BLACK CARD "MENDADAK KAYA"

BLACK CARD "MENDADAK KAYA"
Mengantar


__ADS_3

"Akhirnya kau menampakan diri juga Pratama" ucap wanita paruh baya tersebut, Siska menoleh ke arah mamahnya?


"Mamah yakin, laki-laki itu anak dari mantan suami mamah?, tapi sepertinya dia itu pria miskin" ucap sinis Siska


"Apa kau meragukan mamah mu, mamah sangat yakin pria miskin itu anak dari mantan suami mamah yang hilang" Ucap Kalina sambil memberikan foto nya bersama mantan suami pada saat menikah, Siska melihat foto tersebut dan menoleh ke belakang dimana Indra saat ini berada dan memang garis wajah dan postur nya mirip.


"Mereka sangat mirip, lalu aku harus apa mah? " tanya Siska Bodoh


"cletak" Kalina menyentil kening anak gadisnya, Siska mengaduh sakit


"Mamah apaan sih, sakit tau"


"Kau ini lupa rencana kita?, sudah cepat kau turun ambil pizza nya, dan jalankan rencana kita yang kemarin" Bu Kalina keluar dari mobil langsung masuk kedalam rumah dan Kalina berjalan sambil membuka dompetnya berjalan ke arah Indra. dan tersenyum ramah, Indra yang melihat perubahan aneh dari gadis itu yang tadinya judes dan galak terhadap Annisa, sekarang berubah 180°.


"Siang bang, semua nya berapa? " senyum Siska mengandung maksud terselubung. Indra menyadari itu.


"Siang Kak, Pizza Limo nya 250 dan free ongkir ya kak, kakaknya pakai promo" Indra berusaha bersikap ramah dan profesional, walau dia tahu gadis ini punya maksud tidak baik. Intuisinya mengatakan bahwa gadis ini tidak baik. Siska memberikan uang 3 lembar warna merah,


"Ini bang uangnya, kembaliannya di bawa saja" Siska mengambil pizza nya. dan Indra mengambil uangnya dan memasukkan ke kantong jaket.melihat Siska yang kerepotan membawa pizza itu berinisiatif menawarkan bantuan.


"Bisa kak bawanya?, biar saya bawa kak"


"Boleh bang, Terimakasih loh" Siska tersenyum semirk dia berfikir rencana pertamanya berhasil selanjutnya dia, tinggal merencanakan rencana selanjutnya. Indra dan Siska berjalan masuk ke dalam rumah. sambil mengobrol Basa-basi. Siska berjalan duluan dan menemui mamah nya.


"Loh Siska mana pizza nya? " Bu Kalina mendongak dan bertanya ke Siska.


"Itu mah di bawa Abangnya" ucap Siska sambil mengedipkan matanya memberi kode.


"Loh wah jadi merepotkan kan Abang nya kamu ini, terimakasih ya nak merepotkan" ucap Kalina dan dia pura-pura kaget.

__ADS_1


"Loh kamu yang kemaren nolongin tante kan? " ucap Kalina Pura-pura kaget. Indra yang membaca raut wajah dan gestur tubuh wanita paruh baya langsung intuisi dan feeling langsungnya bereaksi memberi sinyal bahaya.


"Loh bu... " Indra sengaja menjeda ucapannya.


"Kalina, nama tante Kalina, ayo duduk dulu, kita ngopi dan ngobrol tante mau ngucapin terimakasih sama kamu" Kalina langsung memotong ucapan Indra


"Tidak usah repot-repot Bu Kalina, saya masih ada paket yang belum saya antar" tolak halus Indra


"Yah sayang sekali, padahal saya mau ngucapin terimakasih sama kamu.


