Bloodsweet

Bloodsweet
episode 8


__ADS_3

"pakai bahasa manusia jangan pakai bahasa alien"ujar youyuan dengen memberikan anggur kedalam mulut shuangyu.


"siapa juga yang pakai bahasa alien... emang kamu tahu alien tuh apa?"


"kagak,langsung keucap gitu aja.. "jawab youyuan dengan cepat.


"buset dah tuh liur muncrat sampai kemuka..."shuangyu memiringkan kepalanya menjauh dari youyuan.


"mau lagi .. sekalian hujan gratis!!"youyuan berkacak pinggang dengan menulurkan air liurnya.


"enggaklah,kali aja... mana bau lagi"


"habis sikat gigi pakai pete"


"hih jorok"



"udah bercandanya?"tanya youyuan dengan matanya yang menyeramkan dan tajam.



"iya... iya... akhhhh akhhhhh s-sakit... sakit akhhhh"shuangyu yang secara tiba-tiba merintih dan menggeliat seperti ulat keket membuat youyuan segera menahan tubuh shuangyu.


"tahan... reaksi bulan merah mulai muncul lagi"youyuan dengan sekuat tenaga menahan kekuatan vampir ras suci tersebut menggunakan seluruh kekuatannya.


"akhhhhh aku haus... hausss akhhhhh "shuangyu mengerang dengan sangat keras namun sebelumnya youyuan telah memasang pembatas agar suaranya tidak sampai pecah keluar.


karena kekuatan youyuan tidak sekuat pada hari biasanya... youyuan memutuskan untuk memberikan tangannya pada mulut shuangyu.


"emhhhhhhh"rintih youyuan ketika gigi taring shuangyu mulai menghisap darahnya.


"pelan-pelan emhhh akhhh "


ke esokan paginya shuangyu melihat youyuan yang tidur dengan posisi duduk tepat di meja yang berhadapan dengannya, shuangyu merasakan tangannya telah dapat diangkat kembali... shuangyu merasakan jika gigi taring miliknya yang panjang sebelumnya kini menjadi seperti gigi gingsul yang tajam namun ukurannya tidak sebesar sebelumnya.


"youyuan... youyuan"shuangyu mendekati youyuan untuk mengecek kondisinya."huffff untung nggak mati disini"shuangyu mengelus dadanya.


"memang kenapa kalau mati disini?"sahut youyuan yang perlahan membuka matanya.


"uhhhh membuat kaget saja" shuangyu segera menghindar dari youyuan.


"sekarang bulan merah telah lewat,aku juga harus melapor pada putri besar..."you yuan hendak pergi meninggalkan shuangyu sendiri.


"tunggu.... luka sebelumnya?"tanya shuangyu yang menatap pergelangan tangan youyuan.


"sudah sembuh"jawab youyuan dengan dingin dan cueknya.


"hmmm aku minta maaf"shuangyu menundukkan kepalanya.


"apa kamu baru pertama kali mengalami radies?"tanya youyuan menatap shuangyu( radies itu author buat untuk fenomena bulan merah).


"hmmm pertama kali"jawab suangyu dengan sejujur-jujurnya.

__ADS_1


"kalau begitu mungkin nanti kamu setiap bulan merah akan mengalami radies... kalau bisa saat fenomena itu menjauhlah sejauh mungkin dari kawasan permukiman"ujar youyuan yang kemudian telah melesat hilang dari pandangan shuangyu.


"hmmm aku akan ingat"shuangyu berlari kearah jendela...


pandangannya terhadap sosok youyuan berbeda,kini dia mengenal seseorang yang sama mengerti tentang vampir meskipun youyuan hanyalah setengah dari vampir itu cukup untuk mengorek informasi.


shuangyu kembali menuju ranjang tidurnya... gadis itu menatap sebuah tali yang sudah dirapikan.


...TOK TOK TOK...


"masuklah"shuangyu duduk dan melihat seorang pelayan membawa sebaskom air bersih.


"nona waktunya mencuci muka"ujar pelayan tersebut dengan mendukkan kepalanya.


"hmmm"shuangyu merasa ada yang aneh setahunya selama dari semalam tidak ada satu pelayan pun yang datang untuk memberikan layanan gratis.


setelah selesai shuangyu menghanghampiri chang'er dan mengecek kondisinya.


"nona saatnya makan"nenek chang'er membawa nampan berisi makanan dan juga cemilan meski sedikit.


"hmm taruhlah disana"jawab shuangyu dengan membenarkan selimut chang'er.


"nona bagaimana kondisi chang'er?"tanya nenek chang'er dengan mendekat kearah shuangyu.


"hanya demam biasa... sekarang tinggal menunggu demamnya turun"jawab shuangyu dengan mengelus pelan kepala chang'er.


"nenek"chang'er membuka matanya dengan perlahan,shuangyu membantu chang'er untuk duduk dan bertumpu pada pegangan tempat tidur.


