BLACK CARD "MENDADAK KAYA"

BLACK CARD "MENDADAK KAYA"
Bertemu Annisa


__ADS_3

"Rusdi, Jono Temukan Cucuku" ucap Kakek Irsyad


"Baik tuan" ucap keduanya dan lalu berdiri dan Jono mengambil HP Rizky dan mengotak atik sedikit HPnya dan melihat riwayat perjalanan terakhirnya dan memindahkan ke HP miliknya ke Rusdi


"Kami permisi tuan"


"Sebentar Cucu apa dan siapa" tanya Rizky bingung, Yusuf berpindah tempat duduk, sekarang tepat di samping Rizky


"Nak, Apa kau lupa kalau Abang mu Zaki itu mempunyai saudara kembar, dan saudara nya menghilang secara misterius, Bukankah mimih mu dan ibumu pernah bercerita kepada mu? "


"Apa jadi teman iky itu Bang Ziko?, Adiknya Almarhum Abang Zaki, Pih? "


"Iya nak, Kamu sudah menemukan kakakmu yang hilang"


"Ga mungkin Pih, Namanya Indra, Sebentar Namanya kalau tidak salah Indra Pratama, iya Pratama"


"Hah Pratama, bodohnya kau Rizky sampai tidak mengenali abangmu" ucap Rizky merutuki kebodohan nya tidak peka dengan nama belakang Indra


......................


Sementara itu ditempat lain, cuaca yang cerah terik matahari yang menyengat tak mematahkan semangat para pejuang receh berseragam Hijau dengan motor kesayangan mereka, begitu juga dengan seorang Indra Pratama, laju kendaraannya menerobos padatnya lalu lintas kota satelit ibu kota, kota perbatasan antara ibu kota sebelah barat.


Kendaraannya memasuki kawasan elite, yang rata-rata harga rumah di sekitar bermilyar rupiah, disana paling murah harga rumah 2,5milyar rupiah.


Indra memasuki salah satu cluster yang berada di sana, dan setelah lapor ke pihak security dan memberikan kartu Identitas dia di izinkan masuk,

__ADS_1


"Subhanallah rumahnya besar-besar, kapan bisa punya rumah seperti ini" Indra kagum dengan perumahan disana yang besar dan sambil berkhayal memilik rumah disana. setelah mengitari cluster guna mencocokan nomor rumah tersebut. dan menepikan kendaraannya dan turun dari motor berjalan ke pagar rumah tersebut.


"Ting tong" suara Bel, Indra harus menunggu, setelah menekan bel sebanyak tiga kali tidak ada juga penghuni rumah yang keluar. Lalu Indra memanggil customer nya


"Permisi G**Food" Indra memanggil setelah menunggu sekitar 15 menit tidak ada penghuni rumah yang keluar, Indra kemudian menelpon customer tersebut.


📞 Indra : "Selamat siang kak, saya indra dari G**Food, saya sudah di depan rumah kakak"


📞 Customer: .......


📞 Indra : Baik kak, Kira-kira berapa lama?


📞 customer : ....


📞 Indra : "15 menit lagi ya kak, baik kak saya tunggu"


"Sepertinya itu tidak mungkin" Indra menggeleng kan kepalanya. tampak dari ujung jalan sebuah mobil sedan mewah melintas, mobil itu di kendarai oleh seorang gadis muda kira-kira berumur 23 tahun.


"Seperti kenal abang Ojol itu" gumam gadis dalam mobil sambil memicingkan matanya


Indra yang mondar mandir, berdiri lalu berjongkok tak luput dari pandangan gadis tersebut. Mobil tersebut tiba di samping motor Indra dan membunyikan klaksonnya


"Tin Tin Tin" Indra yang melihat mobil tersebut berhenti di samping motornya berdiri dan tersenyum dan berinisiatif memindahkan motornya, karena motornya berhenti tepat di pagar rumah. saat akan memindahkan motornya, kaca jendela sebelah kiri diturunkan. Gadis itu tersenyum


"Bang Indra ya? " sapa gadis tersebut

__ADS_1


"Iya Kak, sebentar kak saya pindahkan motor dulu, biar kakaknya bisa langsung memasukan mobilnya" ucap Indra dan memindahkan motornya


"Ga usah bang saya.. " belum sempat ngomong panjang motor Indra sudah di pindahkan. lalu gadis itu turun dan menghampiri Indra,


"Bang Indra apa kabar, Masih ingat saya? " tanya Gadis itu, Indra mengangkat alisnya dan memejamkan matanya sambil memegang pelipis guna mengingat siapa gadis tersebut, merasa lupa dengan gadis berhijab tersebut Indra bertanya


"Iya saya Indra kak, maaf kak saya lupa anda siapa?, dan apa kakak yang bernama Siska? "


"Bukan kak, saya Yang waktu itu di masjid bersama kakek ku yang waktu itu bang Indra bantu gendong" ucap Annisa ya gadis itu. gadis yang ada hubungan benang merah dengan tas yang dia temukan.


"Allahu akbar, Alhamdulillah akhirnya kita ketemu lagi Non Annisa" tak berselang lama sebuah mobil Honda jazz putih nampak dan berhenti di belakang mobil Annisa, merasa mobil Annisa menghalangi mobilnya dengan angkuh mobil tersebut membunyikan klakson secara brutal.


"Tiiiiiin Tiiiiiiiiin Tiiiiiiin" seorang gadis muda berpenampilan sexy dan ditemani seorang wanita paruh baya berpenampilan elegant,


"Woi pinggirkan mobil Mu, sialan" sarkas Gadis seksi itu keluar dari mobil berteriak.


"Ish Ratu monyet, bisanya cuman teriak-teriak saja" ucap Annisa sambil merenggut dan menghentakan kakinya karen geram atas kelakuan tetangga nya tersebut, ya karena hubungan keduanya tidak akur, karena Siska yang Iri akan kehidupan Annisa yang Kaya dan selalu beruntung, mereka adalah teman kuliah tapi hubungan nya tida baik. Indra hanya terkekeh atas kelakuan Annisa yang kesel sendiri menurut nya lucu.


"Ya sabar" teriak Annisa


"Bang sebentar ya saya pindah kan mobil dulu, kalau tidak bang Indra mampir ke rumah saya, tuh rumah Nisa selang 2 rumah dari rumah Ratu monyet ini" ucap Annisa sambil terkekeh menutup mulutnya


"Iya non, nanti saya mampir" Annisa lalu memasuki mobilnya sambil tersenyum - senyum sendiri, Annisa memang menyukai Indra saat pandangan pertama saat bertemu. tapi dia lupa meminta nomornya, dia menyesal tidak meminta nomor telepon Indra hanya memberikan kartu nama nya saja dia merasa kecewa karena Indra tidak pernah menghubungi nya. Anisa sebenarnya selalu mampir menunaikan sholat di masjid saat pertama kali bertemu Indra, agar Dia bisa bertemu lagi dengan Indra tapi setelah lelah mengharapkan bertemu Indra akhirnya Annisa pasrah, semoga takdir menemukan nya kembali atau minimal Indra menghubungi nya. setelah mobil Annisa memasuki rumahnya dan Siska memasuki rumah nya dengan Indra yang membukakan pintu pagar, karena pintu pagar tidak dia kunci, dua orang wanita tersenyum penuh tanda tanya,


"Akhirnya kau menampakan diri juga Pratama" ucap wanita paruh baya tersebut

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2