
"Bukan itu om, apa om tau jika mereka kehilangan anak mereka?, Awalnya mereka mempunyai anak kembar. Tapi saat bayi salah satu anaknya hilang yang bernama Ziko. Dan saat kembarannya berusia 5 tahun anaknya kecelakaan dan meninggal, aku rasa anaknya bernama Ziko itu masih hidup. Aku sangat Yakin Om" ucap Aminah menggebu-gebu. Zulaikha yang merasa kesepian dan kerinduan nya terhadap sang anak selalu melampiaskan kerinduan nya dengan anak-anak Aminah dan anak asisten suaminya, terutama kepada Gani, bahkan Gani selalu dekat dengan-nya.
"Justru itu aku kemari sebenarnya ingin, meminta bantuan kepada kalian. Bahkan titik terangnya kepada anakmu si Gani"
setelah melewati drama pengusiran Tuan Muda ke dua keluarga Rahman kembali ke Mansion orang tua nya. Entah ada angin apa dia tiba-tiba pulang ke rumah orang tua nya. dalam pikiran dan batinnya Gani selalu mengatakan pulang ke Mansion .
sesaat sampai pintu gerbang dia melihat sebuah sedan Rolls-Royce seperti milik kakeknya, tapi Gani hapal mobil sang kakek tidak pernah keluar garasi, Kakeknya kalau keluar Mansion hanya mengunakan Mobil Kijang Jantan, mobil pertama yang dia beli bersama sang Istri. Mobil Tua yang nampak masih gagah karena di rawat oleh cucunya nomor tiga. yang sangat menyukai otomotif.
Mobil oprasional Toko Ar Rahman
(sumber Google)
Tin.. Tin... Tin..
"Assalamu'alaikum pak!! " panggil Gani yang baru saja keluar dari mobil berjalan ke arah Pos Security. Begitulah keluarga Rahman yang menjunjung nilai sopan santun. tidak peduli dengan siapa pun baik itu karyawan atau keluarga nya, jika berhadapan dengan orang yang lebih tua wajib mengedepankan adab yang baik.
"Walaikumsalam, Eh Aa pulang tumben, sek sebentar bapak buka pintu gerbangnya dulu" ucap Pak Weldan kepala keamanan Mansion dan juga keamanan perusahaan (LP) yang baru saja keluar dari kamar mandi POS.
"iya pak lagi kepengan pulang. Loh, keamanan yang lain pada kemana pak, kok sepi?"
"Anu A, si Asep sama Kohar lagi ngawal Neng Nufus Perintah Abah. mang Juned sama pak Sulis lagi di belakang di panggil Umi. Kalau empat orang yang jaga shift pagi sudah pulang" ucap Pak Weldan yang masih aktif di dunia Militer, Pak Weldan adalah sahabat Hasyim sewaktu SMA, pertemuan tidak disengaja dengan Weldan, saat Hasyim berkelahi dengan preman Yang memalak mobil Ekspedisi toko Ar-Rahman, di daerah Utara Jakarta. saat itu Hasyim yang memang sengaja Antar pengiriman sendiri. karena dia ingin tahu bagaimana jadi seorang Driver itu kirim ke toko-tokonya dan dia ingin tahu kendala apa saja yang di hadapi para Drivernya. Hasyim yang mempunyai Jiwa tempramen dan berkelahi dengan 4 orang preman. para preman itu tidak tahu saja jika Hasyim adalah seorang Pesilat Cimande dengan sabuk Hitam. melihat pertarungan yang tidak seimbang antara preman dan supir Truk box (ankle) , Weldan yang kebetulan lewat jiwa Patriotnya tiba-tiba muncul. dan ikut membantu Hasyim. setelah preman terkapar, Weldan menghubungi Babinsa dan Bimaspol setempat dan melapor ke Polsek terdekat. saat Para anak buah Weldan dan beberapa polisi datang baru Mereka menyadari satu sama lain.
