
📞Ratu Iblis : "Kau babu teriak babu, sudah lah jangan lupa kau buat kunci cadangan rumah , setelah itu langsung pulang, aku sedang bahagia ini, aku beli pizza besar karena aku mau merencanakan sesuatu dengan mu, cepat pulang. Oh ya satu lagi pastikan babu itu bersama si perempuan kampung itu. apa dia disana atau tidak"
"Klik" Ijah mematikan sambungan telepon nya sepihak tidak mau membuang kesempatan berharga, terus mengikuti Sumi dari jarak lumayan cukup Jauh
Gani dan Raihan keluar dari Toilet melewati beberapa toko, Raihan yang berada dalam gendongan Gani matanya sempat melirik ke arah toko mainan ada rasa Raihan ingin punya mainan mobil remote milik temannya. Gani yang melihat lirikan mata Raihan ke arah Toko mainan, Gani melangkah masuk ke dalam toko mainan dan menurunkan Raihan, Dan menggandeng tangan Raihan.
"Om enapa kita ke cini? " ucap cadel Raihan, Gani tersenyum dan berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Raihan.
"Kamu mau Mobilan itu? " Tunjuk Gani ke sebuah mobil remote berbentuk Truk besar
"Ndak om, Umi sama Abi belum punya uit. kata abi nanti kalau sudah punya uit abi mau beliin aku mobil truk oleng Om" ucap Raihan dengan wajah sendu
"Om yang beliin kok, tenang aja kamu pilih ya, dan pilih juga buat ade" Gani menuntun Raihan ke dalam dan di sambut oleh SPG disana
"Selamat Sore Tuan, Silahkan tuan mobil remote nya" ucap Ramah SPG
"Sore mba, saya lihat-lihat dulu ya, nanti jika saya butuh sesuatu saya panggil mba nya" jawab Ghani ramah
"Iya tuan, jangan sungkan kalau butuh sesuatu panggil saya, Nama saya Ayu" pamit Ayu (Hayo ini Ayu temannya indra bukan ya?)
"Iya mba Ayu"
................
"Nyonya, pasti ada di toko mainan nya " ucap Sumi sambil menenteng Ponselnya dia ingin menelpon majikannya, tapi dia mengingat kalau majikannya jika ke Mall pasti mengunjungi toko mainannya, Zulaikha membuka toko mainan untuk mengenang anaknya. toko itu dia buka karena Zulaikha sangat merindukan anaknya yang hilang dan Zulaikha sangat senang dengan anak-anak.
"Nyonya" panggil Sumi sambil sedikit berlari menghampiri Zulaikha, dengan nafas tersengal-sengal .
"Kau dari mana Sumi?, ke toilet apa ke Mars?, lamanya"
__ADS_1
"Maaf nyonya tadi saya nyari nyonya di tempat yang tadi dan ke cafe, nyonya tidak ada. dan Feeling saya mengatakan pasti nyonya ke sini" jelas Sumi panjang lebar. Zulaikha menepak bahu Sumi.
"Kau, Menyalahkan ku Sum? " Zulaikha mengangkat satu alisnya
"Tidak nyonya" Sumi menunduk takut.
"Hahahaha, sudahlah Sum aku hanya bercanda. kau jangan seperti itu. kesannya aku akan menyiksa mu" Zulaikha terkekeh
"Kau tau Sum, entah kenapa ya dari tadi sewaktu kau ke Toilet, hatiku mengatakan aku harus ke toko mainan ku ini" ucap Zulaikha lirih sambil berjalan. Tiba-tiba dari arah belakang Zulaikha ada Seorang anak kecil berbadan tambun berlarian, Zulaikha dan Sumi tersentak kaget.
"Astaghfirullah" Sumi dan Zulaikha memekik
"Hei hati-hati nak jangan berlarian" ucap Zulaikha
"Nanti Ja... " belum sempat Zulaikha kelar berucap bocah tambun itu menabrak anak kecil lainya yang sedang melihat macam-macam boneka.
"Bruk dug" mereka bertabrakan, bukan bertabrakan tapi bocah tambun itu menabrak Raihan, ya bocah yang di tabrak itu Raihan. Sumi dan Zulaikha menghampiri mereka Sumi membangunkan Bocah tambun itu dan Zulaikha membangun kan Raihan. Zulaikha mengangkat dan memalingkan tubuh Raihan menghadap nya. Raihan sekarang berdiri di hadapan Zulaikha yang sedang berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Raihan.
