
...tak...
...tak...
...tak...
shuangyu duduk dan membuka lukisan pemandangan tersebut dengan tulisan kuno didalamnya... karena shuangyu telah hidup lebih lama dari pada manusia pada umumnya shuangyu tahu tulisan apakah itu.
'bulan menjadi penunjuk ketenangan,kemarahan yang melonjak menjadi ombak yang menerjang,laut bergemuruh meminta pertanggungjawaban,hawa hangat yang berubah menjadi hewan buas tak terkira,lautan merah yang menjadi saksi bisu,tupai yang kehilangan arah menjadi tak terkendali,rawa hitam yang tenggelam menelan cahaya,mereka yang hidup tapi juga mati'shuangyu membaca puisi dalam lukisan tersebut.
shuangyu tidak sepenuhnya mengerti apa yang berada dalam puisi tersebut namun shuangyu mengira puisi tersebut berisi pesan penting yang akan membantunya suatu saat nanti.
"mereka yang hidup tapi juga mati?"gumam shuangyu berfikir keras.
"shuangyu"bisik seorang pria yang menghampirinya dengan mengindik-indik seperti maling jemuran.
"youyuan,kenapa tadi kau bilang aku muridnya tabib barat? kau tahu aku cucu.... emmmm"shuangyu yang terlihat marah segera menghampiri dan berkacak pinggang dihadapan youyuan.
youyuan segera menutup mulut shuangyu dan tidak memperdulikan gadis itu yang tengah memberontak.
"shuttttt diam jangan bilang kau cucunya tabib barat"youyuan melepaskan tangannya dari mulut shuangyu sedangkan gadis itu hanya bisa mendengus dengan mendengar apa yang diucapkan youyuan.
"lalu sekarang mau youyuan apa? udah ditingal sekarang malah dijeblosin shuangyu ke penjara seperti ini"shuangyu yang kesal dan ngambek membalikkan tubuhnya menghindari tatapan youyuan.
"emang ada penjara enak seperti ini!!!!"youyuan kembali membuka suaranya yang benar saja membuat shuangyu menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
"yah enggak sih.... lalu ngapain? belum juga keliling kerajaan shenyao sekarang malah terkunci tidak bisa keluar"ujar shuangyu dengan bibirnya yang manyun.
"dengar mulai sekarang youyuan ada tugas,shuangyu hanya perlu mengikutinya"youyuan memberikan sebuah layangan kepada shuangyu.
"apa ini?"tanya shuangyu menerima layangan tersebut.
shuangyu membolak-balikkan layangan tersebut memang terlihat seperti layangan biasanya namun yang tidak dimengerti apa maksud dari youyuan ini.
"shuangyu nanti akan bertugas di kedokteran kaisar... yah karena kaisar sakit dan kalau shuangyu melihat layangan ini segeralah pergi menjauh dari kekaisaran... karena fiksi dari putra mahkota dan putri besar berbeda mereka pasti akan bergerak kepada fiksi mereka sendiri,kau tahu aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu apalagi dengan jenismu yang langka"jelas panjang lebar dari youyuan dengan pipinya yang memerah.
shuangyu memandang youyuan tak percaya ternyata pria ini masih bisa memikirkannya!
"baiklah karena youyuan juga vampir pertama yang shuangyu temui sebelum shuangyu menemukan vampir lain shuangyu hanya dapat bergantung kepada youyuan kedepannya"shuangyu menerima layangan tersebut dan kemudian dia teringat akan lukisan yang ditemuinya.
"oh iya,shuangyu lupa sesuatu"shuangyu segera menaruh layangan tersebut diatas meja dan kini shuangyu mengambil lukisan yang ditemuinya dan memberikannya kepada youyuan.
"aku menemukan lukisan ini dan juga bangkai ceetah namun yang membuatku tidak mengerti kenapa bangkai mayat itu tersembunyi dalam paviliun melati ini?"shuangyu mendekati youyuan dan memberikannya kepada youyuan.
youyuan melihat lambang yang berada dalam kalung ceetah sama dengan lambang yang berada dalam lukisan tersebut yang berarti tuan dari ceetah ini dan juga pemilik dari lukisan ini hanyalah 1 orang saja,namun apa maksudnya dengan menaruh bangkai ceetah dan lukisan ini dalam paviliun tak terpakai ini.
...tok...
......tok......
...tok...
"nona makanannya saya taruh didepan pintu"seorang pelayan tiba-tiba mengetuk pintu dan membiarkannya memakan sendiri tanpa dibantu atau diawasi oleh dayang lain.
"ingatlah jangan biarkan seorangpun tahu tentang lukisan ini,biar aku yang mencari tahu"youyuan memegang pundak shuangyu dan memberikan lukisan itu kembali pada penemunya yang kemudian melesat entah kemana.
"youyuan,youyuan,youyuan"bisik shuangyu melirik kearah kanan dan kiri yang telah kosong.
shuangyu mengembalikan lukisan dan bangkai tersebut ketempatnya yang tertutup yang juga selama ini orang lain tidak dapat menemukannya.
shuangyu membuka pintu kamarnya dan mengambil makanan yang telah disiapkan oleh dayang di depan kamarnya.
parade yang melihat shuangyu keluar dari kamarnya mundur beberapa langkah ke belakang menghindari tatapan shuangyu dan shuangyu tidak memperdulikan mereka semua.