"Oh ya sudah pak, minta tolong di bukain ya pak pintunya" ucap Gani sopan
"Siap A" pintu gerbang di buka dan mobil Rubicorn Gani masuk kedalam pekarangan mansion.
__ADS_1
"Pak, mobil siapa?" tanya Gani sambil menunjuk mobil Rolls-Royce hitam nan elegant
sumber Google
"Mobil Tuan Irsyad A, Temen Abah"
"Tuan Irsyad siapa? " gumam Gani yang tidak kenal dengan nama sahabat sang kakek
"Ada lagi a, yang bapak bisa bantu? "
"Oh ga ada pak, terimakasih saya masuk dulu" ucap Gani mohon pamit dan masuk kedalam Mansion.
"Tuh anaknya pulang, tumben-tembenan dia pulang" ucap Rahman
"Is nenaonan iye budak gegaokan" ( Ish apa-apaan ini anak teriak-teriak ) ucap Hasyim saat mendengar suara musuh bebuyutan nya datang. Pasti jika sang Anak yang satu ini datang Istrinya akan berpaling ke sang Anak melupakan dirinya, Aminah yang sangat sayang pada anak yang satu ini karena menurutnya semua yang ada pada Gani mengingatkan akan sosok dirinya dalam diri Gani, jadi Aminah versi Cowok.
"Gandeng, sia barokokok!!, Kos di leweng bae! " ucap Hasyim.
"(Berisik anak nakal, Memangnya ini di hutan)"
"Kalem atuh beh, ulah nge Gas kitu" ucap Gani cuek dan beralih ke Sang Ibu dan memeluk dan mencium pipi nya.
"Anak Umi No Kasep" menerima pelukan Sang anak
"(Anak Umi yang Ganteng)"
__ADS_1
"Tumben A balik ka Imah, ges teu boga encis apa? "
( Tumben A pulang ke rumah, udah tidak punya uang apa? ) ucap Sang Umi sambil mencubit rahang kokoh Sang anak.
"Ish ari Umi mah, Balik salah teu balik salah, seorang Gani Abdul Rahman tidak punya uang itu tidak mungkin! " ucap Gani sombongnya
Irsyad melihat kehangatan keluarga sahabat nya ikut bahagia dia ingin rasanya cepat berkumpul dengan keluarga nya juga.
"Tuan sebentar lagi tuan akan merasakan apa yang mereka rasakan" ucap Rusdi yang paham akan suasana hati Tuannya.
"Iya Rusdi, saat itu yang selalu aku rindukan"
"Umi ari aki ini saha? " ucap Gani ke Sang ibu untuk menjelaskan siapa dua orang pria sepuh seumuran kakeknya
"Kamu lupa beliau siapa?, kalau pertambangan di Sumatera kamu tau? "
"Astaghfirullah, Opa Rasyid? ini bener Opa Rasyid? "
"Assalamu'alaikum Opa" ucap Gani sambil mencium tangan Irsyad dan juga Rusdi dan ayah dan kakek nya. lalu Gani duduk di samping Sang ibu sambil menatap kagum Opa Rasyid nya sudah lama dia tidak bertemu terakhir ketemu saat Gani berumur 7 tahun saat itu Keluarga Rahman di boyong ke Sumatra karena keluarga nya saat itu dapat serangkaian serangan baik itu fisik dan juga non fisik (Membunuh tampa menyentuh). kejadian itu saat berawal sehabis perkelahian Hasyim dan Weldan dengan para preman Utara Jakarta, merasa tidak Terima kawannya kalah dan di hukum, kepala preman yang memang seorang dari daerah Banten menyerang keluarga nya. teror demi teror mulai dari teror fisik maupun teror Ghaib.
author Pov
"Dia ga tau aja keluarga Rahman dari mana?, di tambah keluarga Buchori ayah dari Aminah"
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1