
"Hai kamu cantik banget, siapa nama kamu? boleh nenek kenal? " Zulaikha mensejajarkan tubuhnya dengan anak perempuan 2,5 tahun
"Namaku Hanun Nek, oh ya nek bukannya nenek itu nek Cumi ya? Kalo nenek Namanya ciapa?" Zulaikha menengok ke arah Sumi dan menatap Sumi heran kok anak ini kenal Sumi,
"Astaghfirullah, kamu Hanun berarti itu umi kamu, kenapa Nenek Sumi jadi lupa" Sumi menepok jidatnya
"Aisyah, Kamu di sini nak? "
"Bu Sumi, Ya Allah sampai ga kenali aku, maafin Ai ya bu"
pasti banyak yang bertanya kenapa Sumi tidak menyadari ada Raihan dan Hanun maklum Faktor umur dan Juga Sumi saat ini tidak memakai kacamata nya jadi rada-rada tidak jelas dalam penglihatan nya.
"Kamu mengenali mereka Sum?, kok tidak cerita sama aku? " Ucap Zulaikha
"Maaf Nyonya, saya tidak ngeh. Maklum umur" ucap Sumi sambil terkekeh.
"Oh ya Nya, ini Aisyah yang saya ceritakan, yang Kuenya enak itu, dia yang buat"
"Benarkah itu sayang?" Aisyah tampak menunduk malu
"Bu Sumi terlalu berlebihan Nyonya, saya kue itu juga bukan hanya saya saja yang buat tapi sahabat saya juga yang buat, ini mba Jannah juga ikut bantu membuat untuk pesanan Nyonya besok"
"Kau bukannya, Calon Istri bujang lapuk itu?, Duh kemana lagi tuh bujang nya teh Embai? " ucap Zulaikha sambil memandangi Jannah
"Iya Nyonya" Jannah bersemu merah
"Kalian jangan panggil saya Nyonya, panggil saja Mimih seperti bujang lapuk itu panggil, Duh aku merasa punya dua anak perempuan. senangnya hatiku" Zulaikha memeluk kedua nya.
"Sayang sudah yuk, kita pulang. ga baik deket dengan perempuan tua itu nanti kau tertular virus Julid" ucap Gani dan di ikuti sang Asisten di belakangnya, Zulaikha yang tidak Terima perkataan Gani menepak lengan kokoh nya
"Ish kau ini, tidak ada sopannya denganku, awas kau ku adukan ke Umimu"
"Hehehe, bercanda mih, gitu aja ngambek, ingat keriput jangan kebanyakan ngambek"
"Ya sudah kalau begitu kami pamit dulu ya Mih, ayo Rai, Hanun salim sama nenek " ucap Aisyah dan mengajarkan anak nya sopan santun
"Dadah nenek kami pulang dulu"
"Dadah sayang"
dan waktu terus berjalan Jannah dan Aisyah tampak berkutat di dapur kontrakan masing-masing
di kontrakan Jannah Gani ikut membatu Jannah, eh bukan membantu tapi merecoki dan sesekali mencomot kue yang baru matang. Karena kue juga awal pertemuan Gani dan Jannah yang ketus.
__ADS_1
"A mending Aa pulang sih udah malem ga enak sama tetangga" Jannah mengusir halus
"Kau mengusirku?, aku kan hanya membantu mu, kau ini tidak tahu terimakasih sudah di bantu"
"Apanya yang bantu dari tadi nyemilin saja kerjaannya" gumam Jannah
"Iya-iya terimakasih sayangku, sudah membantu, membantu menghabiskan kue nya" ucap Jannah nyengir
"Kau ini dari dulu tidak pernah berubah selalu pelit soal kue, iya ini aku mau pulang" Gani beranjak dan sambil mengutit 3 Kue kesukaannya.
"Kalau sudah selesai langsung istirahat jangan capek -capek"
"iya A, ini juga udah mau selesai" Jannah mengikuti Gani dan mengantarnya sampai halaman kontrakan. dan mencium tangan Gani dan Gani mencium kening Jannah.
