Berubah Karena Jabatan CEO

Berubah Karena Jabatan CEO
Jangan ada yang ketinggalan sayang


__ADS_3

Dela merapihkan baju dan bekas makan dari kemarin, sedangkan Reno baru masuk kedalam kamar hotel, memberikan Dela obat yang didapat dari rumah sakit, membuat Dela minum obat yang diberikan oleh Reno.


" Terimakasih yah sayang, sudah pesan jauh jauh obat ini untuk aku, aku lupa bawa dari rumah sayang." Ucap Dela merapihkan bungkusan yang diberikan oleh Reno


" Sama sama sayang, aku tahu kok bunda membutuhkan obat itu, oh yah jangan ada yang ketinggalan yah sayang, apa masih mau gulet panas sebelum pulang?" Tanya dan goda Reno melihat Dela yang sibuk beberes bekas makan dan baju kotornya.


" Boleh sayang, setelah gulet bener bener harus pulang yah, soalnya besok kita kan mulai kerja sayang" Lanjut Dela, yang masih merasakan semangat yang membara, walaupun dikasih obat oleh Reno tapi efek obat sebelum nya masih ada.


Dela langsung polos, ngajak Reno untuk pemanasan dan langsung rebahan bersama, Reno perlahan menggerakkan pinggangnya dengan pelan, membuat Dela mulai mengeluarkan suara merdunya dan peluk Reno dengan mesra.


" Aaahhhh, aku beruntung punya suami yang selalu mengerti aku terimakasih yah sayang, seharian kita seperti ini tidak mengeluh sama sekali." Desa han Dela, melihat Reno yang semangat menggerakkan pinggangnya


" Sama sama sayang, apapun akan aku lakukan untuk bunda merasa bahagia dan bunda bisa rileks seharian pasti ayah berikan. Terimakasih bunda juga dengan senang hati mengurangi pekerjaan ayah di rumah sakit." Lanjut Reno, yang langsung mencium wajah nya Dela dengan mesra


Reno tidak pernah menyesal menikahi Dela, walaupun awalnya karena pura pura jadi pacaran ternyata bisa jadian beneran, Reno gerakan pelan tapi pasti diberikan untuk Dela. Membuat Dela betah diajak gulet panas berkali kali.


Dilain sisi, Radit memantau beberapa ruko yang akan dijadikan tempat usaha mahasiswa dan beberapa dosen yang mau di fasilitasi tempat jualan.


"Ini ruko punya pribadi atau punya kampus ka?" Tanya Ibnu yang ikut memantau pembangunan toko.

__ADS_1


"Ruko ini punya kampus, karena ini masuk ke proyek kampus untuk bantu mahasiswa dan dosen yang mau buka usahanya, jadi koprasi untuk mahasiswa pinjam modal jualan sih, setiap bulannya mereka mengembalikan modal yang di pinjem ke kampus, tanpa bunga sama sekali, cuman pembagian keuntungan saja dua puluh persen untuk kampus setiap bulannya." Ucap Radit, merasa bersyukur dengan adanya program bantuan pinjam modal seperti ini, bisa membantu mahasiswa untuk mendapat penghasilan sendiri, untuk memenuhi ke butuhkan masing masing mahasiswa.


" Tapi lumayan juga yah ada pinjaman modal dan ada sewa ruko lagi, tempatnya cukup strategis jadi bener bener membantu mahasiswa sekali yah ka." Puji Adit yang kagum, karena kampus yang dipimpin Radit tidak sembarangan membangun ruko untuk membantu mahasiswanya


" Yah kan, kampus juga ingin memberikan yang terbaik untuk mahasiswa yang membutuhkan bantuan tempat jualan juga, sewanya juga jauh lebih murah sih, karena menyesuaikan kemampuan mahasiswa nya sendiri sih. Jadi tidak membebani mahasiswa sama sekali." Lanjut Radit berusaha menjadi wadah untuk mahasiswa yang mau mandiri untuk mencari rezeki walaupun masih kuliah.


