Bintang & Rembulan

Bintang & Rembulan
Part 5


__ADS_3

Acara masa orientasi sekolah telah selesai dilaksanakan. Rembulan sekarang bisa bernapas dengan lega, ia mencoba untuk pergi ke kantin dan melihat banyak sekali kerja hingga ia terpaksa untuk putar balik.


Sebenarnya Rembulan menyadari bahwa di antara para pria itu ada Bintang. Akan tetapi ia masih memiliki rasa malu walaupun ia sangat dekat dengan Bintang.


"Bintang, itu ade kelas yang polos kemarin, kan?" Bintang memandang ke arah Rembulan yang telah meninggalkan kantin.


Laki-laki itu pun tahu bahwa Rembulan ingin belanja dan kantin yang memuat makanan kesukaan wanita itu hanya ada di sini. Ia lantas berdiri dan menghampiri ibu kantin.


"Bu, bakso satu ya!"


Niko dan James pun merasa bingung dan memandang ke arah Bintang pasangan laki-laki itu baru saja selesai makan dan apakah ingin menambah kembali? Mungkin saja memang Bintang memiliki perut yang sangat luar biasa.


"Tumben banget lo makan banyak!" Bintang tidak menanggapi ucapan mereka.


"Seriusan tuh cewek polos?" tanya  Nicolai yang sama sekali tidak percaya.


"Beneran sumpah. Tapi kayaknya sih cewek suka deh sama si Bintang. Wajar sih ketua kelas coy!" Seketika itu juga Bintang langsung tersedak liurnya sendiri. Yang benar saja Rembulan menyukai dirinya.

__ADS_1


"Njirt, sampai kesedak coy! Lo suka dia juga?" tanya temannya dan Bintang menggelengkan kepalanya. Antara apa yang saat ini ia pikirkan, namun ia terlihat sangat kacau sekali sehingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang salah.


"Lo kalau ngomong hati-hati!" peringat Bintang sembari memberikan tatapan tajam.


"Ngeri cok ketos kita yang satu ini!"


"Bintang, ini baksonya!"


Bintang memandang ke arah Niko dengan tatapan marah. Kemudian ia mengambil mangkok bakso tersebut dan meninggalkan kantin itu.


Bintang berusaha untuk mencari keberadaan Rembulan. Ia mengelilingi sekolah tersebut sambil membawa bangkok bakso. Tentunya orang-orang merasa heran ketika melihat Bintang yang berkeliling sekolah sambil membawa mangkok tersebut.


"Ada lihat siswa baru yang bernama Rembulan nggak?"


"Oh cewek yang pick me itu? Noh gue lihat di sana dikerumunin cowok, ngeselin sih pick me soalnya!" Bintang memandang tidak suka ke arah Maria yang hanya bisa mengatakan seenaknya saja dan tidak memikirkan bagaimana orang yang tengah dibicarakan oleh wanita itu adalah salah satu sahabat yang paling ia sayangi.


"Jangan menilai seseorang dari penampilannya. Lo gak tau apa yang terjadi sebenarnya pada hidupnya," peringat Bintang dan kemudian meninggalkan Maira dengan marah.

__ADS_1


"Salah gue apa coba? Padahal gue bilang yang sebenarnya."


Bintang menghampiri Rembulan yang sangat asyik mengobrol dengan teman cowoknya dan tidak menyadari bahwa ia telah dimanfaatkan.


"Kalian semua bubar!"


Rembulan menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat Bintang.


"Kak Bintang!" serunya bingung.


Bintang menarik napas panjang dan menatap Rembulan dengan pandangan marah. Rembulan menggaruk kepalanya bingung ingin memulai interaksi dengan pria ini dari mana. Terlihat dari raut wajah Bintang ia sangat marah. Tapi mau bagaimana lagi mereka adalah temannya dan sampai sekarang Rembulan tidak tahu bagaimana caranya menolak tanpa menyinggung orang lain.


Pasti Bintang saat ini sangat membencinya. Entah harus seperti apa membujuk Bintang.


••••


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2