BLACK CARD "MENDADAK KAYA"

BLACK CARD "MENDADAK KAYA"
Berita Bagus


__ADS_3

"Hai perempuan kasar, kenapa kau beraninya dengan anak kecil, sini lawan aku" Ucap Sumi sambil memasang kuda-kuda mata Sumi melirik kanan kiri dan berfikir kemana dua bodyguard bodohnya. dan Ratna maju menarik kerudung Sumi dan Sumi membalas menjambak rambut Ratna.


perkelahian Sumi dan Ratna sontak saja jadi tontonan pengunjung mall itu.


Melihat Suasana gaduh dan ramainya orang di depan toko mainan Jannah yang sedang berjalan menuju ke Restoran cepat saji setelah tadi dia izin dengan Aisyah hendak ke toilet jiwa kepo nya meronta.


"Ya Allah Raihan" Jannah kaget melihat pertempuran dua wanita beda usia berhenti sejenak. Ratna dengan rambut acak-acakan seperti singa dan sumi yang kerudungnya terlepas untung saja sumi memakai ciput sehingga auratnya masih terjaga, Sumi yang menyadari penampilan nya yang acak-acakan buru-buru merapihkan kerudung nya.


Ratna melihat Jannah mendekat tersenyum sinis dengan mengepalkan tangannya hendak melayangkan tangannya ke arah Jannah.


Sementara disisi lain yang terhalang oleh banyaknya orang


Ijah melihat Jannah mendekat dan mengambil alih Raihan. kemudian jah memfoto nya dan buru-buru pergi dari sana.


dengan hati yang senang ijah berjalan keluar mall


"Akhirnya aku mendapatkan bukti tentang keluarga itu" gumam Ijah sambil menyeringai dan Mengirim foto itu ke Kalina.


Ratna hendak melayangkan tangannya ke wajah Jannah. Tiba-tiba tangannya terhenti di udara. Ratna menoleh siapa seseorang yang berani menghalangi nya hendak menampar Jannah.

__ADS_1


"ku patahkan tangan kotor mu, berani menyentuh wajah calon istriku" Gani memegang lengan Ratna yang hendak menampar Jannah, dan menghentakan dengan kasar, dan Ratna terhuyung kebelakang walau tidak sampai jatuh tapi membuat dia shock. masih dengan raut wajah memerah menahan amarah, Gani menelpon sahabat sekaligus asistennya untuk mengurus perempuan Gila yang hampir saja mencelakai calon istrinya.


"Sudahlah A, aku tidak apa-apa jangan di perpanjang lagi"


"Tidak bisa, dia sudah menyakiti mu. jika ini dibiarkan bisa makin menjadi wanita ini" ucapnya tegas


"Tuan maafkan aku" dengan wajah sedih dan tertunduk Ratna memulai akting sedih nya.


Tidak berapa lama Adhan Asisten Gani dan beberapa Bodyguard udah sampai di lokasi. Dua orang Bodyguard Zulaikha datang tergopoh-gopoh.


"Dhan Kau urus perempuan gila ini, aku tidak mau tau, dia sudah menyakiti Jannah dan keponakan ku"


"Keponakan?, keponakan mana?. keponakan mu saja sedang bersama Aunty nya. ucap Adhan


"Ya Tuhan kenapa aku tidak mengenalinya "


"Halo Raihan kamu tidak apa-apa kan? " Raihan yang shock tidak menjawab apa-apa. dan dari arah belakang Zulaikha mengernyitkan dahinya


"Gani.. " panggil Zulaikha, namanya merasa di panggil Gani menoleh.

__ADS_1


"Mimih Ikha, sedang apa disini? "


"Hai apa kau lupa kalau toko ini milikku? " Gani mengedarkan pandangannya. dia menangkap logo yang berada di sudut kasir ada logo Double Z. Gani nyengir saja dan menggaruk tengkuknya yg tidak gatal.


"Cantik kau tidak apa-apa? " Zulaikha menghiraukan Gani mendekat ke Jannah yang sedang menggendong Raihan.


"Saya tidak apa-apa nyonya, Maafkan keponakan saya nyonya, sudah membuat keributan" ucap Jannah merasa tidak enak


"Hay bukan salahnya kok, memang perempuan itu saja yang mencari gara-gara", " kamu tidak apa-apa kan sayang?, coba nenek lihat apa kamu terluka? " Zulaikha mengendong sambil meneliti tubuh Raihan" dan dari arah luar Seorang perempuan muda dan seorang anak perempuan berlari mendekat.


"Raihan kamu tidak apa-apa nak? " Aisyah menurunkan Hanun dan mengambil Raihan dalam gendongan Zulaikha,


"Maaf nyonya jika anak saya membuat masalah" ucap Aisyah, Zulaikha tampak bergeming memandangi Hanun, melihat Nyonya nya diam dan mematung Sumi mendekat dan menyadarkan Nyonya.


"Nyonya, kenapa?, Apa ada yang dipikirkan? " Zulaikha tersentak kaget, dan Beristighfar


"Astaghfirullah, Sumi kau mengagetkan ku saja, Sum apa kau tidak merasa jika Anak perempuan ini mirip dengan ku sewaktu kecil? " Sumi meneliti seksama dan memang benar mirip, Sumi sering melihat poto kecil Zulaikha jadi sangat paham jika keduanya bagai pinang di belah dua.


...

__ADS_1


...****************...


...bersambung...


__ADS_2