"Mamiiiiiiii, uwaaaaa.... sakit" Tangis bocah tambun itu menggelegar dan berlari ke arah Ibunya. Mendengar suara tangis Bocah tambun sang ibu menoleh dan terjangkit kaget saat bocah itu menubruk badannya mendekap kaki sang ibu. Melihat dan mendengar anaknya menangis sang ibu geram, Siapa yang membuat putra kesayangan nya menangis.
"Hai kau kenapa Steven? " ucap Sang Ibu.
"Mamiiiii, sakit.... sakit" tangis bocah itu.
"Iya sakit, tapi sakit kenapa? "
"Itu Mih... " Bocah tambun itu menunjuk Raihan. Sang ibu geram, anaknya menangis karena ulah Raihan. Sang ibu menarik Steven dan sedikit berlari ke arah Zulaikha Sumi dan Raihan. Zulaikha dan Raihan masih mematung. Sumi yang melihat majikannya bengong mencoba membuyarkan lamunan nya.
"Nyonya... Nyonya..." dua kali Sumi memanggil Sang majikan dan baru panggilan ke tiga Sumi menyentak kan tubuh Zulaikha. Seketika Zulaikha tersadar.
__ADS_1
Ibu Steven memicingkan matanya memindai Raihan, Melihat bocah itu berpakaian sederhana dan terkesan murah menyeringai.
"Hai bocah kampung, Miskin. Kau apakan Anak ku" teriak Ibunya Steven. Melihat seorang ibu-ibu menghardik Zulaikha menoleh ke arah sumber suara. Ibu Steven berjalan sedikit berlari dan sampai di hadapan Mereka, menarik telinga Raihan dengan paksa hingga Raihan terpekik dan matanya mulai berkaca-kaca dan menangis.
"Awh.. umiiiii" tangis Raihan, tentu saja sakit dan ditambah takut melihat seorang wanita sebaya dengan ibunya melotot dengan wajah garang. dan bersembunyi di balik tubuh Zulaikha.
"Hei Nyonya apa yang kau lakukan" Sentak Zulaikha dan menepis tangan ibu-Nya Steven. Zulaikha mengendong Raihan dan memeluk nya.
"Laihan takut Nek, Laihan mau ke Umiiii" isak Raihan di pelukan Zulaikha. ada rasa hangat yang mengalir di tubuh Zulaikha mendengar Raihan memanggilnya nenek. Sumi yang melihat dan mendengar makian perempuan berpakaian sexy yang menggandeng bocah tambun itu, ikut geram
"Siapa yang kau sebut bocah miskin? " hardik Sumi tak Terima
"Kalian berdua Diam saja, aku hanya berurusan dengan bocah miskin ini, karena dia anakku nangis" ketus Ibu Steven.
"Anak mu nangis dan menyalahkan cucu Nyonya ini apa kau waras? " ketus Sumi
"Iya karena bocah kumel miskin ini anakku nangis, dia kan yang membuat anakku menangis" teriak ibu Steven. melihat Sumi dan Zulaikha yang hanya memakai Gamis sederhana tersenyum kecut meremehkan mereka.
"Cih kalian emang orang miskin beraninya dengan anak kecil, Kemarikan anak itu biar aku hajar dia karena membuat anakku menangis" Ratna perempuan sexy dengan dempul di wajahnya menarik Raihan yang sedang dalam dekapan Zulaikha. sontak saja Zulaikha dan Sumi menghalanginya.
"Hai perempuan kasar, kenapa kau beraninya dengan anak kecil, sini lawan aku" Ucap Sumi sambil memasang kuda-kuda mata Sumi melirik kanan kiri dan berfikir kemana dua bodyguard bodohnya. dan Ratna maju menarik kerudung Sumi dan Sumi membalas menjambak rambut Ratna.
perkelahian Sumi dan Ratna sontak saja jadi tontonan pengunjung mall itu.
Melihat Suasana gaduh dan ramainya orang di depan toko mainan Jannah yang sedang berjalan menuju ke Restoran cepat saji setelah tadi dia izin dengan Aisyah hendak ke toilet jiwa kepo nya meronta.
"Ya Allah Raihan.."
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...