
"nenek kemana aku harus mencari keberadaan qin dan wen"pada akhirnya shuangyu hanya bisa mengeluarkan unek-unek didalam kepalanya meski dengan suaranya yang seakan tersendat takut ada seseorang yang tiba-tiba menguping ucapannya barusan.
"nenek menyuruhku untuk berjalan kearah barat tapi aku hanya kembali ke dinasti rong..."keluh shuangyu kembali.."dan sekarang aku terjebak dengan orang-orang pengawas itu...bagaimana caraku untuk bisa kabur sekarang"keluh shuangyu menjadi semakin tersendat ditenggorokan karena tak berani berbicara karena telinga ada dimana-mana.
"eh" shuangyu baru mengingat dimana dirinya sekarang yakni divasi pengawas...berarti seluruh identitas dan alamat penduduk berada disalam kantor ketua divasi pengawas.
"aiyah shuangyu vampir cantik tapi bodohnya kadang keterlaluan,kenapa nggak kepikiran dari kemarin-kemarin sih"sesal dan rutuk shuangyu untuk dirinya sendiri.
"oke-oke tenang dulu,pikirkan rencana nya..."shuangyu mondar mandir dengan otak yang diperas layaknya perasan lemon segar.
"aku tidak memiliki baju hitam,jika aku meminjam pakaian prajurit maka suaranya akan membuatku tertangkap...tapi jika memakai pakaian pelayan itu tidak bisa membuatku cepat masuk harus menunggu dipanggil...oh pelayan kebersihan"ujar Shuangyu akhirnya mendapatkan ide didalam otaknya...
pada akhirnya shuangyu telah berhasil membuat sebuah rencana untuk masuk dengan menggunakan identitas sebagai pelayan kebersihan.
...toktoktok...
"masuklah"jawab shuangyu dengan berpura-pura berbaring diatas tempat tidur.
"uhuk uhuk"
"nona waktunya makan malam"ujar sang pelayan membawa sekotak makan malam dan langsung menaruhnya diatas meja yang tak jauh dari lokasi ranjangnya sekarang.
pelayan itu membantunya duduk dan merawat shuangyu selama beberapa hari ini.
"nona makanlah,kata tabib sekarang anda sudah bisa memakan sedikit makanan berlemak"ujar pelayan itu dengan memberikan sepiring sayur tumis dengan isi daging ayam dan jamur enoki didalamnya.
"terimakasih uhuk uhuk"jawab shuangyu dan mulai makan makanan yang dibawakan oleh pelayan tersebut.
setelah selesai makan shuangyu diberikan obat seperti biaany hanya dosis obat sedikit dikurangi karena shuangyu tampak lebih baik dari sebelumnya.
__ADS_1
"pahittt"shuangyu memberikan muka jeleknya ketika selesai meminum obat dari tabib tersebut.
"nubi membawakan permen gula,ini akan meringankan rasa pahitnya"ujar pelayan tersebut dengan menyerahkan dua bungkus permen dari saku lengan pelayan.
"terimakasih,sekarang aku akan istirahat..."ujar shuangyu dengan berdiri dari duduknya dan berjalan kearah ranjang sedikit empuk dan kerasnya.
"ya nona"pelayan yang berwajah dingin dan cuek itu membenarkan selimut shuangyu dan membersihkan piring dan mangkuk bekas shuangyu makan.
...----------------...
keesokan harinya shuangyu berkata jika dirinya akan istirahat lebih banyak karena kondisinya yang memburuk semalam setelah bermimpi buruk,maka alhasil dirinya masih berada didalam kamar dan menunggu seorang pelayan untuk datang membawakan makanan dan obat.
...tok tok tok...
"masuk"jawab shuangyu dengan nada suara yang dibuat parau olehnya.
"nona sarapan dan obat anda"pelayan yang sama memberikan makanan kepada shuangyu.
"tapi nona..."ujar pelayan tersebut bingung.
"sudah temani saja"ujar Shuangyu dengan memberikan nasi 🍚 kepada pelayan tersebut.
"makanlah"ujar shuangyu dengan memberikan dendeng sapi diatas nasi yang sebelumnya belum pelayan tersebut sentuh.
dengan ragu pelayan tersebut memakan makananya meski dengan mata yang masih menatap lekat shuangyu.
shuangyu mengambil nasi di mangkuk lain dan mulai memakan makanannya.
"sebelumnya aku mau bertanya,apakah boleh?"tanya shuangyu dengan bisik-bisik kepada pelayan tersebut.
__ADS_1
"bertanyalah"jawab sang pelayan.
"ekhem aku melihatmu pernah berciuman dengan salah seorang bangsawan,apakah kalian pernah ber ekhem-ekhem"tanya shuangyu dengan menyatukan kedua jari manisnya dengan mimik wajah yang ambigu.
"uhuk uhuk uhuk uhuk"pelayan yang mendengarnya semakin tersedak nasi yang berada ditengorokan.
"pelan-pelan"shuangyu menuangkan teh dan diam-diam mencelupkan ibu jari yang sudah berisi obat tidur.
pelayan tersebut menepuk dadanya yang sesak akibat tersedak nasi dan dengan cepat meminum teh yang sebelumnya diberikan oleh shuangyu.
disatu sisi shuangyu tersenyum tipis dan mulai menghitung didalam hatinya.
"dari mana kau melihatnya?"tanya pelayan tersebut hati-hati.
"sebenarnya 5 hari yang lalu"jawab shuangyu dengan menggaruk lehernya yang tak gatal.
"jangan bertanya yang aneh-aneh,kau masih bocah bau kencur....."belum menyelesaikan ucapannya pelayan tersebut menghantukkan kepalanya diatas meja gang berarti obatnya telah beraksi.
"eh"shuangyu mengeluarkan kedua tangannya hendak menahan kepala sang pelayan tetapi itu semua kalah cepat tak kala suara yang indah keluar.
...duak...
"maaf"gumam lirih shuangyu yang kemudian menggunakan obatnya untuk mengganti wajah dirinya dan sang pelayan tak lupa dengan baju yang dikenakannya.
"tidurlah yang nyenyak"ujar shuangyu dengan membenarkan selimut,ya shuangyu mengangkat dan membaringkan pelayan tersebut untuk tidur diatas ranjangnya..dan untuk membuktikan jika dirinya memang masih berada didalam kamar paviliun.
shuangyu membereskan makanan yang berada diatas meja dan membawa kotak tersebut untuk pergi... dan memulai aksinya.
...----------------...
__ADS_1
...bersambung ...
...----------------...