Bintang & Rembulan

Bintang & Rembulan
Part 9


__ADS_3

Rembulan sangat bersemangat untuk menunggu namanya disebut saat pembagian raport. Ia berharap bahwa dirinya bisa mendapatkan juara kelas, apalagi katanya Bintang akan menganugerahkan hadiah untuknya. Yang membuat dirinya begitu semangat untuk belajar dan mendapatkan juara kelas adalah hadiah dari Bintang tersebut.


Karena segala sesuatu yang berasal dari Bintang membuat dirinya sangat bahagia. Mungkin Rembulan tidak menyadari bahwa ia tergantung pada Bintang. Tapi memang benar jika tiada ada Bintang maka dirinya tidak akan bisa hidup.


Sementara itu Bintang memperhatikannya dari kejauhan. Ia memberikan senyuman kepada Rembulan dan yakin bahwa wanita itu pasti akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Semua orang menggigit bibir dan sangat cemas ketika pengumuman juara 1 akan disebutkan namanya.


Tak terkecuali Rembulan, bahkan tangannya sampai putih pucat dan tubuhnya menggetar. Ia berusaha untuk menormalkan sikapnya dan tidak membuat dirinya malu di depan umum. Beberapa orang pintar di dalam kelas tersebut juga berharap bahwa dirinya akan mendapatkan juara 1 apa lagi ini adalah perdana mereka mengambil rapor di sekolah ini.


“Juara 1 Rembulan Dwi Cahyani Ayu!”


Rembulan ternganga ketika mendengar namanya disebut. Ia sungguh tidak menyangka bahwa dirinya akan mendapatkan gelar juara 1. Rembulan langsung memandang ke arah Bintang yang tengah tersenyum kepada dirinya dan memberikannya semuanya. Memang pada dasarnya Rembulan sangat layak untuk mendapatkan penghargaan tersebutidakuara tepuk tangan menggelegar, rembulan hanya bisa berharap bahwa dirinya akan bisa dihargai di sekolah ini apalagi kakak kelas banyak yang tidak suka dengannya. Padahal semua itu hanya perkara Bintang saja.

__ADS_1


Setelah mendapatkan penghargaan dan juga hadiah yang diberikan oleh gurunya barulah Rembulan turun dari pentaskan kemudian menetap ke arah Bintang sembari menunjukkan hadiah yang ia dapatkan. Bintang tersenyum bangga dan kemudian menepuk tangannya.


Sedangkan teman-temannya malah meledek Bintang. Bintang tidak peduli sama sekali, ia bangga dengan Rembulan.


Untuk saat ini Rembulan lah yang akan menunggu apakah Bintang bisa mendapatkan juara kelas atau bahkan juara umum. Biasanya bintang selalu langganan untuk mendapatkan juara kelas maupun juara umum. Melihat kepintaran yang dimiliki oleh Bintang, Rembulan tidak perlu merasa ragu lagi.


Laki-laki itu bahkan terjamin kepintarannya. Tidak ada satu orang pun yang bisa mendampingi di sekolah ini sementara yang dimiliki oleh Bintang. Bahkan Rembulan sendiri sampai merasa kagum terhadap Bintang. Maka dari itu jika ia diajari oleh Bintang maka dirinya akan semangat untuk belajar.


Ia melambaikan tangannya ke arah Bintang yang saat ini tengah menerima hadiah dan juga piala yang sangat besar. Terbesit rasa iri di hati Rembulan yang juga ingin sama seperti Bintang.


“Wah Kakak lo emang hebat ya. Andaikan gue juga punya teman yang seperti itu,” ucap Dewi dengan pandangan sedih dan merasa iri kepada Rembulan.

__ADS_1


Rembulan hanya terkekeh dan kemudian menutup pundak Dewi. Ia sendiri juga merasa bangga dengan kakaknya tersebut dan sangat yakin bahwa dia bisa menjadi orang yang hebat.


“Dia memang pintar, bahkan Rembulan saja diajari di sama dia.”


Dewi menganggukkan kepalanya percaya karena seringkali Rembulan mengatakan seperti itu.


••••••••


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2