
'dark shadow makhluk setengah iblis?'tanya shuangyu didalam batinnya.
"ada informasi lain,pangeran ke 2 kerajaan shenyao telah kembali"ujar ajudan.
'pangeran ke 2? ada pangeran lain? sebentar bukan anak haram kan?'batin shuangyu mencoba menerka-nerka apa yang terjadi sebenarnya.
"segera beritahu baginda kaisar,..kembalinya pangeran ke dua bukan hal yang baik"ujar ran an dengan menggulung kembali beberapa buku yang dilihatnya.
"baik"ujar ajudan tersebut yang kemudian pergi dari sana.
ran an merasakan ada seseorang yang mengawasinya dan secara tiba-tiba menatap kearah cela-cela atap.
'hampir....hampir ketahuan 'batin shuangyu yang bersembunyi didalam kegelapan.
'lebih baik segera pergi sebelum lebih ketahuan lagi'shuangyu mengepakkan sayapnya dan keluar melalui celah yang ada diatap tersebut.
sesampainya shuangyu sampai kamar,shuangyu mengubah dirinya kembali seperti semula..shuangyu langsung mandi dan mengganti bajunya sendiri.
"emmhhhh eh dimana?"tanya pelayan cicia ketika bangun diranjang yang mewah.
"sudah bangun uhuk?"tanya shuangyu yang keluar dari ruang make upnya.
"ahhh"cicia langsung berdiri dan berlutut dihadapan shuangyu.
"eh kenapa?"shuangyu membantu cicia berdiri tentu saja dirinya terkejut.
"maafkan nubi yang sudah berani kepada tamu kehormatan"ujar cicia dengan menunduk.
__ADS_1
"tamu kehormatan? tadi kata ba...."ujar shuangyu yang tidak ia lanjutkan lagi.
"ba?..."tanya cicia menatap shuangyu dengan bingung.
'dasar mulut ka*pret nggak bisa di ajak kompromi'batin shuangyu
"bawahan para pelayan aku dengar kalau aku tahanan tersangka"ujar shuangyu melanjutkan kata-katanya mesi dengan sedikit micin-micin kebohongan.
"itu memang benar"sahut seorang pria yang tak lain adalah ran an.
pria itu tiba-tiba masuk kedalam kamar tanpa diundang oleh yang menempati kamar.
"tapi pelayan ini harus dihukum untuk kesalahannya"ujar ran an dengan tegasnya.
"berikan 10 cambuk kepada pelayan ini"ujar ran an menyuruh 2 pengawal yang berada dibelakangnya.
"ehh tunggu uhuk bukannya ingin menentang meskipun pelayan ini merupakan budak dikediaman ran an tapi sekarang pelayan ini yang mengurus segala kebutuhanku...biarkan aku yang menanggung kesalahannya"ujar shuangyu dengan berlutut dihadapan ran an.
"hukumanmu adalah menyiapkan segala kebutuhan baginda kaisar akan datang kesini...aku bebaskan untuk meminta. seberapapun uang yang kau perlukan tapi ingat kau hanyalah pelayan saja"ujar ran an dengan ketus dan kemudian meninggalkan shuangyu.
"ehhh tapi...aku bukanlah nyonya kediaman ini"ujar shuangyu dengan seiring lirih suaranya menatap punggung ran an yang menjauh.
"kan tadi tuan sudah bilang kau hanya pelayan saja,dan lagi kenapa menyelamatkan diriku?"tanya cicia yang kini tak sungkan lagi dan mulai bersikap arogan.
'aku tidak bisa mengambil tanggung jawab itu dan lagi,aku akan pergi secepatnya dari sini'batin shuangyu
"kenapa diam saja jika hanya sekedar untuk mencari muka didepan ran an itu tidaklah berguna,aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan ran an"ujar cicia seakan memberikan nasihat untuk tidak menyentuh barang miliknya.
__ADS_1
"aku tidak menyukai ran an dan untuk apa juga menyukainya..."ujar shuangyu terus terang 'orang aku menjadi ratu saja aku tolak apalagi dengan pangkat dan status ran an yang hanya seorang panglima'tambah shuangyu dalam batinnya.
"dasar munafik,wanita ****** seperti mu jika bukan mencari muka pasti mencari keuntungan dengan berada didekat ran an apalagi ran an yang menyuruhmu mengurus kedatangan baginda kaisar kemari bersama tamu kehormatannya"ujar cicia tetap tidak percaya.
"apa kau tau ini?"tanya shuangyu dengan menunjuk giok naga yang berpasangan namun shuangyu hanya mempunyai satu sisi dari pasangan giok naga tersebut.
"ini adalah bukti dimana aku telah mempunyai seseorang yang aku cintai...aku telah memiliki kekasih"lanjut shuangyu dengan terus terang padahal giok tersebut memang diberikan oleh wei shao beberapa waktu lalu.
mengingat wei shao shuangyu menjadi murung...
flasback.
"sayang,aku membuatkan sup untukmu"wei shao datang menuju gazebo dimana shuangyu berjemur bersama yuri dan mirae.
wei shao membawa sup panas dengan hati-hati san wajah yang hitam diseluruh sisi wajahnya.
shuangyu menahan tawa dimana wei shao datang dengan membawa sup muka belepotan arang sepertinya pria didepannya saat ini tidak ingin menjadi suami melainkan menjadi istri.
tawa shuangyu meledak dan membuat wei shao menggaruk kepalanya yang tak gatal.
dimomen lain...
"sayang lihat aku membawakan ikan besar dari danau"wei shao berlari menuju perkumpulan para wanita yang dimana shuangyu menjadi tuan rumah nya.
"astaga"kaget semua wanita apalagi dengan katak yang masih diatas kepala wei shao.
lagi-lagi ekspresi wajah yang lucu,dingin,dan menahan malu membuat shuangyu ingin sekali menguyel-utel pipinya dan menciumnya disaat itu juga.
__ADS_1
"hahahahahaha"
tawa wei shao mengiang-ngiang didalam benak Shuangyu membuat gadis tersebut merindukannya.