BLACK CARD "MENDADAK KAYA"

BLACK CARD "MENDADAK KAYA"
List jadwal obrolan pria


__ADS_3

"Nyonya habis ini kita kemana?, bagai mana jika nyonya hari ini kita ke Mall? " ucap pria Tampan berjas dibalik kemudi mobil jeep Rubicon.


"Ide yang bagus, karena mood ku yang sedang jelek karena pria yang masih belum move on dari MANTAN nya, aku akan menguras isi kartu yang dia berikan kemarin, sepertinya menyenangkan bukan begitu Aisyah? ucap Jannah sedikit kesal yang menekan kata Mantan, Aisyah hanya tersenyum dan kikuk karena berada diantara keributan rumah tangga sahabat barunya.


"Terserah mba saja, kalau pun akan mampir aku akan menghubungi suamiku dulu" Aisyah membuka ponselnya dan menghubungi suaminya dan saat tengah percakapan berlangsung Gani meminta Aisyah VC dan meminta ponselnya dia akan berbicara dengan sahabatnya itu.


πŸŽ₯ Indra : "Loh kenapa Video call sayang? dan kamu di mobil siapa?"


πŸŽ₯ Aisyah : "Aku di mobil Tuan Gani.."


πŸŽ₯ Indra : "Taun Gani, Apa yang kau lakukan dengan pria itu? apa kau berselingkuh?"


πŸŽ₯ Aisyah : "Ish Abi, aku belum menjelaskan langsung nyerocos aja, aku tidak berdua dengan nya, tapi dengan tunangan nya dan anak-anak nih kalau tidak percaya " Aisyah menyerah kan Ponselnya ke Gani dan Gani menaruh ke Holder HP di mobilnya


πŸŽ₯ Gani : "Hi Buluk, kau bicara omong kosong apa? apa aku ini seperti seorang Pebinor? "


πŸŽ₯ Indra : "Hahahahah, maafkan aku tuan Gani yang terhormat kau memang bukan seorang Pebinor tapi seorang pria yang belum Mo... " ucap Indra menghentikan ucapan nya karena melihat Gani melotot kan matanya memberi kode jangan ngomong macam-macam karena dia sedang bersama singa betina yang sedang marah. Jannah lalu masuk ke frame karena ucapan Indra yang terpotong


πŸŽ₯ Jannah : "yang belum apa bang Indra?"


πŸŽ₯ Indra : "ha-ha-ha, tidak ada mba Annah, aku tidak ngomong apa-apa, sudah lah jika kalian ingin ke mall aku izinkan, sudah ya aku harus mengantar paket lagi, Assalamu'alaikum "


klik, Indra mematikan sambungan telepon nya, dia bernafas lega hampir saja dia keceplosan. Indra dan Jannah kenapa bisa kenal karena Jannah sering bertemu dengan Indra di warkop Gani dan juga Indra sering mengobrol dengan Gani, Gani tuh orang nya humble dan rendah hati walau dia seorang pengusaha tapi dia tidak malu berteman dan mengobrol dengan siapa pun, menurut Gani mengobrol dengan orang dari kalangan dibawahnya, dia bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman bermanfaat dan dia jauh harus lebih bersyukur karena kehidupan nya lebih baik dibandingkan dengan mereka.


"Kalian kalau bertemu ngomongin apa? apa kalian membicarakan perempuan? " tanya Jannah menyelidik dan Aisyah memasang kuping sebenarnya dia juga ingin bertanya soal itu tapi enggan karena takut.


