
"Kenapa bocah ini lama sekali, apa yang mereka perdebatkan" gumam Hasyim tak sabar, beberapa saat Hasyim beranjak turun.
"Brak" suara pintu mobil di tutup kasar Hasyim
mereka yang sedang berdebat tiba-tiba menoleh memicingkan matanya
"Tuan kenapa turun? " Agus
"Kenapa kau lama sekali Gus?, apa yang kalian perdebatkan?, Cepat kita masih harus kirim barang ini! " Hasyim yang kesal berjalan ke mereka
"Jadi kau Bos, orang ini?. bagus cepat berikan kami uang! " salah satu dari mereka berkata sambil menunjuk wajah Hasyim. Hasyim yang tak senang wajahnya di tunjuk ingin menepis tangan kotor preman tersebut. sebelum Hasyim melakukan nya Agus terlebih dulu menepis nya.
"Kau mau mati ya bocah!! " Kawan preman tersebut meninju wajah pemuda hitam manis tersebut.
"Brug" sebelum preman itu menyentuh wajahnya terlebih dulu agus memukul perut preman tersebut. preman itu tersungkur kemudian bangkit di bantu dua kawannya. siap menyerang kembali Agus
"Sial kau bocah. Ciaaat"
"Dug, Bruuuug" Hasyim menendang dada preman itu kembali tersungkur dan memuntahkan darah dan pingsan. tampa di duga preman yang berbadan besar yang tadi menunjuk Hasyim melayangkan tongkat baseball nya.
"Tuan Awas"
"Brug" Agus terkapar pingsan karena berhasil mendorong Hasyim saat akan di pukul. pukulan itu justru mengenai tengkuk Agus.
"Bangsat.sampah masyarakat beraninya main belakang" Hasyim memutar tubuhnya melayangkan tendangan tepat mengenai punggung preman itu. preman itu terhuyung.
"Kalian jangan diam saja hajar dia" ucapnya sambil berdiri dibantu kawannya. semula kawannya memegang kedua lengan preman itu di lepas kasar yang mengakibatkan preman itu jatuh kembali
"Monyet!! anak buah tidak bisa diandalkan" gerutu preman itu.
"Maaf bos, kami harus melawan pria itu" kemudian perkalihan tak seimbang terjadi. Hasyim yang memang seorang pesilat Cimande mengeluarkan Jurus-jurusnya. ia mengeluarkan jurus 33 tangan kosong. berkali-kali preman itu tampak kewalahan.
...
karena perkelahian itu jalanan daerah tersebut macet, Orang-orang di daerah sana tidak ada yang berani ikut campur akan pertarungan tersebut karena takut akan para preman itu.
__ADS_1
sementara tepat 1KM di belakang pertarungan itu Seorang berseragam TNI yang mengendarai sepedah motor dinasnya.
ia nampak kesal jika harus melewati wilayah ini.
"ini yang aku tidak suka jika harus melewati wilayah ini. macet" Gumamnya . Weldan ya pria berseragam itu adalah Kapten Weldan Timor nama lengkap pria berseragam TNI AL. Kapt Weldan harus bermanuver kendarannya melewati kemacetan, tapat di ujung kemacetan, dia akhirnya tau penyebab kemacetan adalah perkelahian tidak seimbang. melihat hal tersebut membuat berang, kemudian dia memarkir kan motor nya.
"Sampah!! Beraninya main keroyokan! " Weldan membantu Hasyim. iya weldan tau yang harus dia bela karena dia tau Hasyim dari seragam yang di pakai itu seorang supir. dan penampilan ke tiga preman itu banyak di tumbuhi banyak tato.
"Brug.. " Seorang preman Pingsan akibat tendangan dari sepatu seragam weldan tepat di dada preman tersebut. Hasyim yang melihat salah satu preman tersungkur menoleh dan tersenyum.