"Ingat Istirahat"
"iya sayang"ucap Jannah, mempunyai hubungan dengan Gani seperti naik rollercoaster dan berwarna.
Sifat Gani yang ceplas-ceplos dan sedikit konyol dan posesif membuatnya bahagia. tidak seperti mantan nya dulu yang selalu tempramen dan kasar.
di Kediaman Indra
"Sayang anak-anak sudah tidur, kamu sudah selesai buat kuenya" ucap Indra sehabis menidurkan anak-anak nya.
Aisyah merapikan bekas alat membuat kuenya.
"Sudah biarkan disana saja sayang, nanti Abi yang cuci, kamu sini temani abi di ruang tamu abi mau cerita.
"Beneran kamu yang Cuci?, Kamu baik banget sih sayang, Makin cinta deh" ucap Aisyah sambil memeluk lengan Indra. Indra terkekeh melihat tingkah laku istrinya dan hanya mengangguk saja.
"sayang tadi aku bertemu dengan Nona Anisa" Mendengar nama perempuan Asing membuat Aisyah menelisik dan mengerutkan dahinya.
"Ish kenapa dengan tatapan mu itu sih sayang? kau cemburu?, Kau ingatkan Nona Anisa yang waktu itu aku ceritakan yang tepat saat aku menemukan tas itu"
"Siapa yang cemburu geer" ucap Aisyah, ada perasaan bersalah Aisyah karena sudah cemburu kepada suaminya.
"Lalu? "
"Ternyata Tas itu bukan punya nya" ucap Indra sambil menghela nafasnya
"Lalu punya siapa? " dan Indra menceritakan semuanya.
"Trus Abi melakukan apa yang disarankan Nona itu? "
__ADS_1
"Iya sayang, Abi fikir itu cara yang tepat, dan ternyata memang berhasil, dan tadi sore pemilik tersebut menelpon Abi, besok kita akan bertemu"
"Abi tapi itu tindakan kriminal, aku khawatir abi bermasalah nantinya"
"Insya Allah tidak sayang, Kan abi juga sudah menyiapkan pengganti nya. Do'a kan abi besok ya"
"Aku selalu mendoakan suamiku " ucap Aisyah sambil memeluk dan memainkan dada Indra dengan telunjuk nya
"Kau memancing ku sayang? " ucap Indra dan Aisyah mendorong Indra dan kemudian menghindar masuk ke dalam kamar. dan Indra mengikuti ke dalam kamar
dan terjadi lah hal yang harusnya terjadi
Di Mansion Abdul Rahman
Dua orang pengusaha Sepuh memasuki ruang tamu dan sang tuan rumah menyambutnya
"Rahman aku tidak Terima" Pria sepuh dengan tongkatnya memasuki ruang tamu
"Kau bicara apa tua bangka! , tidak Terima apa? "
Rahman yang bingung menengok asisten sahabatnya
"Tuanmu itu kenapa Rusdi? "
baru hendak menjawab pertanyaan Rahman , Irsyad lalu berkata lantang
"kau menikahkan kembali cucumu tampa memberitahu ku kembali, mereka sudah mempunyai anak pun, cih sahabat macam apa kau ini"
"Menikahkan anak? , Hai kau bicara apa tua bangka datang-datang langsung marah-marah, salam pun tidak"
"untuk apa aku salam ke seorang yang tidak menghargai sahabatnya"
"Hentikan omong kosong mu orang tua, aku akan menikahkan cucuku bulan depan dan hanya kemarin saja aku tidak memberitahu kan mu, kau itu kenapa? "
"cih, kau alasan. kau menikahkan cucumu yang nomor dua kan itu juga sudah lama bahkan mereka sudah mempunyai dua orang anak"
"Rusdi seperi nya tuanmu belum minum obat, cepat berikan obatnya, Atau ku usir kalian dari rumahku"
"Assalamu'alaikum, eh ada om Irsyad dan om Rusdi " Aminah sang menantu kesayangan Rahman mendekat di ikuti sang suami dan mencium tangan Tamu mertuanya dan di ikuti sang suami
"Ada apa nih ribut-ribut, Om.Abah? " ucap Hasyim bingung
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...