Bintang & Rembulan

Bintang & Rembulan
Part 13


__ADS_3

Bintang memandang ke arah Rembulan yang saat ini tengah terlelap. Wajah damai wanita itu begitu menghanyutkan. Mereka telah pulang ke rumah masing-masing dari liburan dan Rembulan tidak langsung pulang ke rumahnya dan singgah terlebih dahulu di rumah Bintang.


Hingga pada akhirnya ia pun terlelap di rumah laki-laki tersebut. Bintang tidak tega untuk membangunkan Rembulan. Tampaknya wanita itu kelelahan karena perjalanan mereka untuk berlibur. Maka dari itu Bintang membiarkan Rembulan tertidur di kamarnya.


Bintang terus berada dalam pantauan sang Ibu karena khawatir anaknya akan berbuat lebih. Apalagi Bintang adalah seorang laki-laki normal. Hanya saja Rembulan yang tidak bisa mengerti. Ibunya Bintang hanya berharap bahwasanya jodoh anak laki-lakinya tersebut benar-benar rembulan Karena ia merasa kasihan dan bisa melihat dengan jelas dari mata Bintang yang begitu mencintai Rembulan.


Sang ibu masuk ke dalam kamar anaknya dan duduk di samping Bintang. Ia meraih tangan anak itu dengan mata yang tertuju ke arah Rembulan. Senyum di wajahnya tidak luntur melihat Rembulan yang memang sangat terlihat anak baik-baik saja.


“Kamu seorang pria dan Mama tahu apa yang kamu rasakan. Mamanya Rembulan berkata bahwa dia tidak bisa dinasehati selain kamu yang menasehatinya. Jika tidak ingin bertanggung jawab terhadap sesuatu yang buruk maka suruhlah dia untuk tidak lagi tidur di rumah ini dan berikan pengertian bahwa dia sudah besar. Kamu sendiri yang memanjakannya dan menyuruhnya untuk tidur di sini.” Bintang menarik nafas panjang dan merasa sangat tidak terima.

__ADS_1


Merelakan Rembulan dalam hidupnya, merupakan suatu skenario yang tidak pernah ia harapkan maka dari itu tatapan di wajahnya sangat tidak nyaman dan ingin menghentikan orang-orang yang telah mengatakan bahwa Rembulan tidak semestinya tidur di dalam kamarnya.


“Mama kenapa sangat tidak yakin kepada Bintang? Bintang sendiri saja merasa yakin bahwa Bintang tidak akan pernah menyakiti Rembulan. Bintang tahu batasan untuk melakukan sesuatu.”


Ibunya memandang ke arah Bintang dengan tatapan tajam. Seperti punya orang bodoh saja dan ia tahu betul bahwa ada yang di tengah disembunyikan oleh anaknya tersebut. Ia tidak bisa membiarkan hal tersebut merajalela.


“Kamu tidak tahu kalau misalnya Mama mengerti kalau kamu menyukai Rembulan. Mungkin kamu juga tidak merasakan hal tersebut dan tidak menyadarinya. Tapi mama sebagai orang lain bisa melihatmu.”


“Kenapa Mama terlalu berpikir jauh? Tenang saja tidak akan.”

__ADS_1


Sang Ibu menarik nafas panjang dan kemudian menepuk pundak Bintang. Bintang tidak akan pernah mengerti dan laki-laki tersebut harus menyadari perasaannya sendiri sebelum orang lain melihatnya.


“Tidak masalah kalau kamu tidak mencintai Rembulan. Rembulan boleh saja tidur di sini, tapi karena mama menyadarinya makanya mama melarangnya. Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada anak orang lain?”


Bintang menghela nafas panjang dan kemudian meninggalkan kamarnya sehingga sang Ibu berduaan dengan Rembulan yang telah terlelap. Sang Ibu tidak tega melihat tatapan Rembulan yang begitu tulus.


“Nak, kamu layak untuk mendapatkan orang yang lebih pantas dari Bintang yang keras kepala. Tapi entah kenapa saya berharap bahwa kamu tetap bersama anak saya saja.”


••••••••

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2