Bloodsweet

Bloodsweet
paviliun yui


__ADS_3

shuangyu berjalan sampai padang pasir menghilang dan muncullah padang rumput yang luas. dan terbentang sangat luas.


dirinya juga banyak membantu masyarakat sekitar dengan adanya shuangyu sebagai seorang tabib bahkan rakyat miskinpun bagi shuangyu itu tidak masalah.


"berhati-hatilah dalam berjalan,kakinya bisa sembuh jika diterapi di atas batu tumpul"jelas shuangyu dengan menurunkan kaki salah seorang pasiennya yang lumpuh.


"terimakasih nona,berkat nona anak saya dapat merasakan kakinya kembali...sudah 6 tahun kakinya lumpuh"jelas sang wanita dengan pakaian lusuh dan kotor.


"oh ya itu tidak masalah,selama anak nyonya bisa kembali sehat"balas shuangyu dengan meringkas barang bawaannya.


"saya tidak punya uang untuk membalas kebaikan nona..dan saya tidak mungkin menyerahkan anak saya kepada nona sebagai budak"jelas sang wanita khawatir.


"itu tidak perlu dilakukan,saya hanya kebetulan lewat dan melihat kaki anak nyonya"jawab shuangyu yang kemudian mengeluarkan beberapa uang kertas dan uang emas dari kantong sakunya.


"nyonya belilah obat dan makanan juga baju yang layak"jelas shuangyu memberikan kantong uangnya sebagai uang awal kehidupan sang nonya tersebut.


"terimakasih nona terimakasih"sang wanita bersujud bersama dengan anaknya yang membuat shuangyu langsung merasa tidak enak.


"eh tidak usah seperti itu..."shuangyu benar-benar tak habis fikir kenapa semua orang selalu suka bersujud seperti ini didepan yang kaya dari pada bersujud didepan tuhan.


"saya harus pergi, baik-baik lah"shuangyu mengacak-acak poni rambut sikecil dan berlalu pergi dari rumah kumuh tersebut.


diperjalanan shuangyu berhenti disebuah desa yang terlihat ramai penduduk,sepertinya ini memasuki kerajaan tempatnya sendiri yakni dinasti rong.


dinasti rong merupakan dinasti terbesar terakhir yang masih tersisa sampai saat shuangyu hidup.


karena banyak dinasti yang telah berubah menjadi kerajaan dan berpecah belah menjadi beberapa kesultanan saat ini. hampir seluruh daratan china dikuasai oleh dinasti rong.


shuangyu berjalan dan ia berfikir tak pernah menemui kota yang ramai dengan pengunjung dan juga banyak streat food yang ada disini.


"tuan ini harganya berapa?"tanya shuangyu yang melihat giok naga disalah satu penjual pinggir jalan tersebut.


"200 rb yuan"jelas penjual yang membuat hati shuangyupun tertusuk ribuan pisau karena harganya yang super mahal.


"nona lihatlah corak giok naga ini,giok air murni dari air mata naga"jelas penjual yang membuat shuangyu menutup mulutnya tak percaya.

__ADS_1


'dimana ada naganya?orang naga mitos yang ada tuh vampir apalagi vampir imut dan cantik sepertiku'batin shuangyu dengan menahan tawanya.


"nona jadikah anda membelinya"tanya sang penjual.


"tidaklah,saya hanya bertanya"jelas shuangyu kembali mengembalikan giok tersebut kepada sang penjual.


'orang miskin!!!'batin sang penjual yang dapat didengar oleh shuangyu.


'enak aja dikatain miskin,cuma lagi nggak megang duit banyak aja kok'batas batin seorang shuangyu.


"tuan ini giok berapa harganya?"tanya seorang pria dengan pakaian yang sangat mewah menanyakan sebuah giok yang terukir 2 buah kelelawar didalamnya.


"qin"gumam shuangyu melihat giok yang berada didalam genggamannya.


"nona benar sekali giok ini diukir seorang seniman pria bernama qin"jelas sang pria bangsawan dengan menundukkan giok tersebut.


"nona sepertinya baru pertama kali kesini..bagaimana kalau kita minum dikedai itu?"tanya pria bangsawan dengan menunjuk sebuah kedai lumayan besar dan banyak pembeli disana.


