Bibah Pelayan Sexoy

Bibah Pelayan Sexoy
Meleleh


__ADS_3

" Ada Apa Mbak Shel " Ucapan Arka membuat dahi Bibah mengerut.


" Mas Arka ini Bibah hiks hiks " Belum.berbicara panjang lebar Bibah sudah menangis. pada siapa lagi dia mengadu.


" Tarik Nafas bi, trus bicara pelan-pelan " Ujar Arka diseberang sana.


Bibah pun menurut Apa Kata Arka .Setelah tenang Bibah mulai bicara kembali.


" Tolongin Bibah mas ,tolong hubungi Satpam dirumah ibu, Bibah kecopetan hiks hiks " Bibah menangis kembali.


Arka berusaha mennenangkan Bibah dan memastikan kalau Bibah Akan segera dijemput .


" Kamu sebutin Aja Kamu Dimana ,kamu tunggu disana Dan jangan kemana-mana ". Terdengar Arka Yang khawatir Karena bu Har bilang Bibah pergi Dan tak lama Bibah menghubunginya kalau dirinya kecopetan.


Bibah pun menyebut tempat dimana ia berada. Setelah beberapa menit berbicara . Bibah mengembalikan ponsel ke wanita bernama Sheila Yang menatapnya intens.


" Kenal Sama Arka? siapanya Arka ya ? ibu ,Satpam ? Apa Ada hubungannya dengan keluarga Arka ? "


Sheila bertanya-tanya Dalam hatinya Dan dibuyarkan lamunan nya oleh Bibah Yang memanggilnya.


" Nyonya, terima kasih banyak sudah Bantu saya " Dengan wajah polos nya Bibah mengucapkan terima kasih.


Pria Di sebelah Sheila mengeluarkan uang seratus ribuan untuk Bibah agar Bibah bisa pulang tapi ditahan oleh Sheila.


" Nanti diKira dia pengemis,bisa masuk penjara Kita. udah Gak usah kasih. Nanti dia juga Ada Yang jemput. " Sheila Menahan uang Dari dompet teman prianya itu.


Bibah Yang melihatnya mengerti. " Tidak perlu Tuan terima kasih banyak ,saya sudah cukup terbantu dengan diberikan pinjaman ponsel tadi " Bibah mengangguk sopan Dan tersenyum .


" Ya sudah Ayo Kita ke Dalam Dan langsung pergi " Ajak Sheila ke teman prianya itu.


Bibah pun duduk sendirian Di depan parkiran ruko besar indojuni itu.


Terasa lama sekali untuk Bibah saat itu, hingga menjelang Malam, beberapa pria Yang terlihat jalan sempoyongan menghampiri Bibah. Berusaha menggoda Bibah, rasanya Bibah ingin berlari tapi kakinya tertahan.


Orang-orang sekitar Yang melihat tidak berani mendekat Karena semua Yang menggangu Bibah terlihat sangar. Bahkan Salah satu orang itu berani mencolek-colek dagu Bibah.


" Ibu hiks hiks tolong Bibah, siapapun tolong Bibah " Jerit Bibah Dalam hatinya.


Saat tangan Bibah ingin ditarik oleh Salah satu pria berandal itu tiba-tiba dipukul oleh seseorang.


BUGHH..

__ADS_1


Bibah sudah pasrah Dan menutup matanya sambil menangis. Tapi merasa tangannya tak dipegang Lagi Bibah pun membuka matanya.


" Pak Harlan " Gunam Bibah.


Terlihat Harlan menghajar pria-pria penggangu Bibah sambil mengumpat .


Tidak butuh waktu lama semua lari menjauh.


" Pak Harlan Hiks hiks makasih " Bibah menghambur ke pelukan Harlan. Harlan Yang tak siap hampir saja terjatuh.


" Makanya kalau punya otak itu dipakai buat mikir bukan kabur Dari rumah " Tetap kalimat pedas keluar Dari mulut Harlan.