" Kerennya ka, kampusnya the best lah bisa berguna untuk mahasiswa yang membutuhkan bantuan modal, apa lagi untuk bayar kuliah pasti kan orang tuanya tidak mudah mendapatkan biaya kuliah, dengan bantuan modal ini bisa bikin orang tuanya jualan untuk tambah tambah biaya kuliah." Lanjut Ibnu kagum, karena dengan adanya koprasi seperti ini, mahasiswa tidak akan kesulitan untuk bayar kuliah.


" Itu alasannya adik adik, hayo kita masuk kedalam ruko, rukonya ada dua kamar, diatas ada kamar dan kamar mandi untuk yang mau tinggal di ruko, dan di bawahnya juga ada kamar dan kamar mandi, biar tidak usah naik turun tangga untuk ke kamar mandi saja." Lanjut Radit yang ingin total, membantu mahasiswa nya oleh karena itu, memberikan ruko yang nyaman untuk di tempatkan.


" Hayo ka, saya juga tidak sabar mau melihat dalam rukonya ka, dari luar saja sudah bagus karena" Lanjut Ibnu yang penasaran dengan dalam ruko, apa lagi ruko ini fasilitas untuk mahasiswa yang mau mandiri dan jualan sendiri


Radit langsung ajak kedua adik iparnya, untuk lihat lihat dalam ruko yang masih dibangun, saat peresmian ruko untuk mahasiswa, akan dihadiri oleh Reno sebagai pemilik kampus.


" Mau beli apa lagi sayang? Mainan untuk Lulu sudah banyak sayang?" Tanya William heran, karena Wiwin semangat beli mainan untuk anaknya, padahal Lulu belum mengerti apa yang dibeli bunda nya.


" Aku mau beli bandana sayang, punya Lulu sudah kekecilan sayang, kasihan kan cantiknya kurang sempurna sayang." Ucap Wiwin yang sibuk pilih bandana untuk Lulu


" Yah sudah bunda pilih saja mana yang bagus, untuk Lulu" Lanjut William malas banyak protes, pasti bisa bikin Wiwin ngambek seharian karena hal sepele saja.

__ADS_1


Dilain sisi, Reno periksa email masuk ke email perusahaan, membuat Reno jadi bingung karena harus ke luar kota beberapa hari, membuat Reno tidak tega meninggalkan Dela sendirian di rumah.


" Ada masalah sayang?" Tanya Dela penasaran karena wajah Reno berubah pucat seperti itu


" Ada kunjungan kerja sayang, tapi aku tidak tega meninggalkan bunda sendirian di rumah sayang" Lanjut Reno yang ragu meninggalkan Dela sendirian di rumah


" Resiko sayang, namanya juga punya banyak proyek sayang, yah harus siap tinggalkan istri beberapa hari di rumah, tinggal saling percaya saja." Lanjut Dela berusaha santai, Dela berusaha tidak egois karena Reno keluar kota karena pekerjaan bukan karena mau jalan jalan.


" Terimakasih yah sayang, aku lega sayang jika bunda sudah memberi ijin sayang." Lanjut Reno meluk Dela saking bahagianya


" Pulang yuk, kalo kelamaan disini pasti minta nambah lagi deh ayah." Ledek Dela, padahal Dela sendiri yang minta terus menerus, sampai Reno nyerah mengimbanginya


" Bisa saja bunda ini" lanjut Reno gemes melihat Dela, yang pura pura tidak minta lebih, padahal dari tadi Dela yang minta nambah gulet panas, sampai akhirnya Reno dan Dela pulang sore.


Reno bawain tas dan plastik bekas makan, supaya Dela tidak bawa apapun saat pulang ke rumah, Dela langsung masuk mobil duluan baru disusul Reno yang nyusun barang bawaan nya di kursi belakang.


" Ada yang mau dibeli sayang? Sebelum kita sampai di rumah?" Tanya Reno sambil pakaikan setibel ke Dela.


" Beli cemilan saja sayang, isi kulkas yang ada didalam kamar sudah habis sayang" Ucap Dela, Dela membenenarkan duduknya

__ADS_1


" Siap meluncur ke mall, sekalian kita makan malam yah disana." Lanjut Reno perlahan menjalan kan mobilnya, dengan kecepatan sedang


Dela nurut saja diajak Reno ke mall, padahal beli cemilan cuman alasan Dela saja, karena ingin menghabiskan hari ini full di luar rumah bersama Reno berdua.


__ADS_2