Bloodsweet

Bloodsweet
melanjutkan perjalanan


__ADS_3

"nona"seorang pemuda membawa makanan dan melihat shuangyu yang tengah mengemasi barang bawaannya.


"ah lixue,masuklah"ujar shuangyu mempersilahkan dong lixue untuk masuk.


"nona mau pergi kemana?"tanya lixue yang menaruh makanan diatas meja.


"ah saya berniat pergi besok subuh"ungkap shungyu dengan jujur.


"nona bawa saya,saya yang akan menjaga nona"ujar lixue yang memajukan badannya dan menatap shuangyu dengan sungguh-sungguh.


"emmmm"shuangyu menggelengkan kepalanya."ada banyak yang harus kamu lakukan didesa,kamu yang bertanggung jawab untuk keselamatan warga desa.."ungkap shuangyu dengan memakan makanannya.


"tapi..."lixue terlihat sangat bingung disisi lain dia sangat ingin membalas budi shuangyu sedangkan disisi lain juga dia bertanggung jawab atas segala sesuatu yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak didesanya.


"dengarkan aku bisa menjaga diri sendiri kan ada ben juga... siapa yang berani dengan pembantai mayat seperti ben"gurau shuangyu.


"apa yang nona ucapkan ada benarnya juga,yasudah nona butuh apa saja selama perjalanan"ujar lixue.


"aku tidak butuh apapun,selagi kalian semua aman itu sudah membantu"ujar shuangyu yang kembali mengemasi barang bawaannya.


"emmm kalau begitu.... saya pamit dulu"lixue segera pergi entah kemana yang akan dia tuju.


"ehhh.....nampannya ketinggalan"ungkap shuangyu dengan nada rendah..."hah~"shuangyu menggelengkan kepalanya dan membereskan rumahnya.


hari menjelang petang shuangyu berniat untuk mengambil air untuk perbekalan namun dia tidak melihat satu wargapun dari siang.


"kemana mereka"ujar shuangyu menatap aneh situasi seperti ini.


"aneh"shuangyu menatap kearah sekitar dan kemudian memanggil ben.


"ben dimana warga desa?"tanya shuangyu sedangkan ben hanya memiringkan kepalanya layaknya seekor burung yang tak mengerti ucapan majikannya.


"ben!!!"lagi-lagi ben hanya memiringkan kepalanya,shuangyu hanya menghela nafasnya dengan panjang seharusnya dia berangkat besok pagi namun karena menurut waktu dia harus berangkat malam ini juga.


"belum sempat untuk berpamitan dengan warga desa"gumam shuangyu dengan lesu,gadis itu kembali dan meletakkan perbekalannya dan meminjam seekor kuda sebagai pembawa barangnya dari warga desa.


shuangyu telah berjalan sampai gerbang keluar desa,namun lagi-lagi shuangyu tidak melihat satupun warga yang berkeliaran ataupun hanya sekedar jalan lewat saja.


"haih sudahlah yang penting kita sudah meninggalkan pesan"shuangyu menjalankan kudanya dengan ben yang terbang diatas shuangyu.


kuda mereka bergerak menuju arah barat disisi lain para penduduk desa baru saja pulang dari berburu untuk mencari oleh oleh untuk shuangyu entah itu kalung tanduk,syal kulit ataupun daging segar namun yang mereka temukan hanya secarik kertas dengan ucapan selamat tinggal didalamnya.


"TUAN KEPALA DESA!!!TUAN KEPALA DESA!!!"seorang anak membawa secarik kertas tersebut dan memberikannya kepada dewan desa baru yang ditunjuk oleh shuangyu.

__ADS_1


"ada apa?"tanya kepala desa yang bernama Chongqing.


"tuan kepala desa nona cantik pergi meninggalkan surat kecil"ucap bocah tersebut dengan menunjukkan suratnya.


"apa!!! bukankah nona bilang akan pergi besok pagi?"lixue dengan panik merebut kertas tersebut dan membacanya.


