Bintang & Rembulan

Bintang & Rembulan
Part 3


__ADS_3

Rembulan dengan semangat mendatangi rumah Bintang dan kemudian mengetuk pintu rumah sahabatnya itu hingga beberapa detik ia menunggu tampaklah laki-laki itu yang berdiri menjulang tinggi di depannya.


“Halo kak Bintang!”


Bintang menganggukkan kepalanya dan menyuruh Rembulan segera masuk. Rembulan menatap ke sekitar kamar Bintang. Ia sudah biasa masuk ke dalam kamar pria ini dan bahkan tidur berdua dengan laki-laki tersebut.


Rembulan duduk di kursi pria itu dan kemudian menunggu Bintang yang membawa kursi. Kemudian ia duduk di samping Rembulan Dan melihat Rembulan yang sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk ia bawa ke sekolah besok.


Sementara itu Bintang juga mengerjakan pekerjaannya. Ia sangat fokus dan menglist jadwal untuk besok. Apalagi besok juga ada rapat dan sebagian harus menghandle acara besok.


Waktu terus berlalu hingga Rembulan telah menyelesaikan pekerjaannya. Ia memandang ke arah Bintang yang sangat serius dengan pekerjaannya. Ia meletakkan kedua tangannya di pundak bintang lalu leher pria itu.


“Kakak lagi kerjain matematika?!”


“Hm!”


“Kakak pintar banget sih! Rembulan Jadi iri sama kakak!” pria tersebut pun menolehkan ke belakangnya dan kemudian meletakkan Rembulan di pangkuannya.


Sementara itu Bintang mengerjakan soal-soal matematika yang diperintahkan oleh Pak Andi karena ia salah satu asisten paling dipercaya Pak Andi untuk mendampingi pria itu. Jika tidak ada Pak Andi yang masuk maka dirinya yang akan menggantikan pak guru tersebut untuk mengajar.

__ADS_1


Ia memandang ke arah Rembulan yang telah tertidur. Lalu ia meletakkan penanya di atas meja. Ia melihat wajah Rembulan yang sangat lembut dan meletakkannya di atas tempat tidurnya.


Tok


Tok


Tok


Bintang mencoba membuka pintu kamar dan melihat Ibunya yang datang sambil membawa air susu. Sang ibu melihat jika di kamar Bintang ada Rembulan. Ia menatap ke arah anaknya dengan pandangan sedikit kesal.


“Kamu itu pria dan sudah besar! Tidak seharusnya kamu membiarkan Rembulan yang perempuan dan juga dewasa tidur di kamar mu!”


Bintang pun menatap ke arah Rembulan dan mengalihkan tatapannya kembali kepada sang ibu.


“Kamu pria dan mama tau bagaimana sifat asli pria!”


“Gak semua cowok kaya gitu!”


Sang ibu pun menganggukkan kepalanya. Anaknya memang sangat introvert dan tidak mungkin melakukan sesuatu kepada Rembulan.

__ADS_1


“Kalau begitu antar dia pulang! Orang tuanya pasti sudah menunggu!”


Bintang menganggukkan kepala dan melirik ke arah Rembulan yang masih terlelap. Ia pun menghampiri Rembulan dan kemudian mengangkat tubuh Rembulan yang terasa sangat ringan. Ia tak mengerti selama ini apakah Rembulan pernah makan sehingga berat tubuhnya tidak pernah naik.


Tapi ia tak peduli untuk ini dan akan memberitahukan kepada wanita itu besok pagi agar tidak memilih-milih makanan dan memakan apa saja yang diberikan oleh ibunya.


Biasanya wanita ini suka sekali memilih makanan.


Bintang membawa Rembulan pulang ke rumahnya dan ibunya yang melihat anaknya menggendong anak gadis orang lain hanya bisa menarik napas panjang dan tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan hubungan anak-anak itu.


"Kalau kena marah mamanya tanggung sendiri."


Bintang tak peduli dan kemudian mengetuk pintu rumah Rembulan dan menunggu orang tuanya keluar. Terlihat jelas raut wajah ibu Rembulan sangat kesal kepada anaknya yang selalu suka pergi ke rumah orang.


"Maafkan Rembulan dia memang tidak tahu diri."


"Tidak apa-apa Tante."


••••••

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2