"kalian kemarilah"panggil shuangyu yang melihat makanan shuangyu yang terlihat seperti makanan bekas.
para dayang yang takut tertular penyakit kulit pudengan takut mendekati shuangyu.
"tenang saja,penyakitku tidak menular"setelah mendengar perkataan shuangyu para dayang tersebut mendekat kepada shuangyu.
__ADS_1
"kalian makanlah,kalian pasti lelah..."para dayang tersebut menatap satu sama lain.
"sudah jangan pikirkan shuangyu,shuangyu sudah makan sebelum datang kesini... shuangyu lagi diet"ujar shuangyu membuka makanannya ditangga.
"oh sepertinya tidak pantas untuk kita makan dijalan seperti ini,mari masuk kedalam"shuangyu memasukkan kembali makanannya dan membawanya kedalam kamarnya.
"tapi nona kami..."salah satu dayang yang tidak enak tersebut membuka suaranya namun terpotong oleh perkataan shuangyu.
"hei akupun sama seperti kalian,aku bukan berasal dari keluarga bangsawan"ujar shuangyu yang kemudian menjadi beban pikiran para dayang tersebut.
"apa yang dikatakan shuangyu memang benar,jika bukan karena shuangyu murid dari tabib barat apa kita akan memperlakukannya dengan hormat?"ujar salah satu dayang yang kemudian membuka suaranya.
"itu ada benarnya yang dikatakan mirae"ujar salah satu dayang lain.
"tuh tahu"ujar shuangyu dengan tersenyum cerah kepada para dayang tersebut.
meski wajah shuangyu tertutup oleh cadar namun para dayang yang baru ditemuinya itu merasakan aura yang berbeda dari semua orang yang pernah mereka temui.
"mari makan bersama"shuangyu duduk dan membiarkan para dayang tersebut ikut duduk dengannya.
"sudah lama kita tidak merasakan makanan enak seperti ini"salah satu dayang tersebut menyantap ayam yang terlihat hangat meski makanan sudah menginap 1 hari.
"makanlah dengan perlahan"shuangyu memberikan air teh kepada para dayang tersebut.
"shuangyu aku punya pertanyaan!"mirae salah satu dayang tertua diantara para dayang tersebut.
"tanyalah"ujar shuangyu dengan memakan makanannya.
"bagaimana tabib barat bisa meninggal,banyak rumor yang beredar jika tabib barat mati terbakar didalam rumahnya sendiri"ujar mirae yang membuat shuangyu menghentikan kegiatan makannya.
tatapan shuangyu yang berubah menjadi sedih membuat mereka tidak enak dan tidak jadi menunggu jawaban dari shuangyu.
"emmm makanlah kacang ini,ini kacang enak yang b-baru datang..."yuri salah satu dayang lain mencoba mengalihkan perhatian mereka dan menaruh kacang pada piring mereka satu persatu.
para dayang saling bertatapan,yuri menatap dengan tatapan tajam kepada mirae dan kemudian menggelengkan kepalanya.
mirae memutar bola matanya malas,gadis itu menarik tangannya dan menjadi malas kepada semua orang yang tengah memperhatikannya.
shuangyu melepas selembar kain satu persatu dari tubuhnya,ben yang telah menunggu kesempatan untuk memasuki ruangannya hinggap disebuah tiang yang menjadi penopang beju shuangyu.
"kruuuu kruuuuu kruuuu"ben dengan kemampuannya memutar kepalanya 360° menghadap kearah shuangyu yang tengah berendam dalam bak mandi.
"ben... carilah sebuah informasi mata-mata yang berada dalam paviliun melati..."ujar shuangyu dengan mengguyur pelan tubuhnya yang cantik dan molek.
"kruuuu kruuuuu kruuuu"ben memiringkan kepalanya kearah kanan dan kemudian sebaliknya.
"pergilah sekarang... "shuangyu hendak berdiri dari berendamnya sedangkan ben telah terbang keluar melalui jendela lingkaran besar yang berada diruang tengah paviliun kamar shuangyu.
disisi lain mirae menarik yuri kesebuah taman kosong disebelah barat paviliun melati.
mirae mencengkram yuri dengan erat,gadis itu mengeluarkan tatapannya yang mengerikan dan melemparkan tatapan itu kepada yuri.
"apa yang kau lakukan? kenapa kau menyuruh berhenti disaat genting-gentingnya"mirae melepaskan cengkramannya kepada yuri dan mendorong keras saat melepas cengkaraman tangan tersebut.
"mirae semuanya terlalu cepat,biarkan suatu saat nanti dia yang akan memberitahukannya sendiri"yuri mencoba menenangkan amarah mirae yang telah sampai ke ubun-ubun.
"terlalu lama,kenapa tidak paksa saja buat buka mulut"mirae dengan sikap arogannya mengambil batang bambu dan hendak datang menghampiri kamar shuangyu.
