Bloodsweet

Bloodsweet
pemburu 3


__ADS_3

setelah ran an pergi,para pelayan datang untuk memeberikan baju dan juga makanan karena shuangyu tidak makan apapun selama satu minggu.


kini shuangyu duduk diatas ranjang dan memeriksa tubuhnya yang menyusut drastis.


"ha perlu waktu 20 tahun untukku kembali menuju ke tubuh dewasaku"gumam shuangyu dengan menghela nafasnya yang panjang.


jika kalian masih bingung dengan apa yang terjadi biarkan author menjelaskannya sekali lagi...


darah shuangyu sangatlah berguna dan akan menimbulkan konflik dimana-mana jika ada orang ataupun vampir yang mengetahuinya,ketika shuangyu kehilangan darahnya maka akan terjadi penyusutan pada seluruh badannya dan itu akan bertimbal balik apabila darahnya terus keluar memang vampir dapat dikatakan memiliki hidup yang panjang tetapi vampir juga bukanlah makhluk abadi yang tidak dapat mati apabila terjadi sesuatu pada tubuhnya.


kembali ke cerita.


shuangyu yang bosan bangkit dan keluar kamar untuk melihat sekeliling....


shuangyu melirik ke sebuah burung yang hinggap tak jauh dari tempatnya dengan perlahan tapi pasti shuangyu menghampirinya dan tentang sesuatu kepada burung tersebut.


"temukan ben di seluruh daratan pasir dan tanah tandus,minta beberapa temanmu untuk menghampirinya dan berkata tuanmu sedang dalam masalah,minta ben untuk segera menghampiriku...sekarang pergilah"gumamnya kepada burung tersebut dan burung tersebut mengerti akan ucapan shuangyu.


"kau mengerti bahasa hewan?"tanya seseorang secara tiba-tiba kepada shuangyu.


"aku pernah di kerajaan shenyao selama 3 tahun dan aku mempelajari teknik ini dari kerajaan shenyao"jawab shuangyu meski dengan mengeluarkan kata kata mutiaranya.


"tuan aku belum mengetahui nama tuan,kalau boleh bisakah tuan memberitahu saya nama tuan?!"tanya shuangyu menatap ran an yang berada didepannya.


"xian ruan yu"jawab ran an dengan nada datarnya


"panggil saja dia ran an"sahut seorang pria dengan mengenakan pakaian dinasnya.

__ADS_1


"salam kakak tertua"ran an memberi hormat kepada ketua tersebut.


"baik-baik"pria yang masih terbilang muda tersebut menghampiri shuangyu yang sebelumnya ikut menundukkan badan hanya sekedar formalitas belaka saja.


"oh"pemuda yang dipanggil kakak tertua itu terkejut menatap shuangyu,karena apa yang ada dihadapannya sangatlah berbeda dengan yang ada pada imajinasi miliknya.


"sungguh masih sangat muda"gumam kakak tertua dikala meneliti wajah shuangyu dengan jelas.


"kakak tertua,inilah gadis...."sebelum menyelesaikannya perkataan ran an telah dipotong oleh kakak seperguruannya.


"aku tahu..."


"jadi apa yang terjadi antara waria dan kamu gadis kecil?"tanya kakak tertua meski matany tak lekat dari mata indah milik shuangyu.


"saya hanya penasaran dengan apa yang ada didalam paviliun yui,ketika masuk mama mengirim beberapa gadis dan aku tiba-tiba dibawa keatas...kemudian aku mimum secangkir arak dan tiba-tiba kesadaranku hilang tapi aku tidur tak lama dan melihat siluet putih yang tiba-tiba menyerang seorang berbayangan hitam..aku tidak bisa melihat wajahnya karena aku telah terpukul dan terlempar sehingga kepalaku tertimpa balok kayu besar...aku tidak bisa mengingat hal lain selain itu dan ketika aku bangun aku telah berada disini"jawab shuangyu dengan menggunakan skill acting yang memadai dengan suara yang dibuat seakan terlihat ketakutan.


"lalu bagaimana dengan orang tuamu?apa mereka tidak akan mencarimu?"tanya kakak tertua yang membuat shuangyu diam seketika.