"chang'er"


"saya peri"jawab shuangyu dengan tersenyum.


"peri?"bingung chang'er


"peri yang akan menyembuhkan chang'er"ujar shuangyu dengan menatap tulus dan kasih sayang kepada chang'er.


"nona peri"ujar chang'er dengan tersenyum.


"emmm sekarang makanlah"shuangyu mencubit pelan pipi chang'erd dan membawa nampan makanan yang dibawakan nenek chang'er kepada shuangyu.


"tapi nona"nenek shuangyu terlihat sangat tidak enak karena awalnya makanan itu seharusnya untuk shuangyu namun shuangyu memberikannya kepada cucunya chang'er.


"tidak papa"ujar shuangyu yang menyuapi makan chang'er.


"nona ada orang yang mencari nona"ujar pemilik penginapan dengan mengetuk pintu sebelum masuk.


shuangyu memberikan makanan chang'er kepada nenek chang'er dan shuangyu berjalan mengikuti pemilik penginapan.


shuangyu menuruni tangga dan terlihat seorang yang sepertinya dia kenal,orang tersebut memakai pakaian sederhana dengan bordir khas seperti orang desa yang waktu itu dia tolong.


"tuan"pemilik penginapan memanggil tuan muda tersebut.


"nona cantik"pria tersebut menghampiri shuangyu dan memberikan salam kepadanya

__ADS_1


"lixue..."shuangyu terkejut melihat kedatangan dari lixue.


"bagaimana kalian sampai disini? bagaimana dengan penduduk desa?"tanya shuangyu dengan menatap lixue dan kawannya secara bergantian.


"nona penduduk baik-baik saja,dewan desa mengirim saya yang bertugas melindungi anda"ujar lixue.


"penduduk desa minim dengan penjagaan... bagaimana kalian bisa meninggalkan desa?"ujar shuangyu yang tentu saja khawatir dengan penduduk desa.


"nona ini sudah menjadi tugas kami untuk membalas jasa yang nona lakukan"ujar kawan lixue yang tak pernah shuangyu temui ketika dia berada di desa tersebut.


"mari berbicara diruangan lain"shuangyu melihat beberapa pengunjung yang memperhatikannya pun mulai berjalan menuju ruangannya


"jadi bagaimana kondisi disana?"tanya shuangyu.


"desa sudah aman dari bencana besar... tanah mulai subur dan dapat ditanami beberapa tanaman pokok untuk sehari-hari"jawab lixue.


"dan juga ini hadiah dari beberapa penduduk desa... dan..."lixue menyerahkan beberapa hadiah dan sebuah kalung dari batu safir yang diukir bersama dengan batu oak.


"ini hadiah dari dewan desa... saya harap nona tetap memakainya setiap hari"ujar lixue shuangyu menyetujuinya dan memakainaya di saat itu juga.


...TOK TOK TOK...


"nona teh anda"salah satu pelayan membawakan secangkir teh dan menaruhnya dimeja.


shuangyu terus berbincang dengan lixue dan temannya yang bernama niang wei.


disisi lain kediaman putri besar------------------------------------


"nona hamba telah meneliti kandungan dari obat yang anda berikan"tabib membungkuk dan memberikan obat tersebut kembali pada putri besar.


"bagaimana?"tanya putri besar.


"obat tidak memiliki racun malah sebaliknya obat ini sangat bekerja dengan keras menolak racun... ini termasuk obat ajaib yang sangat langka"ujar tabib tua itu dengan takjub akan ada obat yang begitu manjur setelah sekian lama.


"obat ajaib?"


"betul nona,setahu hamba hanya ada satu orang didunia ini yang dapat membuat obat seperti ini... yaitu tabib barat"ujar tabib tersebut.


"tabib barat!!! jangan-jangan... gadis itu yang merupakan murid tabib barat"ujar tuan putri besar dengan tersenyum.


"namun nona itu belum tentu benar,meskipun tersebar rumor bahwa tabib barat mempunyai murid gadis muda namun hal itu sangat sulit untuk ditemui"ujar pelindung pribadinya.


"bisa saja kita mencari mangsa yang sangat jauh padahal mangsa tersebut berada didalam genggaman mata kita"ujar tuan putri besar..."sebarkan perintah tangkap gadis bernama shuangyu atas nama penyerangan kepada putri besar"ujar tuan putri besar


"tapi nona..."


"pergi!!!!" tuan putri tersebut dengan tawanya yang sangat menggelegar membuat beberapa orang menunduk.


"baik" para bawahan segera menyebarkan prajurit dan menangkap orang yangs bernama shuangyu tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


bagaimana nasib dari shuangyu dan bagaimana kelanjutan dari kisahnya? lanjut di chapter berikutnya ya.... ෆ╹ .̮ ╹ෆ

__ADS_1


seeee youuuu♡(ӦvӦ。)


__ADS_2