"iya bu, Kak Mohon maaf saya permisi dulu" ucap Indra yang sebelumnya sudah mencium punggung tangan dan bersalaman dengan mereka dan berjalan kembali ke motornya. Indra tidak mensia-siakan waktunya mampir ke tempat Annisa karena tujuannya memang ke sana untuk mengembalikan Tas tangan itu. Indra menghidupkan motornya dan berjalan ke rumah Annisa dan dia melihat Annisa sedang berdiri di gerbang rumah nya, Annisa sengaja menunggu Indra takut Indra berbohong akan mampir. Indra berhenti melihat Annisa yang sedang tersenyum. sebelum Indra menghampiri nya, Indra membuka Bagasi motor dan mengambil tas tangan itu.


"Kirain tidak jadi mampir mas, saya sengaja nunggu mas di depan takut masnya lupa untuk mampir"


"Tidak mungkin lah Non Nisa, saya ke mari juga ada tujuannya juga" Annisa mengangkat kedua alisnya heran.


"Loh Non, kenapa senyum-senyum gitu? "


"Ah ga kok mas, ga usah pake Non juga mas, karena Mas Indra bukan karyawan saya" ucap Annisa sambil mengaruk-garuk kepalanya dan mereka berjalan ke dalam rumah sambil mengobrol.


"Baiklah Nis kalau begitu, oh ya Ngomong-ngomong bagaimana ke adaan kakek, apa dia sehat? " tanya Indra


"Kakek sehat mas sekarang ada di rumah Ayahku mas, Ayo mas masuk duduk di dalam jangan berdiri di depan teras aja" Sementara Anisa sibuk membuka kunci rumah, Indra berfikir kalau Annisa saat ini sedang sendiri dirumah di urung masuk ke dalam rumah takut timbul fitnah. Anisa langsung masuk ke rumah


"Anisa kamu di rumah sendiri? " tanya Indra sedikit keras karena tidak berani masuk kedalam


"Iya mas, saat ini aku sendiri, mau minum apa mas? " tanya Annisa sedikit berteriak karena sedang sibuk di dapur menyiapkan minum dan cemilan.


"Tidak usah repot-repot Nis"

__ADS_1


"Ya sudah aku buatkan es Jeruk ya mas, lumayan seger siang-siang terik gini minum yang dingin" setelah membuatkan minum dan mengambil cemilan Annisa berjalan sambil membawa nampan.


"Kemana dia kok ga ada diruang tamu? " gumam Annisa dan dia meletakkan nampan di meja. dan Annisa berjalan ke teras dan ternyata Indra sedang duduk di bangku teras.


"Loh kenapa ga di dalam mas duduknya? "


"Disini aja Nis, ga baik berduaan di dalam takut timbul fitnah, dan takut setan lewat juga"


"yah sudah mas kalau gitu, saya ambil minuman tadi dulu ya" Indra mengangguk dan tersenyum. Melihat senyum Indra Annisa jadi salah tingkah dan membuat jantungnya berdetag


"Duh jangan senyum kek gitu sih mas, bikin meleleh tau ga? " gumam Annisa dan Indra sempet mendengar gumamnya


"Hah, kenapa Nis? " tanya Indra


"Ah ga mas, ga kenapa-kenapa, Aku ambil minuman dulu" Annisa memukul keningnya dan merutuki kebodohan nya bergumam yang di dengar oleh Indra.


"Minum mas, biar seger" ucap Annisa dan Indra meminum es Jeruk tersebut. Annisa terus menatap Indra kagum. Setalah Indra menaruh gelas itu kembali dia baru tersadar dan berdehem untuk mengontrol gugupnya.


"Ehem, Mas katanya ada tujuan kemari kalau boleh tau apa itu? tanya Annisa gugup. Indra mengambil tas tangan itu dan menyerahkan ke Annisa.


" Apa ini mas?" tanya Annisa bingung


"Ini kepunyaan kamu kan Nis?, di dalam situ masih lengkap semuanya?


"Kepunyaan ku?, Maksudnya? "


...****************...


...bersambung...

__ADS_1


__ADS_2