
Pagi harinya Rembulan menunggu Bintang selesai menyiapkan alat untuk sekolahnya. Beberapa hari ini bintang selalu telat untuk pergi ke sekolah. Ia menarik napas panjang dan kemudian memanggil Rembulan yang tengah menunggunya tersebut.
Mendengar suara Bintang Rembulan dengan sangat semangat naik ke mobil pria itu dan duduk di bangku kemudi. Bintang yang mengetahui hal tersebut tersenyum tipis dan kemudian mengangkat tubuh Rembulan ke samping. Ia pun duduk di tempat kemudi.
“Lain kali jangan diulangi lagi.”
Wanita itu malah memberikan senyum santai membuat Bintang merasa gemas. Ia kemudian menjalankan mobil dan Rembulan menikmati perjalanan tersebut sambil memutar lagi Korea kerusakannya yang berjudul Sepcial Love.
Rembulan melihat Bintang yang sangat apik. Ia tidak menyangka bahwa akhlak laki-laki disampingnya ini adalah orang yang hebat dan merupakan seorang ketua OSIS. Tentunya ia sangat ditambahkan oleh para wanita, pantas saja kakak kelas tidak menyenanginya.
“Apakah menjadi ketua kelas dan juga menjadi ketua OSIS itu menyenangkan?” Bintang memandang ke arah Rembulan yang bertanya seperti itu. Tidak segampang yang dipikirkan oleh wanita tersebut.
Sebenarnya bisa saja ia bertindaklah santai tapi sebagai orang yang memiliki pikiran yang luas dan juga open minded tentunya harus mengerjakan semuanya sesuai dengan tanggung jawab.
“Menyenangkan dan sangat menyenangkan sekali. Kamu tidak usah khawatir, anggap saja sebagai hobi.”
__ADS_1
Rembulan mengangguk dengan polos. Jika seperti itu dirinya juga ingin menjadi ketua OSIS atau ikut organisasi tersebut.
“Kalau begitu Rembulan boleh ikut dong OSIS tahun depan. “
Seketika wajah Bintang sama sekali tidak senang dan memandang ke arah Rembulan yang selalu saja mengikuti apa yang dilakukan oleh dirinya.
“Jangan, karena tidak mudah untuk menjadi ketua OSIS dan anggotanya. Kamu tidak akan sempat untuk belajar dan tiap hari hanya mengurus sekolah.” Bintang menarik napas panjang dan sekarang Rembulan bisa tahu apa yang dikatakan oleh Bintang bahwa sangat menyenangkan itu merupakan kebohongan belaka.
“Jadi tadi bohong?” tanya Rembulan dengan wajah masam karena tahu bahwa Bintang berbohong.
“Tidak sepenuhnya karena aku menyukainya tapi kamu belum tentu.”
“Kakak, Mama marah kalau Rembulan terus datang ke rumah kakak sampe malam dan tidur di satu ranjang. Tante juga marah?”
“Hm.”
__ADS_1
“Hah? Berarti Rembulan mulai sekarang gak mau datang ke rumah kakak lagi, pasti Tante tidak suka dengan Rembulan.”
“Bukan tidak suka dengan Rembulan.”
“Tapi?” tanya Rembulan dengan wajah polosnya yang tidak mengetahui apapun itu.
“Tapi karena mama dan Tante takut tiba-tiba mereka berdua punya cucu,” ucap Bintang dengan santai sementara itu Rembulan masih bingung.
“Memamgnya bisa menghasilkan cucu? Dari mana cucunya?” Rembulan bukan tidak mengetahui bahwa hubungan pria dan wanita bisa menghasilkan keturunan, tapi karena ia terlalu akrab dengan Bintang dan yakin bahwa Bintang tidak akan melakukan hal tersebut makannya ia bingung.
“Dari perut Rembulan.”
“Tapi Rembulan belum nikah!” Bintang menarik napas panjang dan baguslah jika wanita itu tidak tahu.
••••••
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.