
π Indra : "Baik tuan, sampai ketemu besok, terimakasih, assalamualaikum"
"Bagaimana sudah kau hubungi dia? "
"Sudah Tuan"
"Bagus"
di Sebuah mall
"Sumi sudah belanjanya? apa yang kau beli? " tanya Zulaikha saat ini berada di salah satu toko tas brand ternama luar negeri yang mempunyai logo huruf H,
"Sudah nyonya, Nyonya apa ini tidak berlebihan,?" ucap Sumi merasa khawatir
"Sudahlah sumi biarkan kita menguras kartu ini" ucap Zulaikha sambil memainkan kartu pemberian ayahnya.
"dan untuk para pelayan yang lain sudah kau beli juga, jangan sampai ada yang tertinggal loh" ucapnya lagi
"Sudah nyonya, kita tinggal bayar saja di kasir. ini saya sudah mendapatkan barang yang sudah jadi incaran saja sejak kemarin" kata sumi sambil memegang tas keluaran terbaru dari brand tersebut.
"Kau gercep sekali, aku keduluan mu, ya sudah kau ambil saja" ucap Zulaikha sambil memanyunkan bibirnya karena kesel tas itu keduluan Asistennya. lalu mereka berdua menuju kasir membayar semua belanjaan mereka. setelah transaksi selesai. mereka keluar toko barang belanjaan mereka di bawa oleh dua orang bodyguard tuan Yusuf. Saat hendak keluar toko Sumi merasa akan buang air kecil kemudian izin ke toilet.
"Nyonya saya ke toilet dulu ya, sudah tidak tahan, Nyonya bisa tunggu di kursi sana atau di caffe sebelah sana" ucap Sumi sambil memegangi celananya
"Yasudah sana nanti kau ngompol lagi disini" ucap Zulaikha sambil terkekeh
"Kalian tolong jaga Nyonya, awas jangan sampai lengah. atau kalian akan berurusan dengan ku! " ancam Sumi ke dua orang bodyguard anak buah suaminya.
"Baik Bu" ucap dua bodyguard patuh. kemudian Sumi sedikit berlari ke arah toilet.
...
"Mba Jannah yuk pulang, anak-anak sudah selesai nih" ucap Aisyah sambil menggendong Hanun. Jannah dan Gani yang sedang bermain permainan bola basket dengan Raihan menengok asal suara Aisyah.
"kamu sudah mainnya sayang? " ucap Jannah ke Hanun
"Udah Ante, anun cape" ucap gadis kecil berumur 2 tahun
__ADS_1
"Yasudah yuk kita pulang" Ucap Jannah lalu menghampiri Gani dan berbisik ke Gani. lalu Gani menggendong Raihan dan pamit pergi sebentar buat ke toilet
"Kita makan dulu ya, kita makan di Restoran cepat saji aja" ucap Jannah sambil mengambil alih Hanun dari gendongan Aisyah
"Baik ante"
"Mba Hanun berat lo biar aku saja yang gendong" ucap Aisyah
"Ga apa-apa sih syah, itung-itung aku belajar" ucap Jannah, Aisyah mencari keberadaan Raihan dan Gani
"Mba Jan, Raihan sama tuan Gani kemana?"
"Ke Toilet tadi Raihan katanya mau pipis" ucap Jannah, Aisyah menarik sebelah alisnya
"Tuh kan jadi merepotkan kalian, maaf ya mba"
"Sudahlah kita tunggu di restoran itu saja, tadi juga A Gani bilang kita suruh tunggu di sana"
"Yasudah mba ayo" Jannah yang mengendong Hanun dan Aisyah yang menenteng tas kebutuhan anak-anaknya berjalan menuju Restoran cepat saji. dan Aisyah Mendudukan Hanun di kursi bayi, sementara Jannah sibuk memesan makanan untuk semua.
Di toilet
"Hai kau kalau jalan itu pakai mata! " hardik perempuan hampir seusia Sumi
"Maafkan aku bu, aku buru-buru sudah tidak tahan" ucap Sumi tanpa melihat perempuan itu. dan masuk ke bilik toilet
"Kemana perempuan itu, sepertinya aku mengenal nya, Aku tunggu saja dia keluar, ingin rasanya aku hajar perempuan itu" ucap Perempuan yang di tabrak.
"Ah lega, rasanya. eh ibu yang tadi masih ada ga ya?, aku harus buru-buru minta maaf " gumam Sumi. perempuan yang di tabrak Sumi awalnya berniat menghajar Sumi tapi dia urungkan karena dia kaget ternyata yang dia Lihat itu Rivalnya dulu saat bekerja di Mansion Yusuf. ya perempuan itu Ijah, Surtijah yang saat dia diusir dari mansion oleh Sumi dan Zulaikha bekerja dengan Kalina. Ijah bersembunyi dari Sumi.
