
shuang yu terus berjalan kearah barat sampai disebuah pintu padang pasir yang panjang nan luas itu...
"ben cari tahu apakah ada sebuah desa disekitar sini!"perintah shuang yu yang langsung ben mengepakan sayapnya dan terbang menjauh kearah padang pasir tersebut sedangkan shuang yu melanjutkan langkahnya menuju padang pasir dengan awan yang menutupi nya tepat diatas kepalanya.
shuang yu terus berjalan dan mencari air disekitarnya.. memang shuangyu dapat saja menemukan air dengan cepat namun shuangyu bukanlah tuhan ataupun dewa(bagi mereka yang percaya) yang akan selalu dalam posisi menguntungkan setiap kali dia berada.
"menurut jalur angin harusnya air tak jauh dari sini"shuangyu terus menggunakan daun sebagai mediasinya.
dalam perjalanan shuang yu melihat seseorang yang tergeletak dengan badan yang tengkurap.
"tuan.. tuan"shuangyu segera menghampiri dan membalik tubuh seorang pria tua tersebut.
shuangyu segera mengecek denyut nadinya dan mengecek detak jantungnya 'dek.... dek......dek'...
"hah syukurlah"shuangyu segera memberikan air miliknya dan mencoba mengecek seluruh tubuhnya,terdapat dua titik sejajar yang tampak seperti patokan ular dan melihat dari warnanya ini sudah lebih dari setengah hari...
shuangyu segera mengeluarkan tasnya dan mencari obat yang tersisa dirumahnya dan dapat membantu menghalangi lajur racun menyebar.
"hah~"pria tua tersebut menghembuskan nafasnya dengan sedikit lega,pria tersebut membuka matanya secara perlahan.
"tuan... silahkan diminum airnya terlebih dahulu"shuangyu memberikan air tetes terakhir tersebut kepada pria itu.
"nona terimakasih telah menolong saya,saya akan mengikuti nona kemanapun nona pergi"ujar pria tersebut bersujut dihadapan shuangyu.
"astaga tuan,apa yang tuan lakukan..."shuangyu segera membangkitkan pria tua tersebut.
"nona sepertinya bukan dari kerajaan shenyao,apa pria tua ini dapat membantu tujuan nona?"tanya pria tua tersebut dengan sopan terhadap shuangyu.
"tuan,saya tidak ingin apapun... tuan sepertinya belum makan"shuangyu mengeluarkan daging panggang miliknya.
"astaga nona ini milik nona"pria tua tersebut enggan untuk mengambil makanan milik shuangyu.
"tuan ambil saja,saya baru saja makan"ujar shuangyu yang dengan terpaksa pria tua tersebut menerimanya.
"tuan patokan ular tersebut hanya dapat sembuh dengan tanaman suyu,saya hanya dapat memperlambat racun itu menyebar... "ungkap shuangyu dengan jujur disela makan pria tersebut.
"nona hamba benar-benar tidak memiliki apapun untuk membalas jasa nona"ujar pria tersebut dengan menunduk dan menunjukkan wajah miskin.
"saya tidak pernah ingin meminta apapun kepada tuan,itu saya lakukan karena tugas saya sebagai tabib..."ungkap shuangyu dengan kedua tangan memegang tangan pria tua tersebut.
"nona tabib?"tanya memastikan pria tersebut kembali.
"tentu"jawab shuangyu dengan polos.
"terimakasih terimakasih,nona dapatkah saya meminta kembali kepada nona?"ujar pria tua tersebut dengan bersujut didepan shuangyu.
__ADS_1
"astaga tuan,apapun asal saya dapat membantu tuan"jawab shuangyu dengan tergesa membantu berdiri pria tua tersebut.
"tolong anak hamba,... anak hamba berusia 25 tahun namun dia memiliki penyakit aneh"ujar pria tua tersebut.
"jadi tuan pergi mencari tabib sehingga dipatok ular dalam perjalanan?"tanya shuangu memastikan kembali.
"hamba berniat mencari tabib barat untuk membantu menyembuhkan penyakit anak hamba"ujar pria tua tersebut yang membuat shuangyu terpaku akan perkataan pria tua tersebut.
"dapatkah hamba membantu,hamba murit tabib barat barang kali hamba dapat menyembuhkan anak tuan"ujar shuangyu yang membuat pria tua tersebut terlihat senang,pria tua tersebut segera membawa shuangyu menuju desa kecil dengan keadaan yang sangat miskin dan mengenaskan...
"kakek yun kembali membawa tabib"sebar luas anak anak yang berlarian dan membuat penduduk heboh dan menuju rumah pria tua yang disebut kakek yun.
"kakek yun kembali membawa tabib,akhirnya kita mendapat pertolongan"ujar anak anak yang berlarian,shuangyu melihat kondisi yang sangat tidak enak dipandang ini membuat hatinya ter-iris namun shuangyu menahan tangisannya untuk tidak keluar.
"nona silahkan"ujar kakek yun mempersilahkan shuangyu masuk kedalam rumah.
rumah kayu yang hampir seperti roboh dan banyak lubang disekitarnya terdapat seorang wanita tergeletak diatas pasir yang hanya terhalang dua lembar kain dibawah dan diatasnya.
shuangyu segera mengecek denyut nadi wanita tersebut...
