Bintang & Rembulan

Bintang & Rembulan
Part 14


__ADS_3

“Kak Bintang!” sapa Rembulan dengan sangat semangat saat melihat kakaknya melintasi kelasnya. Semua orang menatap ke arah Rembulan dan kemudian tersenyum melihat Bintang yang sangat peduli kepada Rembulan.


Bintang datang menghampiri Rembulan dan kemudian memberikan makanannya untuk wanita itu. Rembulan sangat senang dan kemudian mengkonsumsi makanan tersebut.


“Kenapa beliin ini buat aku? Padahal kan Rembulan bisa beli sendiri.”


“Kata siapa Rembulan bisa beli sendiri? Masa sih?” tanya Bintang sengaja kepada wanita itu hingga membuat pipi rembulan memerah. Semua orang menata ke arah Bintang dengan pandangan jahil, terutama teman-teman laki-laki itu.


“Ciehhh!”


“Adek gue,” ucap Bintang kesal dengan semua orang yang meledek dirinya tersebut. Entah apa mau mereka tapi terlihat jelas bahwasanya mereka benar-benar menyebalkan.


Rembulan yang menyadari hal tersebut kemudian meraih tangan laki-laki itu dan menggenggamnya. Ia membawa Bintang untuk pergi ke kantin dan mentraktir dirinya.


“Buat apa sih peduliin mereka semua? Lagi pula kan Kak Bintang adalah kakaknya Rembulan.”

__ADS_1


“Ya,” jawab Bintang dan kemudian mengusap kepala wanita itu. Sementara itu para siswa yang melintas di samping bintang benar-benar tidak percaya bahwa ketua OSIS mereka yang dingin tersebut bisa memiliki sifat seperti ini.


“Itu benar Bintang gak sih?” Kenapa gue ngerasa dia kayak orang yang beda gitu ya?” tanya mereka semua dan kemudian saling mengejek.


“Ciehh, si Bintang sumpah kagak nyangka gue bakal kayak gitu. Benar-benar romantis cuy,” ucap mereka kemudian dan tertawa gelak.


“Cowok dingin akhirnya cair juga.”


Bintang menarik tangan Rembulan dan membawa wanita itu ke dalam kantin dan meminta agar Rembulan untuk memilih jajanan yang dia inginkan. Rembulan pun memilihnya dengan semangat dan mengambil makanan yang ia sukai. Sementara itu Bintang tidak peduli dengan ucapan orang lain kepadanya. Meskipun orang kaget tapi memang seperti ini sikap Bintang dari dulu kepada Rembulan.


“Kaka Bintang bantuin dong! Jangan liatin aja!” Bintang menarik napas panjang dan menganggukkan kepalanya kemudian ia membawa makanan dan minuman yang dibeli oleh Rembulan sangat banyak. Maklum wanita itu adalah tukang porotin uang Bintang dan tak pernah sama sekali Bintang membencinya dan malah ia mencari uang untuk Rembulan.


Bintang bekerja membantu ayahnya dan mendapatkan upah dari itu. Apalagi ayahnya adalah orang kaya dan ia anak tunggal yang akan mewarisi kekayaan ayahnya. Kepintaran yang ia miliki ia gunakan untuk membantu ayahnya memeriksa tugas perusahaan dan sambil belajar untuk mengelola perusahaan.


“Gak papa, kan?”

__ADS_1


“Gak papa.”


Lagi pula dengan Rembulan belanja di kantin ini tidak akan membuat uang Bintang habis. Ia terlalu kaya untuk menghabiskan uang saja tidak akan bisa.


Rembulan berpikir kadang betapa beruntungnya seorang Bintang yang memiliki harta kekayaan dan bahkan hidupnya nyaris sempurna. Tapi semoga saja dirinya bisa menjadi orang terdekat Bintang selamanya. Ia tampaknya adalah orang yang beruntung.


"Sudah segitu cuman?" tanya Bintang yang langsung berhasil membulatkan mata Rembulan.


Laki-laki itu mengatakan cuman akan tetapi barang belanjaannya kali ini sangat banyak dan dianggap, 'cuman.'


•••••|


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2