
"Mas kau ini, kau sudah kaya buat apa harta ayahku juga" ucap Zulaikha sambil memukul lengan Yusuf
"Aku hanya bercanda sayang, ya kalau Ayah ikhlas alhamdulillah buat Anak cucu kita nanti sayang" ucap Yusuf
"Hahaha, tidak usah khawatir semua akan kuberikan ke pada cucuku nanti" ucap Irsyad
"Alhamdulillah" ucap semua yang hadir disana
"sayang habis dari sini mau kemana? " tanya Yusuf sambil mengelap sisa makanan yang menempel di bibir sang istri , tuan Irsyad hanya tersenyum melihat kemesraan anak dan menantu nya, walau usia mereka tidak lagi muda kemesraan dan kehangatan masih tersimpan dan terjaga.
"Apa kau tidak ada niatan untuk menghabiskan harta Ayahmu sayang?" ucap Yusuf sambil menaik turunkan alisnya menggoda sang mertua
"Hai kau bicara apa?, jangan jadi manusia tamak dan serakah gitu mas, untuk apa aku punya suami kaya jika masih mau menghabiskan harta ayahku" balas Zulaikha sambil mencubit pinggang Yusuf
"Ga apa sayang, benar kata suamimu apa kau tidak ada niatan menghabiskan harta Ayah?, ini pakailah kartu ini, kartu ini aku sediakan untukmu, kartu atas namamu, pinnya tgl dimana kau menghilang, dan pasti kau tau tgl dimana ibu panti itu menemukan mu?" Ucap Irsyad sambil menyerah kan black card atas nama Safira Maulana Rasyid
"Ayah jadi namaku Safira Maulana Rasyid?, tapi umi Fatimah memberiku nama Zulaikha Az Zahra"
"Tidak masalah sayang, mau kau Zulaikha ataupun Safira sama saja" ucap Irsyad
"Baiklah Ayah, Ayo Sumi kita kuras habis isi kartu ini" ucap Zulaikha sambil menerima kartu dari sang Ayah
"Pergilah, hari ini Ayah akan sibuk dengan suamimu, Ayah karena hari ini Ayah langsung pindahkan aset dan merger perusahaan Ayah dengan suamimu, Ayo Yusuf ikut aku kita hari ini akan sibuk" ucap Irsyad.
"Ayo pak tua, aku sudah tidak sabar untuk menjadikan kekayaan ku berlipat ganda, mengalahkan si Hasyim si bocah tua nakal itu, hahahaha" tawa Yusuf pecah, Irsyad dan kedua asisten hanya geleng-geleng kepala
"Jon, memang kelakuan Tuan Yusuf seperti itu?" tanya Rusdi
"Tuan Yusuf jika sedang berada orang-orang terdekat dan kesayangan nya tingkahnya seperti itu, Tuan Yusuf menyembunyikan kesedihan atas kehilangan anak-anaknya dengan bersikap seperti itu di depan sahabat dan orang-orang yang disayang nya dan di depan orang lain tampak dingin.
" Nasib mertua dan menantu sama persis, kehilangan anak" ucap Rusdi
"Iya om, iya melampiaskan kebahagiaan dan perhatian ke anak ku dan ke orang-orang disekitar nya Om, untungnya anak ku tipe orang yang tahu diri" ucap Jono
"Rusdi kau sudah menghubungi Si Herlambang? dan kau Jono cepat kau hubungi pengacara kalian" ucap Irsyad memberi instruksi
__ADS_1
"Siap tuan sudah" jawab kedua asisten
......................
Aisyah π : " Halo Assalamu'alaikum abi, lagi dimana?
Indra π : "Walaikumsalam sayang, lagi di Resto pizza lagi pickup order G*Food, kenapa sayang? "
Aisyah π : "Abi aku mau belanja buat kebutuhan kue, kebetulan ada pesanan banyak, jadi aku izin keluar ya sebentar ya sama anak-anak"
indraπ : "iya sayang silahkan, kamu ada uangnya?, tadi Abi lupa kasih tau kamu kalau pesangon Abi sudah di transfer, nanti Abi transfer ke kamu"
Aisyah π : "Aku ada kok sayang, pas pesan kue alhamdulillah beliau kasih DP 50 %, pesangonnya nanti saja di rumah bi"
Indra π : "baiklah, memang siapa yang pesan kue?"
Aisyah π : "Mba Ranti yang kerja di rumah bu Sumi"
Indra π : "memang berapa banyak pesanannya? kalau banyak lebih baik oper ke yang lain separuhnya"
Indra π : "Bu Jannah, guru SD itu sayang?, iya itu lebih baik kalian belanja bareng saja"
Aisyah π : "Iya Bi, yasudah aku berangkat dulu ya, ini bu Jannah ya juga udah datang, Assalamu'alaikum Abi"
Indra π : "Walaikumsalam"
"Umi, Bu Jannah udah sampai" Ucap Raihan sambil berlari memangil Aisyah
"jangan lari-lari nak, iya sayang sebentar Umi ambil tas dulu"
"Maaf umi"
"Bu Guru maaf ya lama, eh kalian udah salim belum ke bu guru? " ucap Aisyah ke Jannah yang sedang menggendong Hanun
"iya ga apa-apa, sudah kok mba mereka ini lucu-lucu, bikin gemes" ucap Jannah sambil menciumi Hanun
__ADS_1
"Panggil Aisyah saja bu, seperti nya aku dibawah umur bu Jannah"
"Yasudah Aisyah, kamu jangan panggil Ibu juga dong, panggil mba aja, Yuk jalan sekarang takut kesorean"
Aisyah dan kedua anaknya dan di temani Jannah berangkat berbelanja, menggunakan angkutan umum. saat menunggu angkot sebuah mobil jeep Rubicon berwarna hitam menepi.
"Tin" suara klakson
"Ish kenapa lagi sih nih orang kemari,bikin ribet aja" gumam Jannah
"Mba, itu mobil itu sepertinya ngasih kode ke mba" ucap Aisyah sambil menunjuk mobil tersebut
"Biar saja Syah, ga usah di tanggapi. ayo itu angkot kita bentar lagi datang" ucap Jannah dengan wajah sedikit ditekuk dan matanya sedikit melirik orang di balik kemudi. dan benar saja sang pengemudi turun dengan wajah ceria sambil tersenyum.
"Mba itu kan, Tuan Gani? yang punya Minimarket besar? " ucap Aisyah kagum
"Iya Syah, dah biarin aja Syah ga usah di liatin terus nanti orangnya ke Geeran"
"Tapi ganteng loh mba?, mba Jannah kenal sama tuan Gani? " tanya Aisyah
"Ga kenal Syah, dah Syah jangan diliatin" ucap Jannah dan untuk saja halte tersebut sepi dari penumpang hanya ada mereka
tap.. tap.. tap langkah Gani mendekat
"Halo sayang?, kenapa mukanya merengut gitu?, mau kemana? "
"Sayang?, apa jangan-jangan mba Jannah punya hubungan sama Tuan Gani? " gumam Aisyah
"apa?, mau ngapain nyamperin aku? udah sana urus tuh si Jenika AA kasian dia katanya pingsan dia" jawab Ketus Jannah sambil menepis tangan Gani.
"Ya ampun, ternyata calon Istri ku cemburu?"
"Au ah, yuk Syah Itu angkot kita udah datang" ucap Jannah sambil menarik tangan Aisyah dan menggendong Hanun.
...****************...
__ADS_1
...bersambung...