Berubah Karena Jabatan CEO

Berubah Karena Jabatan CEO
Tidak usah kwatir


__ADS_3

Setibanya di rumah, Dela merapihkan baju yang akan dibawa Reno untuk pergi ke luar  kota, sejujurnya Dela tidak ingin Reno pergi ke luar kota tapi Dela tidak bisa melarang, karena berangkat ke luar kota sudah menjadi tanggung jawabnya Reno sebagai pemimpin perusahaan. Reno yang melihat istrinya merapihkan baju bajunya merasa tidak tega membiarkan Dela tinggal sendirian di rumah.


"  Apa sebaiknya aku batalkan saja yah sayang, aku kwatir bunda sendirian di rumah sayang" Ucap Reno langsung peluk Dela dari belakang


" Tidak usah kwatir sayang, resiko punya suami orang sibuk dan perusahaannya berkembang sayang, jika aku manja berlebihan perusahaan ayah tidak akan berkembang sayang, sudah bunda bilang kan, walaupun kita sama sama sibuk, jaga kepercayaan masing masing saja untuk tetep setia, dan saat waktu santai yah kita bisa sama sama berduaan dan romantisan bareng kan, lagian ayah cuman pergi beberapa hari saja kan, masih pulang ke rumah, jadi jangan terlalu kwatir ayah sayang." Ucap Dela, berusaha santai dan tidak egois dengan pekerjaan Reno, jika Dela terlalu manja bisa kasihan Reno mengabaikan tanggung jawabnya.


" Terimakasih yah sayang, sudah jadi istri yang pengertian akan tanggung jawab aku, iyah sayang setelah selesai kerja aku langsung pulang dan berusaha menjaga kepercayaan bunda ke ayah, untuk bisa menjaga hati dan perasaan ayah tetep untuk bunda seorang" Lanjut Reno yang terus peluk Dela, karena beberapa hari tidak ketemu istrinya.


" Sama sama sayang, aku juga akan jaga hati dan fikiran aku sayang, untuk tetep setia ke ayah seorang, karena ayah sudah merubah kehidupan bunda jadi lebih baik sayang, jadi tidak mungkin bunda menduakan ayah begitu saja"  Lanjut Dela yang tidak akan menyia nyiakan suami seperti Reno, yang sudah berjasa merubah nasip hidupnya bersama pamannya.


Reno langsung mencium Dela, karena bahagia mendengar ucapan Dela, tangannya Reno naik naik kepuncak gunung, membuat Dela membiarkan Reno melakukan apapun yang diingin kannya.


*********************************************************************************************************************************


Pagi yang begitu cerah, membuat William membuka matanya, William melihat Wiwin sudah selesai mandi, membuat William langsung duduk, William kesal sekali karena pagi pagi tidak mendapatkan keromantisan dari Wiwin.


"Ayah lupa yah, setiap pagi kan bunda memang selalu mandi duluan sayang, baru membangun kan ayah, sebelum mandi kita kan gulet panas sebelum ayah berangkat kerja?" Tanya Wiwin melihat William cemberut


" Astaga sayang, maaf aku lupa, apa karena aku terlalu pagi kali yah bangunnya dan kaget melihat bunda sudah rapih dan wangi seperti ini maaf yah ayah lupa" Lanjut William langsung berdiri, dan jalan menuju Wiwin untuk melakukan foreaplay.


" Aaaahhh, iyah sayang, bunda maafin kok, karena masih pagi jadi tidak marah marah supaya ayah tidak kefikiran karena bunda marah karena hal yang tidak penting." Desa han Wiwin, membiarkan tangannya William menari dengan indah dibadannya.

__ADS_1


" Yah sudah, kita langsung yuk sayang, sebelum kita sarapan bareng sayang" Lanjut William pegang tangannya Wiwin, untuk ajak Wiwin rebahan terindah di pagi hari yang begitu indah.


Wiwin turutin ke inginan William untuk rebahan bareng, dan olahraga terindah bareng, sebelum William beraktifitas hari ini.


Dilian sisi, Dela ngajak Reno untuk gulet panas sebelum Dela berangka ke rumah sakit pertama kalinya bekerja, dan Reno ke kantor untuk siap siap berangkat ke luar kota.


" Aaaahh, ayah sayang, harus semangat kerja hari ini yah, selama di luar kota jangan telat makan, dan kalo ada waktu luang jangan lupa istirahat yah sayang, jangan lupa diminum vitaminnya sayang, aaahhhh ayah sayang" Desa han Dela sambil peluk Reno dengan mesra, Dela sengaja ajak gulet panas, supaya Reno semangat kerja hari ini.


" Baik bu dokter, setiap siang kita vidio call yah bu dokter, supaya kita makan bareng secara online oke." Ucap Reno pelan pelan menggerekan pinggangnya, memberikan sensasi luar luar untuk Dela.