"ini seperti... "shuangyu segera menotok titik meridiannya dan membuatnya duduk,dengan perlahan shuangyu menggerakkan kedua tangannya dan menotok meridian yang terdapat pada kepalanya... tak lama setelah itu keluar 3 ekor lintah air dengan warna yang sangat hitam melalui 3 indra nya.
tentu saja itu membuat semua orang yang melihat itu terkejut... bagaimana bisa terdapat lintah yang smebgerikan sampai seperti ini...
"apa yang terjadi pada anak saya?"tanya pria tua tersebut..
"ini lintah air yang seharusnya tidak berada disini... ini lintah yang telah berevolusi menjadi lintah pasir... lintah ini hanya dapat dimusnahkan dengan dibakar"jawab shuangyu yang segera membajar ketiga lintah itu supaya tidak berkembang biak menjadi lebih banyak.
"boleh tunjukkan dimana sumber air yang setiap hari kalian minum?"tanya shuangyu...
"silahkan lewat sini"ujar pria lain yang terlihat lebih muda dari kakek yun.
pria tersebut menuntun shuangyu pada sebuah sumur kecil dipinggir desa bagian timur.
"ini nona"ujar pria tersebut. shuangyu segera melangkahkan kakinya dan melihat banyak sekali lintah ini dan hampir berevolusi menjadi lintah pasir.
shuangyu segera menuangkan bubuk besi dan membakar mereka semua.
"hah minum kami"ujar para warga yang terlihat sedih.
"sejak kapan kalian meminum air ini?"tanya shuangyu dengan seksama.
"sudah lama nak saat kami masih kecilpun kami meminum air dari sumur ini"jawab salah satu warga yang langsung diangguki oleh warga lainnya.
"sejak kapan penyakit ini dimulai?"tanya shuangyu lagi.
__ADS_1
"itu sekitar 5 bulan yang lalu dan menurut itu sudah ada banyak warga kami yang mati akibat ini"jawab kepala desa yang seharusnya mengantar shuangyu menuju sumur ini.
shuangyu memang menduga kalau itu sudah terjadi lama namun shuangyu sangat terkejut jika awal wabah ini adalah 5 bulan yang lalu...
"tunjukkan makamnya berada"pinta shuangyu kepada para warga desa.
sesampainya disana shuangyu meminta agar para warga yang masih aman tidak mendekat.. shuangyu segera menebarkan bubuk besi dan membakarnya tak lama pasir yang awalnya berwarna kuning kini berubah menjadi merah dan terdapata banyak lintah yang merangkak keluar dari pasir terbakar diluar tentu saja ini juga dilihat oleh semua warga yang ada disini.
"astaga"semua warga menutup mulutnya seakan tidak percaya.
"seperti yang pernah saya katakan sebelumnya ini bukanlah wabah ini disebabkan oleh lintah air ini"ujar shuangyu yang telah membereskan para lintah ini dan kini shuangyu harus fokus terhadap racun yang diderita kakek yun.
dan untuk semua warga yang pernah meminum air itu shuangyu membuat tatakan batu panas yang dapat digunakan warga untuk mengeluarkan dan membakar lintah tersebut.
"kuwakkkkk kuwakkkk"suara ben yang melintas tepat diatas shuangyu dan mendarat tepat dipundak shuangyu.
"ben carikan tanaman suyu..."bisik shuangyu yang langsung dituruti ben dengan langsung pergi mencari tanaman suyu tersebut.
"tabib tolong anak saya,badannya tiba tiba seperti ini"ujar pasangan suami istri yang berlari menuju penginapan tabib dengan menggendong anak mereka.
"silahkan letakkan disini"ujar shuangyu memberikan kasurnya untuk meletakkan anak tersebut.
"ini hanya ruam biasa... sepertinya anak tuan habis bermain dipanas sinar matahari terlalu lama"ujar shuangyu yang mengeluarkan salep yang digunakan untuk meredakan ruam tersebut.
"ini untuk pereda.."shuangyu memberikan salep tersebut dan membuat pasangan suami istri tersebut berterimakasih sebanyak-banyaknya kepada shuangyu.
setelah mereka pergi,shuangyu juga tak lupa membantu warga untuk mendirikan beberapa rumah yang tidak layak dihuni,shuangyu membantu mereka untuk membuat rumah dari pasir dan lumpur yang ada disekitar sehingga sekarang banyak rumah yang lebih layak untuk dihuni dari pada sebelumnya.
shuangyu juga mengajarkan beberapa pengajaran kepada anak-anak yang masih belum mengerti tentang kebersihan dan kenyamanan tinggal dan bagaimana caranya membuat air toxic menjadi air bersih dan mereka membuat beberapa sumur dengan air bersih disana.
tanpa terasa shuangyu telah berada disana selama 3 bulan,dan shuangyu akhirnya memutuskan untuk pergi menuju barat kembali.
...bersambung...
jangan lupa like komen karena author butuh kritikan dan masukan dari para pembacanya.
semakin banyak masukan maka semakin semangat author untuk melanjutkan ceritanya... ❤️❤️❤️
°°thanks
°°谢谢
°°감사해요
°°ありがとう
__ADS_1