Bintang & Rembulan

Bintang & Rembulan
Part 2


__ADS_3

Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi. Hari ini adalah hari pertama Rembulan diospek, masih ada dua hari lagi MOS akan selesai. Ia pikir MOS tersebut sangat menyenangkan. Namun ketika telah merasakannya sendiri Rembulan pun menarik kata-katanya itu. Ia merasa lelah dan tidak seperti ketika ia masih SMP di mana MOS yang ia lakukan masih manusiawi.


Wanita itu berjalan gontai dan tak peduli lagi dengan orang-orang yang mengajaknya berkenalan termasuk para pria dan Kaka kelas yang mencoba untuk mendekatinya. Ia hanya ingin cepat pulang dan masuk ke dalam selimutnya.


“Nama Rembulan, kan?” Rembulan pun berhenti melangkah dan memandang ke arah kakak kelasnya tersebut seraya menganggukkan kepalanya.


“Iya, ada keperluan apa ya?”


“Boleh nggak gue minta nomor ponsel lo?”seketika Rembulan pun teringat dengan apa yang dikatakan oleh Bintang bahwa ia tidak bisa memberikan nomor ponselnya sembarangan.


Wanita itu menggelengkan kepalanya. Kakak kelas yang ia kira mungkin dari kelas IPS tersebut mendesak kesal dan mencoba untuk membujuk Rembulan kembali.


“Ayolah! James dan Smith aja lo bagi! Kenapa gue dan Aditama nggak dikasih sama lo?”


Rembulan mengusap kepalanya karena bingung ingin menjelaskan dari mana kepada mereka semua. Takutnya mereka tidak percaya bahwa Bintang melarang dirinya untuk memberikan nomor ponsel kepada orang asing. Entah apa tujuan laki-laki tersebut melakukannya. Rembulan sendiri juga tidak tahu tujuan dari laki-laki itu.


“Tapi abang Rembulan bilang gak boleh kasih nomor ke orang sembarangan! Nomor kita itu privasi!” Aditama merasa gemas dengan Rembulan Dan ia ingin menyentuh pipi gembul wanita itu.


Tapi untungnya Bintang dengan cepat datang dan menghentikan niat Aditama. Melihat Bintang lantas mereka semua langsung pergi dan tidak berani mengganggu Rembulan. Rembulan pun bertanya-tanya seberapa hebat kah power yang dimiliki oleh Bintang.

__ADS_1


“Wah keren, Kak Bintang berhasil ngusir mereka!”


Bintang memandang rembulan dengan tatapan dingin. Rembulan pun mengerutkan keningnya dan ia menundukkan kepalanya karena tidak berani melihat Bintang yang tampaknya sangat marah.


“Sudah gue bilang kalau ada orang-orang yang kayak gitu abain aja jangan lo ladenin!” Kemudian Bintang pergi begitu saja dan Rembulan segera mengejarnya.


“Kak Bintang tunggu! Rembulan nggak maksud apa-apa kok! Sumpah demi apapun rembulan nggak ada niat apapun ke mereka tapi mereka aja yang terus ngikutin Rembulan dan minta nomor ponsel Rembulan!”


Bintang menghela nafas dan kemudian masuk ke dalam mobilnya. Melihat sikap Bintang yang seperti itu kepada dirinya Rembulan pikir mungkin laki-laki tersebut sangat marah kepadanya sehingga ia berniat ingin pulang naik angkot saja.


Akan tetapi baru saja ia melangkah tubuhnya langsung diangkat dengan entengnya oleh Bintang. Rembulan tercekat dan berteriak, tapi untungnya Bintang dengan cepat masuk ke dalam mobilnya dan menahan Rembulan.


“Ka Bintang tampan!” Bintang terkejut dengan ucapan Rembulan dan ia langsung menyalakan mobil.


“Ingat lo gak boleh dekat-dekat sama cowok. Lo itu polos dan mudah dimanfaatkan orang lain.”


Rembulan pun menganggukkan kepalanya walaupun ia tidak bersungguh-sungguh. Bintang menyadari hal tersebut dan kemudian menarik kepala Rembulan ke dalam dekapannya. Jika orang tidak tahu mungkin mengira mereka adalah sepasang kekasih, padahal kenyataannya mereka hanyalah sahabat yang sudah saling kenal dari kecil.


Rembulan sama sekali tidak menghiraukan Bintang yang mendekap kepalanya itu. Bahkan ia bermain ponsel dan membalas chat dari beberapa teman barunya.

__ADS_1


Bintang tak sengaja melihat ponsel milik wanita itu dan kemudian merebutnya. Rembulan langsung tak terima dan mencoba kembali merebut ponsel tersebut dari tangan Bintang.


“Kak Bintang! Kembalikan ponsel Rembulan.”


Bintang menatap dengan seksama dan mencengkram ponsel milik Rembulan dengan keras saat melihat chat-chat yang dikirimkan oleh laki-laki mata keranjang tersebut.


“Nanti lo harus ganti nomor ponsel dan gue bakal beliin nomor baru lo! Ingat Jangan membantah ucapan gue!”


“Tapi kenapa Kakak?!”


“Lo nggak akan pernah ngerti! Kalau lo terus begini yang ada lo dimanfaatin sama mereka! Lo hanya boleh interaksi sama gue aja, cowok selain gue lo harus hindari! Ingat nanti malam juga datang ke rumah gue karena lo harus buat bahan untuk MOS besok!”


“Hm!”


•••••••


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2