
Reno ngajak Natasya menjauh dari pintu masuk, dan ngobrol berdua didepan kamar. Reno langsung tampar Natasya berkali kali membuat Natasya pegang kedua pipinya yang terasa sakit dan perih.
" Mau kamu apa hah? kamu yang tega selingkuh dan tega mengkhianati cinta saya. kamu juga lebih memilih selingkuhan kamu dan sekarang kamu hadir ditengah tengah kebahagian saya, dan bilang didepan Dela jika saya ada hubungan bersama kamu dan punya anak? heh perempuan tidak tahu diri, tadi kamu lihat akibat ulah kamu, istri saya sampai keguguran dan sekarang kondisinya belum sadar kan diri?" Tanya Reno penuh amarah, Reno usir Natasya karena ketahuan gulet panas dirumahnya disaat Reno tidak ada di rumah, disaat Reno pulang tanpa kasih kabar sama sekali, membuat perselingkuhan Natasya langsung kebongkar
" Mau aku? kamu akui anak kamu, dan biarkan dia besar ditengah tengah kebahagian kamu dan Dela. walaupun aku salah tapi kamu tidak bisa lepas tangan seperti ini terus menerus. kasihan anak itu diasingkan terus menerus, karena tidak memiliki bapak kandung sama sekali. mau sampai kapan anak kita di rumah terus?" Tanya Natasya nangis memikirkan nasip anaknya di masa depan
" Itu bukan urusan saya, ingat ancaman saya, jika kamu nekat lagi untuk ketemu Dela dan bahas masa lalu kita sudah berakhir, apa lagi bahas soal anak, jangan harap kamu hidup bahagia, dan bisa ketemu anak kamu itu lagi mengerti?!" Tanya dan ancam Reno, Reno pegang dagunya Natasya dengan kencang membuat Natasya menahan rasa sakit.
__ADS_1
" Jahat sekali kamu mas, walaupun kamu benci ke aku, bukan berarti kamu membuang anak kamu begitu saja, dia punya hak untuk bersama kamu, apa lagi kesempatan Dela memiliki anak lagi sangat kecil, dari pada paksa Dela untuk memiliki anak yang akhirnya membuat Dela dalam bahaya. lebih baik kamu dan Dela besar kan anak kita." Lanjut Natasya tidak peduli dengan kondisinya Dela, Natatasya cuman memikirkan nasip masa depan anaknya.
Plak satu tamparan mendarat di pipinya Natasya, membuat Natasya pegang pipinya, karena Reno tampar dirinya lagi.
" Jangan mimpi, tamparan tadi supaya kamu sadar dengan kenyataan dan keputusan kamu untuk selingkuh, saya tidak main main dengan ancaman saya Natasya mengerti kamu." Bentak Reno langsung dorong Natasya sampai jatuh ke lantai.
Dilain sisi, William senyum sinis melihat Radit setia tungguin Dela di rumah sakit, meninggalkan pekerjaan sama sekali.
__ADS_1
" Mau sampai kapan kamu simpan perasaan salah itu? kamu jangan jadi perebut istri sahabat sendiri? apa kamu tidak tega dengan Reno?" Tanya William menatap Radit yang pegang tangannya Dela.
" Entah lah ka, apa lagi saya mendengar kabar Dela keguguran merasa tidak tega ka, apa lagi membayangkan Dela sadar nanti tahu jika anaknya sudah tidak ada ka." Ucap Radit yang masih lihatin Dela yang masih betah tidur
" Harus bisa melupakannya, Kaka tidak mau ada masalah antara kamu dan Reno karena perasaan kamu ke Dela itu mengerti?" Tanya William dengan tegas, tidak ingin adiknya sebagai perebut istri orang, apa lagi Reno sangat berjasa untuk keluarnya.
Radit yang mendengar ucapannya William langsung nunduk bingung, begitu sulit untuk melupakan perasaannya ke Dela.
__ADS_1