
" Hahahaha Mas Arka suka bercanda Aja. Udah ah mas, Bibah mau masak dulu. Mas Arka dari pulang belum ganti bajuloh itu " Bibah tergelak Dan tidak menganggap serius ucapan Arka tadi.
" Mending ganti baju dulu mas , nanti Bibah Aja Yang lanjutin kasian mas Arka capek" Bibah melanjutkan ucapannya Masih dengan tersenyum.
Pak Hendrawan,Bu Harti Dan Arka malah main tatap - tatapan melihat Dan mendengar reaksi Bibah itu.
Tak lama Bu Harti pun tertawa antara meringis Dan juga lucu. Arka seperti ditolak mentah - mentah oleh Bibah. Pak Hendrawan pun Sama , kedua orang Tua itu melupakan hal Yang terjadi diantara keduanya tadi Dan lebih memilih masuk ke kamar bersamaan.
Sedang Arka akhirnya Pamit Dari dapur Dan menuju kamarnya juga.
Kamar Arka berdekatan dengan kamar orang tuanya. Sebelum masuk ke kamar Bu Har sempat menggods Arka. " Semangat kakak " sambil cekikikan .
" Hust mama ini , anaknya Lagi terpotek hatinya malah digodain " Papa mengomentari kelakuan sang istri.
" Lucu Aja pa, anak Kita ganteng, temen-temen mama suka langsung WA mama kalau mama Lagi Pasang photo Arka. Pengen jodohin anaknya lah, mau buat kerjaan bisnis bareng keluarganya lah, mau Minta kenalin ke anaknya lah. ini lah itu lah ..
Ehh ini dia ,si Arka suka Sama Bibah, Bibahnya biasa Aja "
Bu Har pun tergelak dengan ucapan nya sendiri.
Dia tidak marah atas Apa Yang Bibah ucapkan tadi. Menurut nya wajar saja Bibah begitu. mungkin Bibah kaget atas ucapan Arka Yang tiba-tiba.
" Mama ini anaknya Lagi sedih itu " Pak Hendrawan menunjukkan bibirnya ke arah Arka Dan Arka menatap Sang mama dengan tatapan penuh sebal.
" Ditolongin kek anaknya Ma " Arka mencebikkan bibirnya.
" Iya nanti mama bantuin, Kamu juga jangan terlalu aktif, Bibah Gak suka Yang terlalu begitu " Ujar Bu Harti.
" Aneh emang si Bibah ya mah, anak Kita kurang Apa Coba " Pak Hendrawan terkekeh mendengar ucapannya sendiri.
" Asal kamu tau Arka, selain kamu Yang ngebet Sama Bibah, anak-anak nya temen Mama juga pada mau Sama Bibah kalau Bibah ikut ke acara Mama, tapi Bibah cuek Aja Gak menganggap mereka. Padahal disitu Bibah punya banyak pilihan loh. Dari Yang bekerja Di perusahaan terkenal, punya usaha sendiri, punya perusahaan warisan orang tuanya bahkan sampai Ada Artis loh mau Sama Bibah. "
Bu Harti menjelaskan ke Arka Dan Arka membelalakan matanya, sekolah meminta jawaban atas apa Yang Ibunya ucapkan.
__ADS_1
" Beneran ,mama Gak bohong, Tanya Bibah. Emang itu Yang dipakai Bibah Dari mana? Sebagian Dari fans nya Bibah " Bu Har menengok ke arah Pak Hendrawan.
" Ya Kan Pah ? " Bu Har meminta dukungan ke sang suami atas ucapannya .
" Iya, rekan kerja papa Aja mau jadiin Bibah istri kedua tapi Bibah Gak mau " Papa ikut mengompori sang Anak. Dan memnag itu kenyataan nya .
Pernah saat rekan bisnis Pak Hendrawan datang kerumah, langsung terpesona ingin meminang Bibah. Tentu saja Bibah langsung menjaga jarak saat diajak berbicara oleh rekan bisnis Pak Hendrawan.
Pak Hendrawan hanya tertawa melihat interaksi itu.
" Langka banget emang Bibah " Arka menghela napasnya Dan langsung masuk ke kamar.
" Semangat Kakak " Kini gantian Pak Hendrawan menyemangati anaknya .
" Bantuin deketin kek Apa kek, malah semangat kakak,semangat kakak " Arka menggerutu kesal.
Sedang kedua orang tuanya langsung tertawa Dan ingin melakukan ritual Di kamarnya
•••
" Mas Arka.. udah mateng nih mas masakannya ,mau sarapan dimana Mas " Bibah bertanya Dari luar kamar Arka.
" Di belakang Aja Bi bilang Sama Mama Dan Papa juga ya " Arka membuka Pintu menyahut omongan Bibah sambil tersenyum Manis.
" Okeh, Bibah bilang Sama Ibu Sama Bapak nanti Mas " jawab Bibah sambil melangkah ke arah kamar nyonya Dan than besarnya itu.
" Ah papa Masih hebat Aja sih " Saat Bibah ingin mengetuk terdengar suara Yang lumayan membuat Arka traveling saat sang ibu membuka Pintu kamarnya.
Arka mengikuti langkah Bibah tadi.
Bu Har membuka Pintu Dan melihat Arka Dan Bibah Di depan pintu kamar mereka.
" Hayooo nguping ya " Bu Har malah tertawa meledek kedua anak muda Di depannya.
__ADS_1
" Kurang kerjaan, Ayo bi Kita ke belakang Aku bantuin siapin makanan Di meja taman belakang " Arka menarik tangan Bibah. Dan Bibah pasrah saja dipegamg tangannya oleh Arka.
" Kasihan Gak sih Ma, kalau perasaan Arka Gak dibalas ? Kalau Bibah suka harusnya dia deg-degan Dan gugup tuh tangannya dipegang Arka gitu " Ujar Pak Hendrawan.
" Kasihan sih, tapi biarin Aja Gak usah Kita paksa Pah, perasaan orang Kan Gak bisa dipaksa " Ujar Bu Har.
" Ah mama bisa papa paksa waktu papa Lamar " Ujar Pak Hendrawan.
" Dulu mama Lagi sakit hati ya Pa Sama mantan mama pa, makanya mama mau Aja diajak nikah papa "
" Oh jadi sampai sekarang Gak ikhlas nikah Sama papa ? " Mode cemburu mulai menghampiri pria paruh Baya itu.
" Ckk Kan dulu , Masih bahas Aja sih " Mama mengerling kesal.
" Tapi perasaan mama gimana sekarang ke mantan mama ? "
" Ya ampun Pa. udah Gak zaman Kita bahas beginian Pa, tuh tuh anak Kita tuh ayok bantuin Lagi mau deketin Bibah " Mama yak habis pikir dengan pikiran sang suami Yang sudah menikahinya puluhan tahun lalu.
" Papa Masih Gak terima " Mode ngambek.
" Nanti malem mama kasih sajen Lagi, udah jangan ngambek " Bu Har menarik tangan suami ambekannya itu.
" Dua Kali " Kata Pak Hendrawan menawar.
" Ckk kayak kuat Aja " Mama mulai mencebik Lagi.
" Ma.. Papa Masih kuat, mama Yang Gak mau Di bolak balik Sama Papa " tak mau kalah Pak Hendrawan dengan sang istri.
" Emang mama Tempe mendoan Lagi digoreng Di bolak balik " Bu Har tak pernah kehabisan Kata untuk menyahut ucapan suaminya itu.
" Mama bukan Tempe mendoan, tapi kue lapis ma, legit " Pak Hendrawan mencolek dagu Bu Har.
•••
__ADS_1