"Ngobrol biasa aja, tentang pekerjaan tentang pengalaman, Hobi sampai agama kehidupan dan alam semesta bisa jadi obrolan kami para pria" ucap Gani datar,


"Bohong!!, pasti ada kan ngobrolin perempuan? " tanya Jannah lagi

__ADS_1


"Iya pasti ada? " sambung Aisyah


"Ish denger ya perempuan-perempuan kami para pria ada beberapa list jadwal perbincangan di setiap jamnya? " seru Gani lagi sambil fokus menyetir


"Mana ada obrolan di pakai list Jam" ucap Jannah yang masih belum paham


"Iya mana ada, omong kosong apa? " ucap Aisyah lagi


"Kalian perempuan tidak paham dan mengerti jika kami sedang berkumpul lebih dari 2 orang dan tidak lebih dari 4 orang kami akan mengobrol banyak macam hal"


"jika kami awal bertemu berdua di jam 8-9 kami sesi curhat masalah pribadi baik itu pasangan dan keluarga, dan kemudian ada teman kami datang dan ikut gabung di sebelum jam 10 pasti kami ngobrol masalah Hobi sampai jam 11 malam" Aisyah dan Jannah menyimak


"Nah itu ada sesi curhat, pasti ngomong perempuan kan" Jannah mulai kesal


"Iya adalah namanya sesi curhat, pasti kita ngomongin pasangan kita, bagaimana kabarnya bagai mana hubungan nya dengan kita, itu aja tidak lebih, nah kalau kami ngobrol lebih dari 5 orang pasti omongan itu pasti ngelantur kemana-mana, makanya kalau kami sesi curhat hanya berdua saja atau maksimal bertiga" ucap Gani diplomatis


"Terus jam 11 ke atas ngomongin perempuan sexy kan? " sungut Jannah


"Para pria itu aneh ternyata, kami para perempuan ga ada tuh sistem obrolan list seperti itu, kalau kami ngobrol pasti tidak jauh dari harga cabe, harga bawang, Anak-anak sama artis, hihihi" seru Aisyah dan di angguki Jannah


"Iyah kalian aneh" seru Jannah lagi


"Sebenernya list itu tidak ada obrolan itu ngalir begitu aja, seperti air, sudah lah kalian kenapa tanya -tanya obrolan pria"


"Ya kita mau tau aja, bukan begitu syah? " ucap Jannah Aisyah hanya mengangguk. sepanjang mereka ngobrol anak-anak Aisyah tidur pulas, Raihan tidur di Jok samping Gani, Hanun tidur di pangkuan Aisyah.


"Terus kenapa saat kalian ngobrol jika kami pasangan kalian datang, kalian langsung diam dan tidak ada obrolan lagi. sebelumnya kalian terlibat obrolan seru sambil tertawa" tanya Jannah


"Ya kami menghargai pasangan kami Masing-masing dan kami para pria selalu waspada terhadap kawan kami sendiri, jika pasangan kami datang atau ikut bergabung dengan kami, ada di antara salah satu kawan kami itu ada yang curi-curi pandang ke pasangan kami dia Jaim dan mungkin kalau dia merasa pasangan kami ini dilihat tidak baik atau ada sinyal-sinyal kuat berselingkuh atau cemburu, baru di antara kami ada yang membuka aib kami masing-masing " ucap Gani. setelah Gani mengatakan itu Raihan terbangun.

__ADS_1


"Om kita beyum sampe ya? " tanya Raihan


"Belum nak, sebentar lagi kita sampai " Aisyah menjelaskan


"Memang kita mau temana? tanya Raihan lagi


"kita mau jalan-jalan sayang, kita ke Timezone nanti kamu mau kan?" ucap Jannah Raihan nampak kegirangan dibilang akan ke Timezone


"Ade Banun Ade kita amu ke Timezone" ucap Raihan girang sambil berteriak dan menengok ke belakang di kursi yang di tempati sang Adik. Tidak berapa saat mobil memasuki kawasan mall.


sementara di lain tempat Indra mendengar dan merasakan getaran dari ponselnya lalu menepi.


πŸ“žIndra "Halo Assalamu'alaikum, iya benar tuan, Mohon maaf tuan saya sudah lancang menggunakan nya"


πŸ“ž X : .....


πŸ“žIndra : "baik tuan, besok bisa saja sediakan waktu untuk tuan"


πŸ“ž X : .....


πŸ“ž Indra : "Baik tuan, sampai ketemu besok, terimakasih, assalamualaikum"


"Bagaimana sudah kau hubungi dia? "


"Sudah Tuan"


"Bagus"


...****************...

__ADS_1


......Bersambung......


__ADS_2