" Boleh juga sayang, baik lah kita vidio call yah, supaya ayah tidak telat makan sayang, karena kesehatan itu nomor satu, walaupun sesibuk apapun kita, aaahhh luar bisa sayang" Desa han Dela, semakin semangat membiarkan Reno melakukan kegiatannya.


Reno setuju dengan ucapan Dela, semenjak menikah Reno lebih sering makan tepat waktu dan selalu makan berdua bersama Dela, karena perhatian yang diberikan Dela, membuat Reno semakin betah didekat Dela lama lama.


Dilain sisi, Radit siap siap berangkat ke kampus, Radit menawarkan untuk anterin adik iparnya untuk ke sekolahnya, karena arah sekolah dan kampus searah.


" Boleh ka Radit, kebetulan lagi malas bawa mobil sendiri, tadinya mau bareng ka  William" Ucap Ibnu yang lagi ingin bareng William ke sekolahnya.


" Oke deh, setelah sarapan kita langsung berangkat yah" Ucap Radit, merasa bersyukur karena bangun lebih pagi jadi bisa anterin kedua adik ipar kesayangannya ke sekolahnya.


William dan Wiwin jalan bareng, masuk ke ruang makan sudah ada Radit, Ibnu, dan Adit. lagi siap siap untuk makan bareng.

__ADS_1


" Kalian mau berangkat bareng?" Tanya William tidak sengaja denger obrolan Radit bersama  adik adiknya


" Iyah ka William, Radit memang lagi kepingin bareng mereka, dan anterin mereka ke sekolah" Ucap Radit sambil menikmati sarapannya


" Yah sudah, kalian hati hati dijalan yah, jangan ngebut dan nyalip selama bawa mobil, karena jika bawa mobil seenaknya bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain" Ucap Wiwin yang tidak pernah bosan menasehatin Radit dan adik adiknya, setiap bawa mobi sendiri.


" Iyah  bener, karena jika seenaknya bawa mobil atau motor, saat nabrak orang lain harus menanggung biaya pengobatan yang tidak murah, dan harus menggantikan kerusakan kendaraan karena kelalayan diri sendiri" Lanjut William, sering mendengar korban kecelakaan karena yang bawa kendaraan seenaknya jadi nabrak dan bikin luka luka pengendara lain.


" Siap ka, insya allah kita taat rambu rambu lalu lintas kok" Ucap Adit, yang merasa bersyukur karena selama bawa mobil selalu bawa mobil dengan kecetan rata rata, tidak pernah uji coba ngebut apa lagi nyalip kendaraan lain.


William dan Wiwin merasa lega mendengar ucapan adik adiknya, saat bawa mobil maupun motor, karena Wiwin tidak sanggup melihat adik adiknya kecelakaan karena seenaknya. William dan Wiwin melanjutkan sarapannya sambil melanjutkan obrolannya bersama adik adiknya.


Dilain sisi, Reno temani Dela kerja sebentar di rumah sakit, karena Dela merasa gugup membuat Reno mau temani Dela sebelum berangkat ke luar kota.


" Istri ayah, memang pandai sekali sih, sudah memahami yang harus dikerjakan sayang, ayah bener bener bangga dengan bunda" Ucap Reno puji Dela yang mengerti apa yang harus dikerjakannya.


" Alhamdulillah sayang, aku kan selalu bilang, aku akan berusaha bekerja secara profesional dan tidak ingin membuat  ayah kecewa, dan tidak akan membiarkan ayah cape lagi mengurus rumah sakit juga, jadi bunda akan bekerja sampai menguasainya sayang." Ucap Dela terus terang, saat Dela magang dulu, sengaja magang di rumah sakit untuk mengurangi beban pekerjaannya Reno.


" Terimakasih sayang, ayah percaya dengan kemampuan bunda dalam bekerja sayang" Lanjut Reno mencium keningnya Dela


" Yah sudah, sekarang ayah ke kantor, sudah telat sejam sayang, masa bos besar kesiangan ke kantor sih, karena temani bunda kerja disini." Lanjut Dela yang tidak ingin, Reno kesiangan berangkat ke luar kotanya.

__ADS_1


" Siap bu bos, yah sudah ayah berangkat kerja dulu yah, jika ada masalah apapun jangan malu dan segan minta bantuan ke William selama ayah ada di luar kota yah" Lanjut  Reno, sejujurnya berat meninggalkan Dela sendirian tapi tanggung jawab dalam bekerja juga tidak bisa ditinggalkan begitu saja.


Reno langsung keluar dari ruangannya Dela, membiarkan Dela melanjutkan pekerjaannya, dan Reno jalan ke parkiran mobil untuk menuju ke kantor.


__ADS_2