Bloodsweet

Bloodsweet
eps 17 dress clothes


__ADS_3

dua minggu berlalu dengan cepat,tanpa disadari shuangyu telah bersiap-siap untuk acara pemilihan selir...kini pelayan gadis itu bingung harus memakaikan pakaian seperti apa kepada nonanya tersebut.





sungguh pilihan yang berat.


"nona bagaimana dengan memakai yang ini(no.1)"yuri mengeluarkan pakaiannya dan memberikan kepada shuangyu.


"hem terserah saja"shuangyu menggelengkan kepalanya diambang antara terserah dan juga tidak tahunya.


"yang mulia putra mahkota datang"kasim teriak sehingga membuat shuangyu terkejut dan langsung berdiri.


shen wei shao masuk dengan membawa pakaian wanita bersama dengannya.


"salam yang mulia"pemberian penghormatan secara bersamaan kepada shen wei shao.


"kalian pergilah"perintah wei shao yang langsung diangguki oleh para pelayan dan juga pengawalnya.


"lainkali tidak usah memberiku salam,tubuhmu sangat lemah"wei shao menghampiri shuangyu dan menuntunnya untuk duduk kembali.


"pelan-pelan"wei shao menganggap shuangyu seperti barang antik yang mudah pecah,perlakuan itu membuatnya sedikit kesal.


"yang mulia... um wei shao aku bisa sendiri"jawab shuangyu dengan menolak tangan dari wei shao.


"oh"dengan canggung wei shao menjauhkan tangannya dari shuangyu.


"wei shao sedang butuh sesuatu?"tanya shuangyu dengan menatap putra mahkota shenyao.


"hanya kamu yang berani menatapku secara langsung"wei shao menyentil jidat shuangyu dengan gemas.


"suhu badanmu sangat dingin... apa hal itu normal?"wei shao mengalihkan pertanyaan shuangyu dengan menanyakan hal lain kepada shuangyu.


wei shao menatap shuangyu dengan tatapan khawatir.


"itu normal bagiku!"jawab singkat shuangyu.


"kali ini nona shuangyu terlihat berbeda,apakah aku pernah melakukan kesalahan sebelumnya?"tanya wei shao dengan menatap shuangyu.


"apakah seperti itu,tapi bagi saya tidak ada yang berubah,dan mana mungkin saya berani mengabaikan putra mahkota....emm wei shao"shuangyu melakukan aktivitas yang lain dan menghindari tatapan mata wei shao saat ini.


"nona menyembunyikan suatu hal padaku"wei shao berbisik tepat didepan telinga shuangyu dengan kedua tangannya mendekap agar gadis itu tidak menolak pelukannya.


"aku tidak menyembunyikan apapun,"shuangyu berusaha melepaskan cpelukan putra mahkota,sebenarnya shuangyu bisa saja melepaskan pelukannya namun ia tidak ingin sandiwara ini terbongkar.

__ADS_1


wei shao semakin mengeratkan pelukannya sedangkan disisi lain yuri dan mirae mengintip dari sebuah bolongan yang dibuatnya.


"kita harus segera melaporkannya"mirae segera pergi dan disusul dengan yuri yang mengikutinya.


yuri melepaskan seekor elang yang berjenis sharp-shinned hawk



(jika ada yang tidak tahu ini elangnya,jika ingin lebih jelas silahkan cari di internet kan ada mbah google (⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡)


dan segera pergi bersama dengan mirae.


kembali pada shuangyu,kini gadis itu terjebak oleh wei shao yang tengah menatapnya bahkan tanpa berkedip meski shuangyu tengah menggunakan cadarnya.


"wei shao bisakah jangan menatapku dengan tatapan yang seperti itu"shuangyu yang tengah menumbuk beberapa herbal menjadi risih dan terganggu.


"oh....OHH 😯 😮 OHH WAHHHH"wei shao semakin menggila ketika gadis yang disukainya telah berani memanggil namanya tanpa embel-embel yang mulia.


"nona telah memanggil namaku..."wei shao menghampiri shuangyu dan kembali memeluknya dengan erat dan sesekali mencium pipinya sampai membuat gadis yang tengah dipeluknya menjadi malu.


'kenapa aku harus terjebak dalam pria gila ini'batin rintih shuangyu.


"akhhh"shuangyu pura-pura merintih agar wei shao mau melepaskan pelukannya yang erat.


"apa aku melukaimu?"wei shao segera melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu shuangyu dengan khawatir.


"y-yang mulia n-nafasku m-menjadi p-pendek...a-aku k-khawatir t-tidak akan lama...."shuangyu pura-pura pingsan sehingga membuat wei shao semakin kalang kabut.


"tidak,tidak shuangyu...shuangyu.......tabib TABIB!!!"wei shao dengan meneteskan sebulir air mata berteriak sehingga membuat bawahannya masuk kedalam.


"yang mulia"rui mendengar terikan putra mahkota langsung masuk kedalam dan melihat keadaan putra mahkota yang sangat mengenaskan apa lagi melihat putra mahkota untuk pertama kalinya menangis.


"PANGGIL TABIB KESINI CEPATT!!!"teriakan yang sangat ekstrim ミ⁠●⁠﹏⁠☉⁠ミ masuk kedalam gendang telinga shuangyu.


