
Di kamarnya Bibah tidak bisa tidur memikirkan anak pertama Pak Hendrawan yang perkataan nya sangat pedas menandingi seblak level 10.
" jangan potong gaji Bibah Bu, biar bibah keluar Aja Dari sini bu gak apa-apa. terima kasih ibu Dan bapak sudah menerima Bibah bekerja dengan baik dirumah ini "
Ahh Bibah menghela nafasnya mengingat kata-kata Yang ia ucapkan tadi Di depan Bu Harti,Pak Hendrawan Dan Harlan.
Jujur Bibah sangat betah bekerja Di keluarga Pak Hendrawan. Bukan hanya Karena royal, tetapi memang keluarga Pak Hendrawan sangat memanusiakan manusia siapapun.
" Apa Pak Harlan bukann anak kandungnya ya, kenapa beda sendiri sikapnya huh "
Bibah menyiapkan hati Dan mentalnya juga barang-barangnya untuk besok. Jika memang anak pertama sang majikan itu bersikeras ingin mengecat Bibah ,Bibah siap tereliminasi.
Untuk menghemat waktu besok, Bibah menyiapkan barang-barang dirinya Yang ia Beli sendiri untuk dibawa pergi. pemberian-pemberian Dari Bu Harti Dan lainnya Bibah tidak bawa. Ia tak ingin mendengarkan ucapan seblak mercon Harlan.
Setelah selesai merapihkan barangnya, Bibah bersandar Di kasur empuknya. Kasur terempuk Yang ia pernah pakai untuk tidur.
Dengan ponsel canggihnya Bibah mencari lowongan Pekerjaan sebagai asisten rumah tangga. Bisa saja ia meminta info Dari grup Chat Pembantu Komplek Bunga, tapi ia tak ingin membuat Nama keluarga Pak Hendrawan buruk Di Mata penghuni Komplek Bunga.
Bibah mendapat info lowongan Di instakilo. Ia bergegas mendatanginya besok. Setelah mencatat alamat Dan nomor tlp nya pun Bibah beranjak untuk tidur Karena sudah lelah juga matanya menangis Dan menatap Layar ponsel.
Sedang Di kamar Harlan, Pria itu sedang mengelus keris tumpulnya Yang sakit akibat tendangan
kaki Bibah.
" Awas Aja kalau Gak fungsi Lagi, Gue bakal Minta tanggung jawab Sama Pembantu songong itu " Gerutu Harlan Di kamarnya.
***
Pagi Hari Bibah terlihat lebih lesu. Beruntung Hari Ini tidak belanja sayur Di Bang Vegi.
Arka Yang tidur lelap Karena lelah itu pun membuka matanya mendengar Panggilan Bibah Dari balik pintu kamar.
TOK TOK TOK
" Mas Arka ,bangun mas ditunggu bapak Sama Ibu sarapan " Panggil Bibah Dari luar kamar.
__ADS_1
CEKLEK
Bibah membangunkan Arka tapi pintu kamar sebelah Yang terbuka.
" Berisik banget sih Masih pagi " Harlan membuka Pintu Dan menampilkan wajah Tampan Dan juteknya.
" Maaf Pak, saya diminta Ibu bangunin Mas Arka " Bibah menunduk tak berani menatap Harlan.
" Arka lo panggis Mas, Gue lo panggil Pak. emang Gue bapak lo Apa.. Dasar Pembantu songong " Omel Harlan Lagi.
" Mas Harlan kapan dateng? " Arka membuka Pintu Dan menampilkan wajah bantalnya.
" Semalem , kirain Gak Ada kamu Ar " Sahut Harlan biasa saja ke Arka..
" Mas Arka ditunggu Di meja makan sama ibu buat sarapan " Bibah tersenyum ke arah Arka membuat Harlan murka Lagi.
" Sama adek Gue lo Manis banget,Sama Gue galak " Ujar Harlan Dan berlalu tanpa permisi.
Bibah meringis " Perasaan Yang galak dia deh huhuhu " Bathin bibah
" Iya Mas, Bibah permisi dulu . Mas Arka jangan lama-lama ya " Ucap Bibah
" Kenapa kalau lama ,kangen ya ? " Goda Arka.
" Bukan mas, itu Bu Har Dan bapak nungguin Mas Arka biar sarapan bareng " Sahut Bibah lalu ia permisi.
" Sudah bener sih Bi kamu dideketin, Di godain Hufftt "
***
Di meja makan sudah lengkap formasi keluarga Hendrawan walau Masih minus anak kedua mereka.
Seperti biasa Bibah mengambilkan makanan untuk Bu Harti Setelah Bu Harti mengambil makanan untuk Pak Hendrawan.
Bukan ingin membudakkan Bibah, tapi Bu Harti merasa seperti Di layani anak perempuan nya . Jadi bibah diminta untuk mengambilkan makanan.
__ADS_1
Setelah selesai Bibah pun Pamit ingin ke dapur kembali. ia tidak ingin berlama-lama berada satu ruangan dengan Harlan.
" Loh koq pergi, makanan Gue belum lo ambilin " Harlan mulai bersuara .
Semua menatap Harlan, bu Har Dan sang suami membiarkan saja selama tidak keterlaluan.
" Ambilin Bib " Ujar Bu Har. Bibah pun mengangguk dan mengambilkan sarapan untuk Harlan.
" Mau pakai Apa Pak isi rotinya " Ucap Bibah dengan suara bergetar.
" Gue Aja deh lo lama " Dan lagi-lagi seblak mercon keluar Di pagi Hari.
Bibah hanya bisa menghirup udara banyak-banyak agar tidak kehabisan oksigemn Karena sempat terdiam Menahan nafasnya.
" Aku dong Bi ambilin " Arka berusaha membuat Bibah normal kembali.
" Ambil sendiri Ar " Celetuk pria judes itu .
" Iya " Arka Yang takut dengan Harlan pun langsung mengambil sendiri. Dan Bibah langsung pergi menuju belakang rumah.
Bibah menangis ia tak tahan rasanya Di bentar terus.
Saat Bibah menangis Harlan muncul tiba-tiba.
" Gitu Aja cengeng, Gue Minta maaf " Ujarnya lalu berlalu Pergi.
Ternyata Harlan diminta Bu Har untuk meminta maaf kepada Bibah. Bu Har takut Bibah pergi Dan benar-benar keluar Dari rumah nya akibat perkataan Harlan.
" Udah ? " Tanya Pak Hendrawan.
" Udah, sayang banget sih Sama Pembantu " Gerutu Harlan.
" Ya iyalah, perhatian juga dia ke Mamah dibanding istri kamu itu " Ucap Bu Harti to the Point. Dan Harlan pun tak membela diri. Karena memang kenyataanya begitu.
***
__ADS_1
Siapa Yang mau pites Harlan monggoo