"tidak,hanya saja aku tidak memiliki orang tua,aku hanya seorang gadis yang suka mengembara menggunakan pakaian pria"jawab shuangyu meski dengan raut wajah sedihnya.


"maaf aku tidak mengetahuinya gadis kecil"ujar kakak tertua dengan perasaan yang tak tentu.


"tapi sebelumnya kau mengatakan melihat siluet putih?apakah itu orang?!"tanya kembali kakak tertua.


"hemm aku tidak tahu aku kira sebelumnya ajalku akan dijemput hari itu tapi siluet itu menyelamatkan ku"jawab shuangyu yang semakin menjadi-jadi dalam berakting.


"hem mari kita bahas yang lainnya saja...apa kau sudah makan?"tanya kakak tertua dengan menatap Shuangyu.

__ADS_1


"aku sudah makan.. terimakasih untuk pelayanannya sebelum itu"ujar shuangyu.


"aku akan istirahat kekamar... terimakasih...aku pamit undur diri"tambah shuangyu yang kemudian memberi salam layaknya seorang bangsawan dan berjalan dengan anggunnya menuju kamar.


"ran an gadis itu sangat misterius"terang kakak tertua dengan mata menyipit memperhatikan punggung shuangyu yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya.


"kenapa kakak tertua berpikir seperti itu?"tanya ran an yang berjalan menghampiri kakak tertuanya.


"dari setiap tindakan dan ucapannya ada satu hal yang telah kutangkap.... gadis itu tidak hilang ingatan setelah kepalanya terbentur balok kayu penyangga...dan lagi siluet yang dibicarakannya hanyalah ilusi yang ia cipkatakn sendiri didalam otaknya"terang kakak tertua sehingga membuat otak ran an berputar-putar"dan lagi cara berbicara dan berjalan bahkan memberi salam sama seperti seorang bangsawan dan aku yakin sebelumnya gadis ini seorang bangsawan dan ditempat kejadian kita menyimpulkan bahwa hanya ada dua orang yang berkelahi dan tidak ada bekas-bekas pukulan pada gadis itu hanya kepalanya yang berdarah..."jelas kakak tertua menunjukkan rasa gusarnya kepada junior seangkatan.


"tapi apa yang dikatakan bahwa ia ditolong seseorang kemungkinan bisalah terjadi...dan ketika aku makan disana sebuah array membatasi pendengaran dan pengelihatan kami"kini ran an pun membandingkan apa yang ditemukannya dengan kakak tertua ditambah dengan pengakuan satu-satunya orang yang terlibat dan kini telah menjadi korban.


"ini menjadi semakin rumit..."pengakuan kakak tertua dibalas anggukan ringan dari sang junior yang tak lain adalah ran an.


pada akhirnya mereka berjalan berdua beriringan ditambah dengan musik romantis(eh nggak ada,ini bukan cerita gay,oke lanjut).


pada akhirnya mereka berjalan berdua beriringan dengan membicarakan banyak hal yang terjadi belakangan ini dan juga membicarakan mengenai hal pribadi.


...----------------...


didalam kamar shuangyu menggunakan kekuatannya yang secara perlahan pulih dan menggantikan energi menjadi esensi untuk memantau orang-orang yang berada diluar kamarnya.


"ada dua,tiga,empat...delapan?! delapan pengawal?!"shuangyu shock melihat diluar terdapat delapan pengawal yang menjaga didepan kamarnya.


"aku maling sesuatu kah sebelumnya..?perasaan aku nggak ada deh sekalipun miskin aku nggak pernah maling kok"gumam shuangyu terheran-heran.."lalu kenapa penjaganya banyak sekali"batin Shuangyu melanjutkan.


shuangyu hanya bisa menghela nafasnya yang tersendat banyak karena ia tidak akan leluasa untuk mencari informasi tentang qin didesa ini.

__ADS_1


"tapi bukankah tadi waria itu berkata paman qin telah mati...tapi vampir tidak bisa mati jika tidak dibakar"gumam shuangyu menjadi lebih terheran-heran.


"tapi bagaimana dengan bibi wen "pikiran shuangyu semakin kacau jika qin dan wen berjalan berpisah,ia harus mencari keberadaannya kemana lagi,jika ia berjalan kearah barat lagi,ia akan berputar-putar di wilayah itu saja.


__ADS_2