"baik"rui segera berlari untuk mendatangkan tabib kerajaan kesini dan pada akhirnya kini hanya tinggal mereka berdua saja


"shuangyu...bertahanlah"ekspresi wei shao saat ini hampir membuat gadis yang bernama shuangyu itu tersenyum dan tertawa sangat keras.


"ekhmmm"tahan shuangyu yang langsung membuat wei shao berhenti menangis.


"kau masih hidup?"wei shao dengan linglung dan menatap shuangyu yang kini tertawa meski tertawanya sangat kecil dan sangat minim mendengar suara tertawanya yang keluar.


shuangyu bangkit dari pangkuan putra mahkota dan terduduk dengan tertawa disertai air mata yang kaluar karena tak tahan melihat ekspresi dari wajah wei shao saat ini.


"kau berani mengelabuiku!!!"wei shao menunjuk jari telunjuknya kepada shuangyu dengan tatapan kesal dan cemberut.


"wei shao terlalu mencemaskanku,lihat aku baik-baik saja"shuangyu dengan lugunya menunjukkan badannya dengan melebarkan kedua tangannya sehingga membentuk sebuah huruf T dengan langkah yang gembira gadis itu berputar dari depan kebelakang dan kemudian sebaliknya.

__ADS_1


"kali ini shuangyu benar-benar keterlaluan"wei shao menghentikan kegiatan shuangyu yang berputar-putar dan kini memeluk sayang gadis yang berada didepannya saat ini.


"jangan ulangi lagi"bisik wei shao dengan mengeratkan pelukannya sehingga membuat shuangyu semakin membeku mati kutu dihadapan wei shao.


didepan paviliun,rui telah membawa tabib dengan tergopoh-gopoh namun pemandangan didepan matanya saat ini membuatnya seakan telah diprank oleh tuhan.


yah rui dan tabib kerajaan tengah melihat wei shao memeluk shuangyu dengan erat dan seakan tidak ingin melepaskan pelukannya.


"ekhemmm"rui berpura-pura baru datang dan kemudian masuk kedalam paviliun.


"yang mulia saya telah membawa tabib"rui dengan sedikit canggung dan tak berani menatap tuannya itu menyuruh tabib kerajaan masuk.


wei shao melepaskan pelukannya dan berganti menatap bawahannya tersebut yang kemudian manik matanya kembali menatap sosok bercadar didepannya saat ini.


"duduklah"wei shao menuntun shuangyu untuk duduk dan membiarkan tabib memeriksa denyut nadi shuangyu.


setelah selesai shuangyu menarik lengannya kembali dan menatap tabib tersebut.


"eeee denyut nadi nona memang sama yang mulia"(maksudnya disini tidak ada peningkatan ataupun penurunan dari pemeriksaan yang lalu)


tabib dengan menunduk memberi penjelasan kepada wei shao,nampak kegelisahan terpampang diwajah pria itu kali ini namun dengan sebisa mungkin wei shao menutupi nya dengan sebuah senyuman.


pria itu tahu bahwa shuangyu tidak suka jika ada yang bersedih,gadis itu dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan kemurahan hati.


"baik,sekarang pergilah"perintah wei shao yang disetujui oleh tabib kerajaan.


"pemilihan selir kali ini akan lebih ringan dari pada sebelumnya... aku telah menyiapkan beberapa pakaian untuk dipakai selama pemilihan selir"wei shao menunjukkan beberapa pakaian dan salah satunya merupakan pakaian pernikahan mewah khas kerajaan shenyao.


"ini aku siapkan ketika nona sudah masuk kedalam haremku dan aku akan melangsungkan pernikahan yang megah dan mewah"jelas kembali wei shao.


karena tidak ingin ada kesalah pahaman yang lebih shuangyu merasa jika tindakan yang dilakukan oleh wei shao sedikit tidak masuk akal.


lagipula yang mengingkan dirinya menjadi selir hanyalah permaisuri dan wei shao seorang,sedangkan kaisar sendiri hanya ingin memanfaatkan keberadaan shuangyu untuk mengikuti perang yang akan terjadi dikemudian hari.


"wei shao,umurku sangatlah pendek... aku tidak tahu kapan waktunya ku dipanggil ... mohon untuk yang mulia shen wei shao tidak membuang-buang waktunya yang berharga hanya untuk makhluk lemah sepertiku"penolakan halus dari shuangyu membuat hati wei shao bergetar.


setidaknya sebelum shuangyu tiada pria itu ingin memiliki sesosok anak kecil dengan wajah yang mirirp dengannya dan membuatnya sebagai hadiah kenangan-kenangan.


"aku ingin menemanimu sampai akhir hayat... andai nona yang diambil lebih dulu maka akan aku pastikan makam nona menjadi makam paling indah diseluruh kerajaan shenyao"ujar wei shao.


'aku bahkan belum mati tapi sudah merancang pemakaman untukku,dasar buaya kep*rat(⁠ー⁠_⁠ー⁠゛⁠)'batin shuangyu dalam hati.


shuangyu kembali menatap kearah lurus,yang berada didalam pikirannya hanyalah seorang vampir setengah manusia yakni youyuan sudah hampir 1 bulan pria itu tidak mengabari ataupun hanya sekedar menanyakan kabar.


pada akhirnya shuangyu tidak dapat lagi menolak pemberian dari wei shao...gadis itu memilih untuk berdiam diri sejenak dan kemudian mencari keberadaan dari youyuan pada malam harinya.


...----------------...

__ADS_1


lanjut eps selanjutnya (⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡


__ADS_2