
" Apa ini mas?" tanya Annisa bingung
"Ini kepunyaan kamu kan Nis?, di dalam situ masih lengkap semuanya?
"Kepunyaan ku?, Maksudnya? " Annisa bingung tiba-tiba Indra memberikan tas tangan pria dan membuka tas itu dan Annisa tersentak kaget.
"Maaf mas ini bukan punya Aku, ini tas clutch pria masa aku memakai punya pria" ucap Annisa sambil menyerah kan kembali ke Indra.
"Bukan punya mu Nis?, mungkin punya kakek mu, secara ini tas pria kemungkinan punya kakek mu kali Nis?
"Bukan mas, Demi Allah itu bukan punya aku maupun punya kakekku, Gimana sih ceritanya bisa tas itu ada di kamu mas? " tanya Annisa dan Indra menceritakan nya.
"Oh jadi begitu, kenapa ga mas coba mancing pemilik itu untuk mencari nya mas? "
"Maksudnya Nis?, aku ga paham? " tanya Indra bingung
"Maksudnya gini loh mas, itu kan ada cek dan ada juga Credit Card nya, kenapa ga coba mas cairkan salah satunya. mungkin kalau cek itu agak susah dan ribet. mas Indra bisa gunakan credit card nya" ucapnya.
"Tapi kan aku tidak punya pin nya Nis, gimana mau dipakai? " ucap Indra sambil memegang credit card itu dan memainkan nya
"Mas sebentar, boleh aku teliti credit card itu?, sepertinya itu keluaran lama" Indra menyerah kan credit card itu ke Annisa, dan Annisa meneliti kartu itu
"Yah mas ini kartu lama, kalau di belanjakan di EDC memang pakai pin, tapi kalau belanja di Online tidak perlu pakai pin, cukup kita daftarkan di aplikasi kan nama sudah tertera di kartu dan kita bisa memakai tiga angka dibelakang kartu itu sebagai pengganti Pin, coba deh mas" Annisa kemudian menyerah kan kembali ke Indra.
"Kenapa aku baru kepikiran ya, duh terimakasih ya Nis, aku coba deh" ucap Indra dan dia mulai mengikuti saran dari Annisa,
__ADS_1
"Berhasil Nis, selanjutnya tinggal membelanjakannya?, Tapi ini tindakan kriminal Nis, kita sama aja membobol Credit card orang" Indra ingin mengurungkan niatnya
"Tapi mas, kita kan ga niat membobol. tujuannya kan untuk memancing si pemilik kartu itu, Mas Indra coba beli pulsa dan nanti kalau pemilik itu menghubungi mas bisa mas ganti uangnya" ucap Annisa yang sempat kesal ke Indra yang terlalu polos dan jujur
"Bener juga ya nis, ah kenapa aku jadi bodoh begini" ucap Indra Annisa hanya geleng-geleng kepalanya saja. kemudian Indra membeli pulsa senilai seratus ribu dia memasukan nomor Ponselnya.
"Semoga ya Nis, cara ini berhasil memancing pemilik kartu ini soalnya aku tidak tenang jika tas dan isinya masih bersama ku" ucap Indra Annisa mengangguk dan tersenyum tipis, Annisa semakin kagum dengan sifat Indra jarang ada orang terlalu polos dan jujur macam Indra.
"Ya sudah Nis Terima kasih, saya pamit dulu" ucap Indra sambil berdiri dan mohon pamit dan Annisa ikut berdiri mengulur kan tangannya Indra mengatupkan kedua tangan di dadanya. Annisa yang melihat Indra hanya mengatupkan tangan merasa malu hanya nyengir
"Sekali lagi terimakasih ya Nis atas jamuan dan Ilmu nya, saya pamit ya nis. Assalamu'alaikum"
"Sama-sama mas, mas terlalu berlebihan, Walaikumsalam. Hati-hati mas" ucap Annisa Indra hanya mengangguk saja. dan dia melajukan kendaraan nya
................