"Sekarang, pertarungan kita seimbang. MAJU SIA KEHET!! "
(KEHET \= Monyet)
tidak lama bagi weldan dan Hasyim mengalahkan mereka, sampai preman itu minta ampun dan kemudian pingsan. Weldan menghubungi Polsek dan Babinsa wilayah tersebut melalui Handi Talky nya 15 menit 5 orang berseragam polisi dan Seorang pria berseragam hijau TNI datang. sebelumnya mereka sempat bersalaman dengan Weldan.
Hasyim yang mendengar nama itu mulai berfikir apa dia weldan sahabat sekolah nya dulu.
"Kau Weldan Timor? anaknya Ramses Timor" ucap Hasyim
"Kau si Rahman Cungkring" Weldan memeluk sahabat nya yang sudah 12 tahun tidak bertemu. karena selepas SMA Weldan ikut Ayahnya pindah tugas ke daerah kalimantan. sebagai seorang anak yang bangga akan ayahnya Weldan mengikuti jejak sang Ayah menjadi TNI.
jika bagi seorang anak perempuan Ayah adalah cinta pertama nya dan bagi seorang anak laki-laki Ayah adalah idola dan kebanggaan nya.
Begitulah pertemuan Weldan dan Rahman.
....
Preman-preman tersebut di gotong dan dimasukkan ke mobil patroli polsek. mereka di angkut mengunakan mobil Kijang Bak, mereka di tumpuk jadi satu di bawa ke polsek.
...Mobil Patroli Polisi...
...( Sumber kumparan ) ...
__ADS_1
Seorang kawan Preman tersebut melihat kawannya di bawa oleh polisi memicingkan matanya. siapa yang berani meringkus dan membuat mereka tak berdaya. dia melihat seorang berseragam Driver dari toko Ar-Rahman sedang berbincang dengan beberapa polisi dan dua orang tentara.
"Pasti dia, pasti supir itu, awas saja ku laporkan ke Bos besar" pria itu berlari sangat kencang.
"Hey tidak nyangka aku bertemu kau, Cungkring. sudah jadi Bos besar heh" ucap Weldan dengan dialeg Timornya
"Hey mamak Hey, kau bisa saja item" Hasyim mengikuti logat Weldan dan semua tertawa.
"Hmm... Tuan dimana tuan? " gumam Agus yang baru saja bangun dari pingsan. dia bangun sempat terhuyung dan kembali bangkit dan berdiri.
"Bang, udah sadar? " ucap Ibu warung tempat Agus di pindahkan
"Bu, dimana tuan saya? " ucap Agus sang ibu hanya menunjuk dengan jari jempolnya. Agus berjalan sempoyongan menghampiri Tuannya.
"Tuan, tuan tidak terluka kah? "
"Kau sudah bangun Gus? , nyenyak tidurnya? " ucap Hasyim sambil tersenyum. Agus merasa tidak enak hati dengan tuannya hanya garuk kepala.
Agus, Hasyim ikut ke polsek untuk menjadi saksi di temani Weldan sementara mobil boxnya di bawa orang dari perusahaan nya. Hasyim tidak jadi mengirimkan barang, terpaksa harus ikut para polisi.
walaupun tidak sampai tahap selesai bagi Hasyim info dari Agus sangat penting dan sebagai bukti untuk meringkus tikus di perusahaan nya.
Sementara di sebuah tempat prostitusi bos besar preman tersebut marah mengebrak meja. Beberapa Botol Bir dan gelas tampak tumpah dan pecah
"KEHET, GOBLOK DARARAIA "
"(MONYET, GOBLOK LO SEMUA) "
"Bisa-bisanya kalah sama satu orang?, Kau apa kau tidak ikut membantu kawan mu? "
"Ma..maaf kang, saya tidak ikut, saat saya kesana mereka sudah di bawa polisi" preman menunduk dan bergetar.
"karyawan dari Toko Rahman itu beraninya bermain dengan Duloh" Senyum menyeringai dari pria berbadan kekar itu.
...****************...
__ADS_1
...bersambung...