'tunggu dia tau aku seorang wanita'batin shuangyu yang baru sadar jika dirinya dipanggil nona.


"baiklah"terima shuangyu dengan menyetujui permintaan pria tersebut sekaligus untuk melihat siapa pria tersebut.


sampai dikedai shhangyu tak langsung bicara pada inti pembahasannya namun gadis itu ingin menyelidiki siapa pria ini.


"silahkan diminum nona,apalagi tehnya masih hangat"ujar pria tersebut dengan menatap shuangyu tanpa ada masalah.


shuangyupun menerimanya dan membalas senyuman yang dilontarkan pria aneh didepannya tersebut.


"apa nona pengunjung baru disini?"tanya pria tersebut dengan menatap shuangyu tanpa selidik apapun.


"yah hanya pengunjung baru"jawab shuangyu tanpa ada masalah disela minum tehnya.


"ah sayang sekali,padahal sangat disayangkan"ujar pria tersebut menggelengkan dengan membuka kipas yang digunakan untuk menutup mulutnya.


'apa maksudnya disayangkan?'batin shuangyu yang bingung.

__ADS_1


"aku harus mencari orang lain untuk menemukan seniman qin"ujar pria tersebut dengan menekan beberapa kata terakhir dalam kalimatnya. "kalau begitu aku harus pergi dari sini sekarang,nona nikmatilah makanan yang sudah dipesan aku pergi dahulu"ujar pria tersebut yang dengan santainya meninggalkan shuangyu dengan bermimik wajah sedih.


'apa itu tadi?hanya seperti ini dan ditinggal sendiri,wahhhh lelaki brengsheik bajhingan,ditipu ternyata'batin shuangyu yang telah sendiri ditemani beberapa hidangan makanan yang tersaji.


"eh tapi tadi pria itu mengatakan seniman qin?apa jangan-jangan...."shuangyu segera memberesi barangnya dan berusaha mencari keberadaan dari pria tersebut.


"ehhh tuan...BAYAR DULU MAKANANNYA!!!!!"teriak pemilik kedai dengan melemparkan serbet yang ada dipundaknya.


"MAAF TUAN!!! SAYA TIDAK PUNYA UANGGGGG!!!!"balas shuangyu dengan berlari sekuat tenaga manusia.


"kejar pria itu"suruh pemilik kedai pada anak buahnya...


dan alhasil,shuangyu dan 3 pria saling kejar-kejaran dan membuat keributan dikota tersebut.


"heiii kembali"teriak salah satu dari mereka.


"mohon maaf!!!!"shuangyu berlari lebih kencang dari yang bisa dibayangkan.


...wushhh...


dan seketika pula shuangyu berhenti disebuah paviliun yui yang berarti rumah bordil terbesar disana.


"mari tuan~ datanglah kemari... tuan ganteng~"salah satu perayu rumah bordil menghampiri shuangyu yang berhenti didepannya.


"tuan tamvan jalan sendiri..kenapa tidak mampir kerumah bordil kami"rayu seroang wanita dengan pakaiannya yang sedikit kurang.


"ishhh"jijik shuangyu yang hampir saja muntah disini.


shuangyu memperhatikan sekitar paviliun yui dan melihat seorang pria yang ditemuinya beberapa saat lalu. Namun shuangyu tidak mempunyai uang yang cukup untuk masuk kedalam paviliun yui.


'aku akan kesini lagi nanti'batin shuangyu yang kemudian pergi dari depan paviliun yui tanpa ada aba apapun sehingga membuat jalhang yang ada disana hanya bisa menatap punggung shuangyu yang semakin menjauh.


"ehhh..."


dari atas paviliun lantai 2 terlihat seorang pria yang menyeringai meski tak terlihat karena tertutup oleh kipasnya.

__ADS_1


tanpa disadari pria tersebut juga menampakkan jari kukunya yang runcing dan juga matanya yang merah meski hanya satu detik.


'bau darahnya sangat enak'batin pria tersebut yang kini masuk kedalam salah satu kamar dan seketika keluarlah seorang wanita cantik yang selalu dipanggil dengan sebutan 'MAMA'.


__ADS_2