"Sial Babu itu, kenapa harus dia, Tumben babu itu sendiri biasanya bersama majikannya atau dengan Bodyguard nya. apa dia sudah di usir juga dari mansion itu, aku harus cari tau" Ucap Ijah dalam hati, Sumi masih menengok kanan dan kiri mencari seseorang yang dia tabrak.
"Dah lah, mungkin dia sudah pulang, nanti kalau ketemu lagi aku baru meminta maaf" ucap Sumi, Sumi berjalan menuju Tempat yang tadi meninggalkan Zulaikha. tapi Zulaikha tidak berada di tempat nya dan Sumi menuju Cafe yang dia tunjuk tadi pun Zulaikha dan dua orang bodyguard nya tidak ada di sana.
"Kemana Nyonya dan kedua bodyguard itu, kenapa aku ditinggal. coba aku telpon dulu aja" Sumi mengeluarkan ponselnya menghubungi Zulaikha. Ijah masih mengikuti Sumi dengan diam-diam, saat sedang fokus menguntit Ponselnya berbunyi
"Drt... drt... drt.. "
__ADS_1
"Ah siapa sih yang menelpon, ganggu aja" ijah kemudian mengambil ponsel, tertera nama di ponselnya bernama "Ratu Iblis", ya Nyonya nya dia namai dengan sebutan dengan Ratu Iblis. bagaimana Kalina tidak dinamai ratu Iblis, karena ijah adalah salah satu saksi dan tersangka pembunuhan Anak dari majikannya yaitu Zaki Putra Pratama.
π Ratu Iblis (Kalina) : "Hai babu sialan dimana kau, sudah jam berapa ini belum pulang? "
π Ijah : "Ah Nyonya, kau mengganggu saja, ini aku masih di supermarket, kenapa memangnya? "
π Ratu Iblis : "Berani nya kau!, sudah bosan kau bekerja untuk ku?"
π Ijah : "Nyonya selalu saja mengancam ku, asal tahu saja nya Nyonya aku ini sedang ada misi, kau tau Nyonya aku sedang menguntit siapa? "
π Ratu Iblis : "Si**an kau babu, Lama-lama kau ngelunjak ya, menguntit siapa kau?, jangan bilang kau sedang menguntit Si Karyo juragan beras pacar mu itu ,hah? , jika itu benar habis kau di rumah"
πIjah : "Ini tidak ada hubungannya dengan pacarku Nyonya, Nyonya tau siapa yang aku kuntit? "
π Ratu Iblis : "Hai babu, cepatlah kau jangan main teka-teki, mana aku tau kau menguntit siapa? "
π Ijah : "Sumi Nyonya, babu dari mantan suamimu"
π Ratu Iblis : "Apa" teriak Kalina, Sumi sedikit menjauhkan ponsel dari telinga nya karena teriakan keras Kalina, Siska yang baru saja merem di Sofa ruang keluarga nampak kaget dan bangun.
"Mamah apa-apaan sih teriak-teriak seperti Tarzan" ketus Siska , Kalina hanya menunjukkan raut wajah datar
"Lagian kau kenapa tidur di sofa sana masuk ke dalam kamar!" ketus Kalina
"Mah apa mamah lupa Kunci kamarku dibawa bi Ijah, lagian mamah pakai ngilangin kunci rumah kan jadi susah sekarang, Bi Ijah harus bawa kunci yang aku pegang"
"Kau banyak saja alasan, Sudah sana tidur dikamar mamah! " ucap Kalina
π Ijah : Halo Nyonya.. Nyonya, Nyonya masih hidup apa sudah mati? "
πRatu Iblis : "Hai kau babu si**an, kau menyumpahi ku mati!, tapi aku tidak takut sumpah durjana macam kau tidak akan di dengar Tuhan"
π Ijah : "Sudah lah Nyonya aku sedang malas berdebat dengan Nyonya, ada apa Nyonya telpon?, cepat katakan sebelum aku kehilangan jejak Babu itu"
πRatu Iblis : "Kau babu teriak babu, sudah lah jangan lupa kau buat kunci cadangan rumah , setelah itu langsung pulang, aku sedang bahagia ini, aku beli pizza besar karena aku mau merencanakan sesuatu dengan mu, cepat pulang. Oh ya satu lagi pastikan babu itu bersama si perempuan kampung itu. apa dia disana atau tidak"
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...