
Pandangan Bibah ke Harlan saat ini berubah menjadi kagum. Saat ini ya. tolong dicatat.
Keduanya Kini berada Di Dalam Mobil Harlan.
" Lo koq bisa kecopetan sih ? " Tanya Harlan Masih mode judes.
" Namanya musibah Gak ada Yang tau " jawab Bibah pelan.
" Bukan itu, maksud Gue, lo bisa ngehajar Gue pakai sapu, nendang benda kesaktian Gue pakai kaki lo sekuat tenaga , Sama cowok sempoyongan Gitu lo Gak berani " cibir Harlan.
" Bibah udah takut duluan Pak ,dia rame-rame udah mau narik Bibah duluan, Bibah takut diapa-apain Pak Hiks hiks " Tangis Bibah pun pecah.
" Ckk lo Kalo deket Gue nangis terus, nih " Harlan mengambil tissue Dan memberikan nya ke Bibah .
" Maaf Pak, cuma Masih ngebayangin gimana kalau tadi bapak Gak dateng " Lirih Bibah.
" Hmm " Sahut Harlan.
" Makasih ya Pak " Bibah mengucapkan dengan tulus .
" Hmmm " Jawab Harlan sambil tangannya sebelah kiri mengangkat-angkat celana yaang ia pakai agak keatas.
Bibah melihat pergerakan Harlan bingung .
" Ih bapak mau ngapain " Tanyanya meringis.
" Tarik celana Gue ke pangkal pa-ha " jawabnya datar.
" Bapak mau ngapain " Bibah lalu menjauh Dan mendekat ke kaca sebelah kiri Di sampingnya.
" Jangan kepedean, nih kaki Gue melepuh Karena siapa " Gerutu Harlan sambil tangannya terus menarik2 celana pendeknya.
Dan Karena Harlan tidak fokus hampir saja menabrak pembatas jalan .
" Aawwhh " Bibah Menjerit Karena dahinya terkena kaca. Harlan pun berhenti Dan memeriksa kepala Bibah.
" Ada Yang sakit ? " Tanya Harlan.
Bibah mengggeleng.
__ADS_1
" Syukur deh. tunggu sebentar ya Gue narik celana dulu nih biar enak " Ujar Harlan menarik celananya ke atas Dan Bibah langsung menutup Matanya.
" Ya ampun Pak, Bibah Masih pera-wan jangan dipapa2in " jerit Bibah tertahan .
" Apan sih ini gara-gara lo tau , lo numpahin teh panas Dan berakhir merah-merah di pa-ha Gue " datar tapi Judes kira-kira begitu ya wajah Harlan saat ini.
" Buka Mata lo cepet " Pinta Harlan.
Dan Bibah membulatkan matanya melihat ruam-ruam merah Di Pa-ha Harlan.
" Ya ampun Pak ini begini jadinya " Ringis Bibah sambil melihat ke pa-ha Harlan.
" Hmm " jawab Harlan.
" Sakit ? " Tanya Bibah.
" Banget "
" Gak berobat ? "
" Udah ,Dan ini sampai belakang tau Gak " Ujar Harlan.
" Maaf ya Pak " Bibah menunduk menyesali sikap teledornya.
" Mas Arka pernah begini Pak ,tapi Di tangan trus Pake salep Apa gitu cepet hilang " Ujar Bibah sambil mendekat ke arah Harlan Dan melihat Lukanya.
Harlan menekan saliva nya kasar melihat belahan jalur pembatas da-da Bibah, Karena posisi Bibah agak menunduk .
" Gede asli ternyata " bathin Harlan dan tiba-tiba keris tumpulnya pun mulai membesar . Harlan buru-buru mengatupkan kakinya.
" oh gitu. udah liatnya.Awas - Awas nanti gue gak konsen bawa mobil ,mau Kita jatuh hah " ujar Harlan sambil menjalannkan mobilnya kembali.
Bibah mengangguk Dan keduanya terdiam sampai Di halaman rumah keluarga Hendrawan. Sebelum turun Bibah mengucapkan terima kasih Dan mengutarakan Kata maaf sekali lagi ke Harlan.
" Ya Gak apa-apa tapi nanti kalau Gue butuh bantuan, bantuin ya " Ujar Harlan Lagi. sambil menatap Bibah.
Bibah pun menampilkan senyum termanisnya Di depan Harlan sebelum Harlan berlalu pergi menjauh.
Harlan menarik sudut bibirnya tipis.
__ADS_1
" Pak.. " Panggil Bibah .
Harlan menoleh ke arahnya.
" Bareng Pak, Bibah takut dimarahin ibu "
" Ada juga Gue Yang dimarahin Mamah Sama papah gue sendiri. lo mah nggak " Ujar Harlan.
Bibah Dan Harlan berjalan berdampingan .Melihat bibah Bu Harti langsung memeluk Bibah.
" Ya ampun Bibah akhirnya ketemu .kamu gak apa-apa ? Ada Yang Luka ? diapa-apain Gak Sama copetnya ? " Bibah dipeluk bu Har Dan diputar-putar tubuhnya.
" Maafin Bibah ya Bu , Pak " Ucapnya sambil menunduk. Bu Har mengangkat wajah Bibah.
" Dimarahin tapi jangan pergi Lagi ya, ibu kesepian " Bu Harti menampilkan wajah khawatir nya.
" Nih Arka berisik banget tanyain kamu terus udah sampai Apa belum " Pak Hendrawan gantian bicara.
" Iya Pak maafin Bibah ,Bibah nyesel udah mau Coba keluar Dari rumah ini " Malu rasanya Hati Bibah saat ini.
" Udah Kan ? ya udah ya. Aku mau keatas dulu mah, Pah " Ujar Harlan.
" Pak Harlan " Panggil Bibah saat Harlan beranjak pergi.
" Apa Lagi. Gue mau obatin kaki Gue dulu nih " Ucapnya ketus.
" Makasih Pak . Nanti Bibah Bantu obatin " Janji Bibah .
" Gue tagih janji lo " Harlan berlalu pergi Dan Bibah tersenyum.
" Udah Gak takut ? " Tanya Bu Har senang melihat Bibah menerima Harlan Dan sebaliknya Harlan menerima Bibah.
" Udah nggak Bu, Pak Harlan baik " Ujar Bibah.
." God lah . Dia anak baik koq hanya Aja..." Bu Har tidak melanjutkan perkataanya.
" Udah Sana, Bibah Mandi, bersih-bersih trus hubungi Arka ya " Ujar Pak Hendrawan.
Bibah mengangguk Dan bergegas ke kamarnya Di belakang dekat dapur sambil menemui Mbok Jum.
__ADS_1
Hanya Aja kenapa ya Pak Harlan ....
Jangan lupa sesajen buat ritual setelah baca 😘