BLACK CARD "MENDADAK KAYA"

BLACK CARD "MENDADAK KAYA"
Om dan Abi sudah tua


__ADS_3

"apa?, mau ngapain nyamperin aku? udah sana urus tuh si Jenika AA kasian dia katanya pingsan dia" jawab Ketus Jannah sambil menepis tangan Gani.


"Ya ampun, ternyata calon Istri ku cemburu?"


"Au ah, yuk Syah Itu angkot kita udah datang" ucap Jannah sambil menarik tangan Aisyah dan menggendong Hanun.


Jannah melangkah akan menaiki angkot di ikuti Aisyah yang menggandeng Raihan, di halangi Gani.


ada aksi hadang menghadang antara Gani dan Jannah, supir angkot kesal karena penumpang nya seperti mempermainkan nya melotot


"Bah, Neng jadi tidak Kau naik angkot!!! " ketus supir angkot dengan logat Bataknya


"Jadi bang, tunggu bang" Jannah bersikeras mendorong calon suaminya agar minggir


"Minggir sih, sudah sana aa urus aja tuh si Jenika, aku mau pergi"


"kamu ngomong apa sih?, kamu salah paham sayang"


"Lay sudah lah kalau perempuan tidak mau jangan kau paksa" ucap supir angkot Gani melirik tajam ke arah supir angkot


"Bah dia marah, ngeri kali tatapannya" gumam supir angkot


"Brak" Gani menggebrak pintu angkot, dan mengeluarkan uang pecahan merah 3 lembar dari dompet


"Lay dah sana jalan, nih ongkos nya mereka ga jadi ikut " ucap Gani sambil menyerah kan uangnya, dan menarik paksa Jannah


"Lay, banyak kali kau ngasih aku uang!!, ini beneran? "


sambil menunjukan uangnya


"Ya ambillah, cepet pergi sebelum angkot mu ku buat hancur"


"Ih ngeri kali, mba sering-sering lah merajuk saat deket angkot ku, merajuk mu rejeki buat ku, hahahaha" ucap supir medan dan melajukan angkotnya


"Supir angkot gila, apa-apaan dia" teriak Jannah


"Hei kau marah dengan ku, jangan kau lampiaskan ke supir angkot itu" Gani masih menarik tangan Jannah, Aisyah yang merasa tidak enak hati berbisik ke Jannah


"mba biar aku jalan sama anak-anak aja, mba jalan sama tuan Gani aja"


"Jangan kalian ikut dengan ku juga, aku males kalau harus berdua dengan dia" ucap Jannah


"Sudah kalian diskusinya?, Ayo naik" Gani membuka pintu mobil samping kemudi, tapi Jannah membuka pintu belakang


"Raihan masuk nak, dan Kamu Syah masuk" Raihan Aisyah masuk dan di susul Jannah


"Loh kamu kenapa di belakang sih sayang?, pindah ke depan" ucap Gani lirih


"Di belakang atau tidak sama sekali" ketus Jannah sambil melirik sinis


"Baiklah baiklah"


"Sudahlah mba, mba di depan saja, biar kami di belakang" Aisyah merasa tidak enak berada dalam ketegangan rumah tangga Jannah dan Gani.


"Sudah biar saja Syah, ga apa-apa, sesekali orang menyebalkan ini jadi supir kita" Gani mulai menghidupkan mobilnya


"Jalan pir, kita ke pasar" ucap Jannah


"Baik nyonya, kita ke pasar mana nya? " tanya Gani berakting sebagai supir pribadi

__ADS_1


"Pasar BSD pir, cepat keburu tokonya tutup"


"Baik nya"


dalam keheningan perjalanan Raihan putra sulung Aisyah membuka suaranya


"Om aku pernah liat om, di HPnya Abi, apa Om temannya Abi? ucap Raihan yang ingatan bocah kecil itu sangat kuat


" Oh ya, memang abi mu namanya siapa? "


"Abi ku namanya Indra platama Om, dia dlevel G*jek Om"


"Oh yah? wah keran dong Abi nya.., nama kamu siapa sayang? " tanya Gani sambil melirik sepion belakang


"Aku Laihan Adhi platama Om, Om aku boleh duduk samping Om ga? kasian omnya ngomong harus liat kaca" Jannah dan Aisyah tersenyum melihat ke akrab pan Gani dan bocah kecil 4 tahun


"Boleh dong Han, ayo sini pindah ke depan, Om pinggirin dulu mobilnya ya"


"Asiiik" Gani menepikan mobilnya dan membukakan pintu mobil lalu memasang seatbelt untuk bocah 4 tahun tersebut, setelah itu gani menghidupkan mobilnya


"memangnya kamu lihat foto om sama Abi kamu sedang apa? "


"itu loh om, waktu itu om kasih hadiah ke Abi,"


"Hadiah?, om kasih hadiah apa ya ke Abi kamu? "


"hadiahnya apa ya? ah Laihan lupa om hadiahnya apa?, umi bantu aku waktu itu omnya ngasih Abi hadiah apa? " ucap polos Raihan


"Kamera A" jawab Aisyah sambil memeluk Hanun


"Iya tuh om kamela" ucap Raihan senang akhirnya mengingat


"Benarkah om, wah Abinya Lehan kelen ya om punya teman kaya om, kelen mobilna bagus"