"sepertinya nona memiliki tujuan lain..."chongqin hanya menekuk kedua tangannya dibalakang punggung.


"tuan kemana nona akan pergi tengah malam begini?"tanya dewan lain yang ikut berspekulasi.


"nona hanya memiliki tujuan satu kerajaan"suara berat dan serak seseorang dengan tiga kakinya melangkah dengan lambat membuat semua orang memalingkan wajahnya menuju seseorang tersebut.


"tetua yun"salam para dewan melihat pendahulu mereka melangkah masuk.


"tetua apa maksud dari perkataan tetua?"tanya Chongqing dengan penasaran.


tetua yun mulai menceritakan apa yang sempat dia bicarakan dengan shuangyu dan kemana tujuan shuangyu setelah itu.


beberapa hari yang lalu....


"kakek yun,lebih baik kakek beristirahat selama beberapa hari lagi,racunnya memang sudah dinetralisir namun karena tubuh kakek yang telah menua membuat beberapa efek pada tubuh kakek"shuangyu meracik obat yang akan diminum oleh kakek yun.


"hahaha kakek memang telah tua dan pantas untuk kakek untuk sakit seperti ini"kakek yun membalas ucapan shuangyu dengan tertawa.


"ayah harus banyak istirahat,supaya ayah bisa bermain dengan kami lagi!!!"shuangyu yang mendengar ucapan anaknya kakek Yun terhadap kakek yun membuatnya mengingat akan neneknya yang telah ia bakar digubuk tempat tinggalnya dulu.


"uhuk uhuk ayah sudah tidak kuat untuk bermain petak umpet lagi seperti dulu... pinggang ayah sudah encok sebelum mulai permainan"ujar kakek yun dengan tersenyum.


"ayah bisa saja"putri kakek yun meninggalkan shuangyu dan kakek yun hanya berdua dengan menggelengkan kepalanya.


"nona bisa tolong ambilkan kotak dibawah laci paling bawah"kakek Yun menunjuk sebuah laci lusuh dengan ukuran laci sebesar lebar tangan.


shuangyu menuruti perintah kakek yun dan mengambil sebuah kotak panjang dengan kotak desain yang mewah dan megah meskipun banyak debu diatasnya.


"terimakasih"kakek yun menerima kotak tersebut dan membukanya dengan pelan-pelan.


setelah kotak tersebut dibuka terdapat sebuah pedang cantik panjang dan tipis sangat cocok untuk dipakai wanita dengan ornamen hiasan batu tanzanite sangat cocok jika itu dipakai oleh seorang istri dari jendral besar.


"nona apa anda tahu ada kenangan dibalik pedang ini"kakek yun mengambil pedang tersebut dan mulai membersihkan pedangnya dari debu.


"ini merupakan pedang mendiang kekasih tercintaku,seorang putri jendral terdahulu,gadis yang sangat pemberani dan sangat optimis terhadap segala sesuatu"cerita kakek yun dengan menatap pedangnya seakan mengingat memori yang telah berlalu puluhan bahkan ribuan tahun yang lalu.


"waktu itu gadis yang sangat pemberani menumpas banyak kejahatan menggunakan pedang ini... sampai suatu ketika.................... aku bertemu dengannya dan jatuh cinta pada pandangan pertama saat mata kami bertemu satu sama lain... sejak saat itu kami berteman dan sering bertemu... seiring berjalannya waktu cinta kami berdua mulai berkembang sampai kami memutuskan untuk nikah secara diam-diam"

__ADS_1


"kami menghabiskan satu malam indah bersama sampai anak kami lahir tanpa satu orangpun yang tahu... sejak anak kami lahir kami memutuskan untuk memberi tahu keluarga kami berdua untuk melangsungkan pernikahan secara ramai namun raja terdahulu memberikan dekrit untuk menikahkan gadis tersebut dengan putranya sebagai selir ke-9"


