BLACK CARD "MENDADAK KAYA"

BLACK CARD "MENDADAK KAYA"
Segera temukan anakmu


__ADS_3

HP Gani terus saja berbunyi banyak WA masuk di HPnya


banyak Notifikasi yang menanyakan anak siapa itu, udah cocok, dan banyak lagi


Tiba-tiba entah angin apa orang yang jarang berkomunikasi chat


......................


"Sumi, lihat ini satus anaknya Teh Embay" ucap Zulaikha saat dalam perjalanan ke salah satu mall


"Mana Nya, coba saya lihat" sumi memegang HP milik Zulaikha dan membelalakkan matanya tidak percaya jika Gani kenal dua anak Aisyah.


"Kamu kenapa Mi, kok kaya kaget gitu?, bukankah mereka ini serasi dan sudah pantas. mereka kaya sudah cocok punya anak 2 deh Sum, eh sebentar mi, anak laki-laki ini serasa mirip seseorang ya tapi siapa aku lupa" dan aku juga seperti pernah ketemu dua bocah ini, tapi di mana? " Zulaikha termenung mengingat-ingat kembali


"Nyonya kenal anak laki-laki yang sama tuan muda Gani?, Kalau saya kenal Nya, ini Raihan anaknya Aisyah, kita sering kok pesan kue ke dia, dan kali ini Ratih juga pesen kue ke Aisyah Nya"


"Benarkah? aku penasaran Mi, nanti kita langsung ambil saja kuenya, aku kepingin bertemu mereka"


"Baik Nya, besok kita ambil langsung"


sementara di tempat lain


......................


"Mas Indra ini Pizza, semua jadi 250ribu mau pakai G*pay apa cash mas? " Kasir toko pizza sambil menyerah kan sekotak pizza panjang


"Pakai G*Pay saja mba, ini mba Barcodenya" kasir menyerahkan struk berisi code QR dan dan Indra menscan code tersebut. dan transaksi berhasil, kemudian Indra mengambil kotak besar dan panjang tersebut dan mengikat di motor nya, lalu mengambil HPnya dan menghubungi customer nya

__ADS_1


Indra 📞 : "Siang kak dengan kak...,lokasi di daerah karawaci ya kak"


cust 📞: iya mas, sesuai titik maps ya mas"


Indra 📞 : "baik kak, di tunggu ya"


cust 📞 : "siap mas, Hati-hati santai aja mas"


"Akhirnya kita ketemu lagi mas, jodoh ga kemana" ucap Cust tersebut


lalu Indra melajukan kendaraan roda duanya menuju lokasi customer tersebut


sementara di kantor Adhi Pratama, Tuan Irsyad, Yusuf, para Asisten dan juga dua orang pengacara dan satu orang Notaris di temani asistennya sedang melakukan penandatanganan peralihan Aset Tuan Irsyad


"Tuan semua Sudah beres, tinggal kita menunggu Rapat Umum pemegang Saham saja baru akan kita umumkan ke publik" ujar Herlambang yang sedang bersalaman dengan tuan Irsyad dan tuan Yusuf


"Baik ayah" ucap Yusuf sendu. Melihat sang menantu yang tampak murung dan tidak bersemangat Irsyad mendekat. di pegang lah bahu sang menantu


"Kau kenapa, kenapa tidak bersemangat gitu, bukankah kau sudah mengalahkan sahabat mu itu" melihat wajah sendu sang menantu Irsyad merasa kasian di peluklah menantunya.


"Ayah, kau sudah menemukan anakmu sedangkan aku... " Yusuf menjeda ucapan nya merasa tidak kuat menahan beban kerinduan lalu memeluk sang mertua dan menangis di pelukan nya.


"Menangislah nak, aku tau selama ini kau pura-pura tegar dan kuat dihadapan anakku, puaskan lah tumpahkan lah semuanya" ucap pria sepuh itu dan kedua pengacara dan asisten nya itu tampak matanya berkaca-kaca ikut merasakan sesak. Irsyad memegang bahu menantunya dan menatapnya lembut


"Sudah puas mengeluarkan air matanya?, temukan anakmu setelah itu kita raih kebahagiaan keluarga kita" ucap pria sepuh.


"Drtdrtdrt" Bunyi HP Jono, Jono keluar ruangan untuk menerima panggilan telepon. Setelah mengakhiri percakapannya di telepon Jono kembali kedalam ruangan . Jono mendekat ke arah Yusuf dan memberi tahu.

__ADS_1


"Tuan, maaf mengganggu, coba lihat ini tuan" Jono memberikan HPnya ke Yusuf dan Irsyad ikut melihat nya


"bukankah itu Cucunya si Rahman?, apa dia sudah menikah dan memiliki dua orang anak?, ah tua bangka itu menikah kan cucunya tidak memberi tahu ku. awas saja" sungut Irsyad berapi-api tidak Terima jika sahabatnya menikahkan cucu keduanya tidak di beri kabar, karena saat cucu pertamanya menikah dia tidak di kabari, itu yang menjadi kekesalannya.


"Bukan tuan, ini bukan tentang tuan muda Gani, Tuan muda Gani belum menikah, tapi ini tentang dua anak yang di gendong mereka" Jono mengklarifikasi


"Lalu? " ucap Irsyad bertanya hampir saja dia akan mencak-mencak ke sahabatnya jika dia menikahan cucunya tampa memberitahu dia


"Bukankah anak laki-laki ini mirip dengan anda tuan Yusuf" ucap Jono, Yusuf memicingkan matanya meneliti foto itu,


"Kau benar Jon, ini mirip waktu aku masih kecil, kau ingat Jon saat seusia dia kau ku Jitak karena kau menggangu seorang bocah perempuan seusia mu, dan anak perempuan ini juga mirip sekali dengan anak perempuan yang kau ganggu" Yusuf teringat saat dirinya dan Jono kecil.


"Bukankah terbalik tuan, yang mengganggu anak itu justru tuan, dan soal kau menjitak ku itu benar. Bahkan kau tega memfitnah ku di hadapan orang tuanya, Ah menyebalkan sekali"


"Hahahaha, Kan aku sudah meminta maaf padamu kenapa kau masih tidak terima" Yusuf memicingkan matanya ke arah Jono, Jono memutarkan kedua bola matanya malas jika berdebat dengan Sahabat sekaligus bosnya.


"Maaf Tuan aku bukan mengungkitnya, bahkan sekarang gadis itu sudah menjadi Nyonya di keluarga Pratama" Irsyad yang tidak paham mengangkat kedua alisnya


"Maksudmu apa Jon? " tanya Irsyad


"Maksudnya.. " belum selesai Jono mengucapkan ucapannya tiba-tiba pintu ruangan di buka kasar oleh seseorang


"BRAAAaK"


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2