"Iya Abi kamu emang kelen Han, tapi gantengan Om kan dari pada Abi kamu"


"gantengan Lehan lah om, kalo om sama Abi sudah tua kalo Lehan ini imut masih muda" ucap polos Raihan, Jannah terkikik melihat perdebatan antara Raihan dan Gani, akhirnya ada juga orang yang bilang dia tua dan ga ganteng


"Raihan ga boleh gitu sama omnya, tidak sopan" Aisyah menegor anaknya merasa tidak enak sama Gani


"Ga apa-apa Syah, jarang-jarang ada yang bilang dia tua" Ucap Jannah


"Iya Umi, maafin Lehan ya om"


"Iya ga apa-apa sayang" ucap Gani


"mba bagaimana kabarnya Abinya Raihan, denger-denger dia sudah kerja di Aprilmart? "


"Aisyah saja tuan tidak usah pakai mba, Abinya sehat sudah tidak kerja lagi disana, baru 2 hari yang lalu dia di pecat"


"Di pecat?, ga mungkin itu Syah, saya tau bener Abinya Raihan gimana dia jujur dan rajin, ga mungkin di pecat"


"Kenyataannya seperti itu tuan, Abinya di Fitnah sama Atasannya sendiri" lalu Aisyah menceritakan kejadian yang di alami Abinya Raihan ke Aisyah dan Jannah


"Ada ya Syah orang seperti itu, ih serem amat itu perempuan, kalau aku ya Syah jadi kamu, udah aku jambak-jambak rambut tuh perempuan muka henya udah aku cakar-cakar" geram Jannah, Gani hanya menelan ludah mendengar ucapan Jannah dan jadi gugup


"Apa!! Kenapa gugup gitu nyetirnya?, sudah nyetir aja yang bener" Jannah yang sedari kesel dengan Gani mendengar cerita Aisyah tambah kesel membayangkan jika posisi Indra itu Gani


"maaf Nyonya"

__ADS_1


"Oh ya Syah, kasih tau Abinya Raihan suruh ketemu saya, suruh buat CV dan kirim ke Saya atau Adhan, Abinya kenal kok dengan Adhan. waktu itu abinya Raihan sudah saya suruh kerja di tempat saya dia ga mau katanya tidak enak kalau dia buat malu saya, pokoknya kali ini saya ga mau ada penolakan lagi"


"baik tuan, nanti saya sampaikan ke Abinya"


"Raihan kita sudah sampai nih, sebelum itu kita foto dulu yuk"


"Ayo om"


"Ade juga mau ikut foto" ucap Hanun antusias


"baiklah baik lah, sini ade di pangku om"


"Satu dua tiga" ucap Hanun


"Ante juga ikut kita foto juga dong" ucap Hanun mengajak Jannah foto


"iya sayang, Syah maaf ya minta tolong fotoin kami" ucap Jannah sambil memberikan HPnya ke Aisyah


lalu memfoto berbagai gaya yang di arahkan oleh Aisyah


"Wah kalian serasi amat, cocok seperti keluarga muda" ucap Aisyah


"Iyakah?, Wah aku jadiin status kalau gitu, sayang cepet kirim fotonya ke WA aku" ucap Gani dan langsung di kirim Jannah via WA dan Gani menjadikan status nya.


"Ayo Syah kita masuk" sambil menggandeng Raihan dan Aisyah menggendong Hanun Gani yang masih sibuk dengan HPnya di tinggal di dekat mobil. Jannah tersadar ketika Gani tidak bersama mereka berbalik dan berjalan ke arah Gani dan menyodorkan tangannya


"Apa?" tanya Gani bingung saat Jannah menadahkan tangannya?


"Ketus amat, mana buruan panas nih?" Jannah menyodorkan tangannya


"kan kamu sudah megang kartu hitam aku, apalagi? "


"AA ga liat kita dimana?, ini pasar mana ada yang jualan pake EDC? "


"Ya Ampun sayang ini kan pasar modern pasti adalah mereka EDC, aku ga ada cash" ucap Gani


"Dasar pelit, percuma kaya tapi pelit, uh"


"Hai sembarangan kalo ngomong, ya sudah ayo kita ke ATM dulu"


"Mba Jannah ayo mba panas nih"


"iya Ante panas nih" ucap Aisyah dan Hanun


"iya sabar Sayang, ini Om nya pelit ga ngasih ante uang" ucap Jannah


"hihihihihihi, ternyata Om pelit ya" Raihan berkomentar dan Gani tidak Terima


"enak saja, ini Om kasih ke Ante kamu, sekalian kamu juga jajan sana beli mainan" ucap Gani sambil memberikan uang 50 lembar berwarna merah ke Jannah


"Nah ini baru calon suami ku yang ganteng" ucap Janah sambil mencolek dagu Gani


"Kalo gini aja dibilang ganteng, untung sayang" gumam Gani


"Iya dong calon suami siapa dulu, calon paSu nya Nur Jannah yang cantik, bahenol, semok" ucap Jannah mengikuti gaya ayahnya penyanyi dangdut


HP Gani terus saja berbunyi banyak WA masuk di HPnya


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2