"eittttt tunggu mirae,ingat apa yang dikatakan oleh putra mahkota... kita harus membuatnya benar-benar terlihat seperti murid tabib barat"yuri menghentikan langkah kaki mirae.
karena nama putra mahkota disebut dalam percakapan kali ini membuat mirae menghentikan langkah kakinya.
"huh~"mirae membuang batang bambu tersebut dan menghela nafas beratnya.
"hanya sampai shuangyu tidak berguna lagi bagi putra mahkota,setelah itu lakukan apapun yang kau inginkan"ujar yuri membuat mirae tersenyum kembali,yuri menghela nafasnya pelan.
"sekarang kembalilah berakting dihadapan gadis itu"yuri meninggalkan mirae sendiri,mau tak mau mirae hanya bisa mengikuti yuri dari belakang.
tanpa mereka sadari sebuah pasang mata menatap mereka dari jauhan,kepalanya yang berputar,miring ke kanan dan kiri dan telinganya yang super tajam siap memberikan informasi kepada majikannya.
__ADS_1
satu sisi yang lain....
seorang pria dengan wajahnya yang super tampan,dengan kuas ditangannya dan juga ditemani oleh beberapa adik kandungnya tengah sibuk dalam urusan mereka sendiri-sendiri.
"kakak putra mahkota"pangeran ke 15 rong yuo qin yang telah berusia 14 tahun membawa sebuah lukisan kepada kakaknya yang bernama rong shen yuan.
putra mahkota meletakkan kuasnya dan mengambil lukisan yang dilukis oleh adiknya tersebut.
"buah plum? kenapa adik ke-15 menggambar buah plum?"tanya putra mahkota yang telah melihat lukisan tersebut.
"kak putra mahkota buah plum memiliki warna hitam diluar dan merah muda didalam yang berarti tidak semua yang terlihat didepan mata sepenuhnya kebenaran.. dan buah plum memiliki rasa asam,manis dan segar itukan buah kesukaan adik ke-15"ujar pangeran yuo qin kepada putra mahkota.
putra mahkota hanya mengangguk mengerti dan mengembalikan lukisannya kepada pangeran yuo qin dengan mengelus puncak kepalanya.
"kerja yang bagus"
"salam putra mahkota"pengawal pribadi bernama xian hai menghampiri putra mahkota dan memberi salam yang kemudian membungkuk kepada pangeran ke-15.
"putra mahkota....."xian hai hendak memberikan informasi penting namun melihat adanya pangeran yuo qin membuatnya ragu untuk mengatakan informasi tersebut.
putra mahkota memberi tatapan yang dapat dimengerti oleh pangeran yuo qin.
"kakak putra mahkota,adik ke-15 ada urusan mohon undur diri"pangeran yuo qin membungkuk dan meninggalkan putra mahkota dengan xian hai sendiri.
"yang mulia hamba menemukan 3 anak kecil yang mengaku telah dibantu langsung oleh murid dari tabib barat asli"xian hai menyeret 3 anak tersebut menghadap kepada putra mahkota shenyao.
"ampuni budak ini yang mulia"ujar salah satu anak yang lebih besar.
"kalian melihatnya? ceritakan bagaimana ciri fisiknya"ujar putra mahkota kerajaan shenyao.
"baik budak akan cerita,murid tabib barat seorang wanita,berusia sekitar 23 tahun dan memiliki tompel wajah besar diwajah..."jelas seorang anak yang lebih besar.
"dimana kalian bertemu dengannya?"tanya putra mahkota.
"2 hari yang lalu"jawab salah satu anak tersebut.
"cepat cari wanita yang memiliki tompel besar diwajah"ujar putra mahkota yang langsung diangguki oleh xian hai.
"apa kalian benar-benar tidak berbohong?"tanya kembali kepada anak-anak tersebut.
"benar budak ini tak berani berbohong"uhyar anak yang sama sedangkan 2 lain hanya menunduk ketakutan.
"masukkan mereka kembali dalam penjara"ujar putra mahkota yang langsung di iyakan oleh 2 pengawal yang menyeret mereka.
didalam sel tahanan ke 3 anak tersebut didorong satu persatu dan dikunci didalam sel yang kumuh dan kotor.
"kakak kenapa kakak mengarang cerita itu?"tanya seorang anak yang lebih kecil darinya.
"dengarkan kakak,ini untuk keselamatan kita ber 3 jika kakak tidak melakukan sesuatu kita akan terpenggal hari ini juga"uhar bocah pria yang lebih tua.
"tapi..."
"sudahlah jangan membantah ucapan kakak"bocah pria yang lebih tua tersebut mengabaikan ke 2 adiknya yang telah ketakutan dari tadi.
__________________bersambung___________________
terimakasih bagi yang sudah mau menunggu author up
ini author membuat lebih panjang dari sebelumnya untuk menebus tanggungan author pada chp yang sebelumnya.
terimakasih telah membaca karangan author chp ini...
nantikan chp berikutnya yang akan di up 3 hari lagi...
shiè shiê
arigato gozaimas
khamsahamnida
__ADS_1
thanks (◍•ᴗ•◍)❤o((*^▽^*))o