
Dalam sekejap nama Rembulan begitu sangat terkenal di kalangan para siswa. Bahkan wajahnya sudah sangat tidak asing lagi. Beberapa orang membencinya karena ia memiliki kecantikan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Selain itu ia juga sangat pintar dan membuat bangga Bintang. Merasa sudah muak dengan apa yang dikatakan oleh Bintang pada akhirnya Bintang memberitahukan kepada semua orang bahwa ia dan Rembulan sahabat dari kecil dan wajar saja jika dirinya terus membela Rembulan dan tidak ingin wanita itu dimanfaatkan.
Seketika banyak orang yang iri kepada Rembulan. Ia menjadi primadona dan juga menjadi teladan bagi para siswa yang lainnya. Tentunya Rembulan sangat senang, akan tetapi di sisi Lik ka juga harus menerima hujatan banyak orang.
“Apakah orang-orang membenci Rembulan?” tanya wanita itu sembari menundukkan kepalanya dengan sedih. Ia menarik napas panjang dan setiap malamnya pasti akan datang ke rumah Bintang.
Berbagai hal ia lakukan dan Bintang sama sekali tidak marah karena merasa tidak lagi kesepian jika wanita itu ada di rumahnya.
Bintang memandang ke arah Rembulan dan melihat wanita itu yang memasang raut sedih. Bintang pun berhenti mengerjakan pr nya dan menatap ke arah Rembulan yang belum juga menyelesaikan pekerjaan rumahnya dan malah memikirkan yang lain.
“Kerjakan pr mu terlebih dahulu baru berpikir yang tidak-tidak.”
Rembulan menatap ke arah Bintang dengan tatapan sedih. Tampaknya Bintang tidak ingin membuatnya terlalu kepikiran. Tapi mau bagaimana lagi, ia memiliki hati yang lembut dan pantang dihujat sedikitpun. Untungnya ia memiliki teman yang baik.
__ADS_1
“Rembulan juga ingin, tapi Rembulan masih kepikiran.”
Bintang menarik napas panjang dan menghampiri wanita itu. Ia kemudian mengambil buku Rembulan dan materi yang telah dipelajari oleh wanita tersebut. Setelahnya ia memandang ke arah Rembulan dengan sangat serius dan wanita itu tidak bisa menolaknya sama sekali.
“Kerjakan dulu apa yang aku perintahkan! Jangan memikirkan orang yang tidak memikirkan mu.”
Apa yang dikatakan oleh Bintang ada benarnya. Untuk apa ia memikirkan orang yang Tika memikirkan dirinya yang tahu mengurusi kehidupannya. Mereka semua sungguh tidak tahu malu.
“Kaka Bintang makasih. Selama ini Kaka selalu membela Rembulan.”
Rembulan pun sangat semangat mengerjakan pekerjaan rumahnya, apalagi Bintang juga turut membantu dirinyalah menyelesaikan tugas tersebut sehingga ia tidak terlalu terbebani. Bisa dibilang Rembulan pintar karena diajari oleh orang yang jauh lebih pintar dari dirinya.
Hingga pada akhirnya ia pun selesai mengerjakan tugas tersebut. Ia ingin pulang ke rumahnya apalagi sudah sangat malam pasti ibunya menunggu. Bintang lantas mengantarkan Rembulan sampai ke depan rumahnya. Rembulan menatap ke arah rumahnya dan kemudian melalaikan tangannya memberikan salam perpisahan kepada Bintang. Bintang menarik nafas panjang dan tersenyum ke arah wanita itu.
__ADS_1
Melihat senyuman Rembulan yang sangat indah membuat dirinya sangat bahagia dan bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Laki-laki tersebut kembali ke rumahnya dan melihat sang ibu yang menatapnya dengan pandangan tajam. Bukan berarti ibunya membenci Rembulan, akan tetapi ia khawatir dengan anak perempuan orang lain.
“Awas saja jika kamu melakukan sesuatu!”
Bintang tidak mungkin sebejt itu dan ia masih memiliki pikiran dan hati nurani. Apalagi Rembulan adalah wanita yang sangat ia sayangi. Ibunya saja yang terlalu berlebihan kepada dirinya.
Sedangkan di rumah, Rembulan melihat ibunya yang membuka pintu dengan wajah masam karena keseringan pulang terlalu malam. Mereka berdua benar-benar membuat jantungnya tidak aman walaupun Bintang telah menjaga anaknya dengan baik.
“Kamu tau Bintang itu laki-laki! Tidak apa-apa berteman dengan dia, tapi jangan sampai semalaman di rumah dia dan di dalam kamarnya. Bagaimana jika ibunya marah, Mama tau kalau mereka sudah menganggap mu sebagai anak mereka sendiri, tapi takutnya sesuatu terjadi.”
“Mama aja yang terlalu berlebihan,” ucap Rembulan santai.
••••••
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.