Bintang & Rembulan

Bintang & Rembulan
Part 15


__ADS_3

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, rasanya baru saja Rembulan kemarin masuk ke sekolah ini. Sekarang wanita itu telah menduduki kelas 11. Hal yang tak terduga duga karena ia begitu cepat hendak memasuki tahap dewasa. Bukan salahnya akan tetapi salah waktu.


Meskipun setahun telah berlalu tapi pandangan orang-orang terhadap Rembulan tetap saja sama. Rembulan ditangkap dengan penuh kebencian, tidak seharusnya wanita itu mengalami hal tersebut. Akan tetapi itu adalah nasib yang harus dia terima. Terutama penghinaan dari kakak kelas.


Rembulan pikir penghinaan itu hanya sampai di situ saja dan tidak akan ke tahap yang lebih serius. Bahwa pembullyan yang mereka lakukan sampai hendak melukai fisiknya. Bintang yang mengetahui hal tersebut sangat marah, tentu saja dia marah karena orang yang dicintainya diganggu oleh orang lain. Apakah mereka semua tidak pernah memikirkan dampak buruknya?


Bahkan beberapa orang telah berhasil diproses namun karena mereka masih di bawah umur jadi hanya dilakukan pembinaan saja. Rembulan tidak berharap bahwa mereka akan dipenjara akan tetapi Rembulan hanya berharap bahwasanya mereka bisa sadar dengan perbuatannya dan tidak lagi merundungnya seperti itu.


“Rembulan, kayaknya emang susah banget deh Jadi lo. Punya kakak yang baik banget terus dianggap musuh sama temen-temen kakak lo. Seharusnya kalau mereka suka sama Kakak lo mereka deketin lu.”


Rembulan menatap ke arah Caca. Ia menganggukkan kepalanya dan setuju dengan Caca, tapi apa boleh buat semua ini juga terjadi bukan karena kehendak dirinya. Yang penting ambulan akan menjadi orang yang sangat baik dan tidak akan menyakiti orang lain. Itulah prinsip yang akan ia terapkan.

__ADS_1


“Rembulan tidak marah sama mereka, hanya saja rembulan berharap setelah ada yang salah satunya diproses, mereka akan segera sadar dengan perbuatannya.”


Caca memandang ke arah Rembulan dengan tatapan penuh makna karena ia tahu betul bahwa penangkapan salah satu dari mereka tentunya tidak akan memengaruhi pembullyan tersebut. Kemarin saja Rembulan harus dikurung di dalam kamar mandi, wanita itu sejujurnya sangat sedih dan Rembulan tidak ingin mengungkapkannya.


“Sudahlah jangan terlalu dipikirkan saja,” ucap Rembulan dan kemudian tersenyum kecut. Wanita itu menarik napas panjang dan kemudian berusaha untuk mengabaikan bahasan seperti itu lagi. Tidak peduli dengan hal tersebut, yang penting dirinya masih tetap aman.


“Rembulan, Itu kayakanya kakak mu cariin.” Rembulan memandang ke arah Bintang yang datang menghapus dirinya. Pasti laki-laki tersebut sedang mengajaknya untuk pulang bersama. Ia pun menganggukkan kepalanya dan menghampiri Bintang yang telah menunggunya.


“Kamu baik-baik aja kan? Tidak ada orang yang mengganggumu?” Rembulan menggelengkan kepalanya. Untuk hari ini memang aman tidak ada yang membully dirinya.


“Tidak usah khawatir kakak. Rembulan baik-baik aja.”

__ADS_1


Bintang yang terlambat kamu khawatir kepada dirinya tersebut menarik tangannya dan mengecek lukanya yang bekas dilukai oleh salah satu teman perempuannya. Bintang sangat marah dan bahkan sampai memberikan himbauan kepada mereka semua jika melakukan pembullyan kepada Rembulan maka tidak akan bisa dimaafkan.


“Jaga diri kamu baik-baik, Aku tidak ingin sesuatu terjadi kepadamu.”


Rembulan cukup senang ketika mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Bintang. Ia memang paling dimengerti oleh laki-laki itu.


“Makasih kakak Bintang.”


•••••


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2