokter yang seegois itu dan bisa menyebabkan pasien tidak tertolong sayang" Lanjut Wiwin, tidak membayangkan bagaimana sedih dan kecewanya melihat anaknya meninggal dunia dengan sia sia.

__ADS_1


Bener sayang, yah sudah yuk kita sekarang cari tempat makan bertiga sekarang" Lanjut William, William juga pernah seperti Dela mengambil keputusan tanpa dibicarakan dahulu bersama Reno baik di kampus, kantor, maupun rumah sakit. selama yang dipecat bener bener sudah  merugikan dan membahayakan, William punya hak langsung pecat tanpa kasih tahu Reno dulu.


Dilain sisi, Mobilnya Radit tiba didepan rumahnya Reno, membuat Dela siap siap untuk turun dari mobilnya Radit, Dela menawarkan Radit untuk mampir sebentar sebelum pulang ke rumahnya.


" Tidak usah Dela, terimakasih tawarannya, saya mau langsung pulang saja, oh yah besok saya jemput yah, sebelum saya berangkat ke kampus." Ucap Radit, yang entah kenapa merasa bahagia didekat Dela


" Astaga Radit, padahal tidak usah lah dijemput segala sih, saya bisa sendiri ko ke rumah sakit, nanti pulang dijemput lagi kan. Jadi pulangnya saja yah dan berangkat nya tidak usah" Protes Dela merasa merepotkan Radit terus menerus.


" Maaf Del, ini amanat dari suami kamu, jadi jangan menolak yah, besok bawa bekel saja yah, sebagai tanda terimakasih ke saya oke." Lanjut Radit, yang malas makan di rumah


" Baik lah, saya akan masak untuk kamu, yah sudah sampai besok yah." Lanjut Dela pasrah, malas menolak terus menerus dari pada bikin Radit tersinggung nantinya


*****************************************************************************************************************


Pagi pagi sekali Reno telefon Dela, karena rindu sepanjang malam tidur sendirian, setelah Vidio call Reno pamit tidur membuat Dela tidur juga.


" Jam segini seharusnya Dela sudah bangun tidur nih," Ucap Reno berusaha menghubungi Dela, setengah jam berusaha telefon Dela akhirnya di angkat juga, membaut Reno merasa bahagia mendengar suara istrinya.


" Sayang, bunda lagi mandi?" Tanya Reno melihat disekelilingnya Dela seperti ada didalam kamar mandi

__ADS_1


" Iyah sayang, aku baru  bangun tidur terus mandi deh sayang, kan mau ke rumah sakit sayang" Ucap Dela tidak jujur, jika Dela masak buat Radit karena kemarin Radit minta dimasakin oleh Dela


" Oh Iyah yah, tidak ada aku di kamar yah, jadi bunda langsung siap siap berangkat kerja." Lanjut Reno sedih, Reno menyesal melakukan Vidio call disaat Dela lagi mandi, membuat Reno tidak bisa langsung temani Dela mandi juga


" Ayah tidak mandi? Ayah tidak datang ke tempat proyek sayang?" Tanya Dela, heran melihat Reno masih diatas kasur


" Agak siang baru kesana sayang, yah sudah telefonnya jangan dimatikan yah, sampai bunda dijemput oleh Radit. Supaya aku tenang bunda berangkat ke rumah sakit ada yang temani bunda." Lanjut Reno yang ingin memastikan Dela berangkat kerja tidak sendirian


" Duh Reno, apa bakal salah faham yah jika tahu aku masak untuk Radit hari ini" Batin Dela bingung, takut Reno cemburu tapi jika tidak jujur takut jadi salah faham nantinya


" Iyah sayang, boleh sayang, yah sudah aku lanjut siap siap berangkat ke rumah sakit yah" Lanjut Dela tidak tega jika Reno cemburu karena masakan untuk Radit pagi ini.


Dela melanjut kan mandinya, tidak mematikan Vidio callnya, Dela dan Reno sesekali ngobrol supaya tidak bosan selama Vidio call masih terhubung.


Dilain sisi, Radit bangun lebih pagi, karena harus menjemput Dela, dan mengantar Dela ke rumah sakit untuk bekerja.


" Untungnya Dela mau nungguin saya datang, tidak sabar mau merasakan masakan Dela lagi, sudah lama sekali Dela tidak masak" Ucap Radit merapihkan kemeja dan dasinya sebelum berangkat ke rumahnya Dela.


Radit tidak masalah jika harus jemput Dela untuk antar ke rumah sakit, dan pulangnya bersama Dela juga. entah kenapa Radit merasa bahagia jika didekat Dela seperti ini, apa lagi tidak ada Reno, William, dan Wiwin. Lebih santai berduaan bersama Dela.

__ADS_1


__ADS_2