"kami berdua memberontak dan melakukan rencana kabur tentunya dengan membawa anak kami bersama kami,namun ditengah perjalanan jendral membawa pasukan dan menghadang jalan kami... jendral memisahkan kami berdua beserta anak kami yang dianggap sebagai anak haram.... istriku yang malang tidak punya pilihan lain selain mengorbankan dirinya sendiri demi kami berdua sedangkan jendral mengasingkan aku dan anakku didesa ini yang sangat terpencil dan jauh dari perkampungan warga... kami menerima kabar bahwa istriku,kekasihku,belahan jiwaku memilih untuk memberikan nyawanya kepada raja mendiang kaisar dari pada memberikan tubuhnya kepada orang lain... istriku bunuh diri menggunakan pedangnya ini"kakek yun menceritakan kisah kekasihnya dengan mengeluarkan air mata tanpa disangka ternyata kakek yun menyimpan cerita cinta yang tragis bahkan kakek yun tidak pernah menolehkan kepalanya dari sang kekasih sampai menjelang kematian yang menunggunya kapan saja.


"kakek yun..."gumam shuangyu meski shuangyu masih tidak mengerti akan cinta mendengar kisah kakek yun membuat hatinya meringis.


"hah sekarang kenangan itu akan ku berikan kepada nona..."kakek yun memberikan pedang tersebut tepat ditelapak tangan shuangyu...


"kenangannya terlalu berharga,saya tidak dapat menerimanya!!"shuangyu menolak pemberian kakek yun tersebut.


"nona tolong terima,setidaknya mendiang istriku akan senang jika pedangnya digunakan oleh orang bijak seperti nona"shuangyu hanya termenung mendengar ucapan dari kakek yun.


"tapi..."belum sempat melanjutkan bicara kakek yun memberikan sebuah buku usang yang berisi ilmu bela diri milik leluhur jendral yang telah lama hilang.


"ada satu hal lagi,kuharap nona dapat mempelajari apa yang ada didalam buku ini..."kakek yun memberikannya kepada shuangyu yang langsung membukanya.


"tidak tidak... kakek saya tidak berani mengambil pedangnya ataupun buku berharga ini"shuangyu memberikan kembali keduanya kepada kakek yun.


"buku dan pedangnya tidak akan berarti jika kakek yang membawanya berbeda dengan nona... nona sudah seperti mendiang istri saya... sudah seharusnya apa yang terbaik untuk diberikan pada orang yang terbaik pula"ujar kakek yang membuat hati shuangyu mau tidak mau harus menerima pemberian dari kakek yun tersebut.


"terimakasih kek,saya pasti akan menjaganya dengan sebaik-baiknya "shuangyu memegang kedua benda pusaka milik kakek yun dengan erat.


"nona ada hal yang ingin kakek tanyakan!!"shuangyu kembali menatap kakek yun dengan tersenyum kepadanya.


"apa itu?"


"setelah dari sini kemana lagi tujuan nona?"tanya kakek yun


"saya akan terus berjalan sampai hamba menemukan keberadaan keluarga saya..."jawab shuangyu,sang kakek hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"kalau begitu bawalah salah satu dari para pemuda sebagai pelindung"ujar kakek yun.


"tidak terimakasih kek,tapi saya benar-benar tidak membutuhkannya"tolak halus shuangyu.


""kalau begitu hati-hati dijalan"ujar kakek shuangyu.


"terimakasih kek"shuangyu melangkah keluar dari rumah kakek shuangyu untuk kembali kedalam kediaman sementara nya.


"jadi nona cantik akan terus berjalan kearah barat?"ujar bocah kecil tersebut.


"arah barat sekitar 2 minggu akan sampai pada gerbang ibu kota shenyao dengan kecepatan nona akan membutuhkan waktu 11 hari untuk sampai pada ibu kota... jadi jika kalian ingin mengikuti nona berangkatlah sekarang"ujar kakek shin yang langsung membuat wajah lixue berseri-seri.


bersambung ~

__ADS_1


__ADS_2