"Ting" ponsel Asisten Jono berbunyi, sebuah notifikasi penggunaan credit card milik tuannya. Dia membuka pasan notifikasi itu dan memberitahu kan ke Atasannya.
"Tuan ada pesan dari bank terkait credit card atas nama tuan muda" ucap Jono Yusuf yang mendengar itu mendongak kan kepalanya
"Apa isinya Jon, apa kartu itu sudah dikuras dan apa cek itu juga sudah di cairkan?, kau tanya masing-masing pemilik cek itu apa ada dana keluar dari cek itu dan kau selidik siapa yang menguras nya"
"Baik tuan, saya tanyakan ke mereka, dan isi pesan ini hanya ada pemakaian belanja online senilai seratus ribu rupiah saja taun" ucap Jono masih sibuk dengan ponselnya menghubungi para pemilik cek itu.
"Aneh kenapa hanya seratus ribu? " ucap Yusuf. Irsyad yang melihat menantunya tampak kebingungan kepo bertanya
__ADS_1
"Ada apa Suf?, Kenapa bingung begitu? " ucap Irsyad dan kemudian Yusuf menceritakan dia kehilangan Clutch sewaktu di sholat di masjid. dan beberapa saat kemudian Jono telah selesai berkomunikasi dengan para pemilik cek itu
"Tuan, info dari mereka tidak ada dana keluar dari masing-masing rekening mereka" ucap Jono dan Rusdi ikut berkomentar
"Maaf tuan saya rasa yang menemukan clutch itu sengaja memancing Tuan untuk menghubungi nya, karena yang menemukan itu bukan orang bodoh tuan yang gampang menguras dan mencairkan cek itu. bisa jadi dia sengaja untuk bertemu tuan untuk meminta tebusan sejumlah uang" ucap Rusdi
"Kau jangan suka Suudzon Rusdi, kau selalu berprasangka buruk ke orang, aku tidak suka itu" ucap Irsyad yang tidak terima, Asisten nya itu terlalu waspada dan suudzon ke semua orang.
"Maafkan saya tuan, itu hanya pendapat saya" ucap Rusdi sambil tertunduk
"Kalau menurut ayah sih, orang ini orang baik dan jujur, buktinya dia hanya mengunakannya hanya seratus ribu, dia berbelanja di e-commerce apa Jon? "
"Benar kata ayahku Om, kita jangan su'udzon dulu,, kita belum menyelidiki nya" ucap Yusuf
"e-commerce hijau tuan"
"E-commerce hijau, bukankah kita memiliki saham disana Rusdi?, coba kau hubungi CEO nya, dan minta data lengkap pemilik akun tersebut. setelah mendapatkannya kau berikan data itu kepadaku" ucap Irsyad
"Baik tuan" Rusdi berdiri dan berjalan ke dan menghubungi founder dan Ceo e-commerce tersebut.
"Suf andai orang itu jujur kau mau apa? " tanya Irsyad
"Jika dia Seumuran dengan ku akan aku jadikan saudara dan dia masih muda akan aku jadikan dia anak angkatku dan akan mewarisi setengah aset dan perusahaan ku Ayah, apa ayah setuju? "
"Ayah sih setuju saja, asal kau temukan anakmu dulu, bukan kah sudah ada titik terang nya" ucap Irsyad mengingat kan
__ADS_1
"Ya sudah ayah mau ke rumah sahabat ayah dulu mau berbagi kebahagiaan ini dengan nya dan ayah juga ada perlu dengan cucunya itu" ucap Irsyad dan berdiri dan Rusdi mendekat, kemudian kedua pria sepuh itu berjalan, Yusuf dan Jono mencium punggung tangan kedua pria sepuh itu. dan mengantar mereka sampai depan lobi. mobil sedan mewah tepat di lobi supir dan seorang bodyguard membukakan pintu mobil dan kedua pria sepuh itu masuk kedalam mobil, sebelum mobil melaju Irsyad sempat berucap
"Kau cepat temukan cucuku, awas saja jika tidak ketemu" ucap Irsyad dan mobil pun melaju.