Bibah menangis Dan menganggukan kepalanya. Harlan ingin mengusap rambut Bibah tapi tidak jadi .


" Ya udah Ayo pulang, lo udah ditunggu orang rumah ,panik semuanya gara-gara lo nih " Omel Harlan Lagi.


" Iya Pak maaf " Ucap Bibah pelan.


" Udah makan belum ? " Tanya Harlan Masih dengan nada jutek.


" Tadi udah tapi belum bayar " Lirih Bibah.


" Kan kecopetan Pak " Lirih Bibah Lagi.


" Ah iya Gue lupa . ya udah bayar dulu dimana "


Bibah pun mengajak Harlan ke tempat Pecel ayam tadi.


" Ketemu neng copetnya ? " Saat masuk ke tenda Pecel ayam itu, Bibah Dan Harlan disambut oleh sang empunya.


Bibah mengggeleng.


" Maaf ya bu,Bibah tadi makannya belum bayar. ini mau Dibayarin Sama Pak Harlan " Ujar Bibah pelan.


" Udah Gak apa-apa Gak usah neng, Kan Lagi kecopetan " Ujar si bapak pemilik warung Pecel ayam itu.


" Tuh Kan Gak usah " Ujar Harlan lalu ia duduk Di Salah satu bangku, Bibah pun mengikutinya.


" Saya boleh gratis juga Gak Pak ? " Tanya Harlan .


Si bapak pemilik warung main lihat-lihatan dengan sang istri. Bibah tertunduk Malu ingin mengumpat anak majikannya tapi Harlan habis menolong dirinya .

__ADS_1


" Boleh Mas , saya buatkan ya . mau makan Apa mas ? " Bapak pemilik warung mengiyakan.


Harlan meminta Pecel ayam pa-ha dua ,es teh Manis Dan ati ampela, untuk nasinya is meminta nasi uduk.


Setelah disediakan Harlan makan dengan lahap tanpa menawarkan ke Bibah.


" Huft pengen nyubit Aja klo bisa,sayang habis nolongin aku. demen banget manfaatin kesempatan sih Pak harlan. Padahal orang kaya "


Gerutu Bibah Dalam hati.


" Gak usah ngomel-ngomel dalem Hati " Ujar Harlan tanpa dosa makan dengan lahap nya.


Bibah hanya menekan saliva nya kasar Karena Harlan seperti cenayang, tau Apa Yang dia pikirkan .


Selesai makan Harlan berdiri . " Ayo balik " Ajaknya.


Harlan lalu menghampiri pemilik warung untuk mengucapkan terima kasih Dan mengeluarkan uang Di sakunya . Uang berwarna merah sebanyak sepuluh lembar Diberikan untuk empunya warung.


" Terima kasih ya pak udah ngasih saya makanan gratis. " Sambil bersalaman tanpa sungkan berjabat tangan dengan pemilik warung . Harlan menampilkan senyumnya Dan mengucapkan terima kasih .


Bibah terkesima dengan senyuman tulus Harlan Dan wajah Tampan Yang tidak menampilkan kesan jutek Lagi.


" Ya ampun cakep banget ya Pak Harlan baik Pula "


" Ya ampun Mas ini banyak banget " Pemilik warung kaget menerima uang Dari Harlan.


" Buat anak dirumah " Ucap Harlan sambil tersenyum Lagi .


" Duh meresahkan " Bibah tiba-tiba meleleh hatinya.


" Makasih Mas, makasih, saya doain biar hubungannya dengan neng Bibah langgeng " Ujar istri pemilik warung dengan wajah yang berbinar.


" Aamiin " Sahut Harlan sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan.


Dan bberapa detik kemudian kaget. " Eh koq Bibah "


Ada Yang meleleh bak keju mozarela.


Ada Yang kaget Pula sambil menatap Bibah.


Minta sajennya bestie... Biar neng Mput up tiap Hari 😘.

__ADS_1


__ADS_2