
petang telah datang,para kawanan burung kembali menuju sarangnya masing-masing.
sore hari yang sangat ramai,membuat beberapa orang terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
tak berbeda dengan seorang gadis bersama dengan pelayannya...gadis itu memakai pakaian yang diberikan oleh putra mahkota kepadanya.
gadis itu berjalan diantara bunga-bunga yang mekar menyambut kedatangannya.Datang segerombol gadis yang mengikuti pemilihan selir dan diantaranya mereka daru keluarga para mentri dan para pejabat tinggi dikerajaan.
"nona didepan ada beberapa nona dari keluarga terpandang,mereka pasti akan menyusahkan nona karena nona dari keluarga miskin"kekhawatiran yuri memang ada benarnya namun dia akan segera pergi kenapa tidak bertemu dengan mereka untuk pertama dan terakhir.
"tidak apa-apa"jawab singkat shuangyu meski pakaiannya terlihat mewah yang dilengkapi dengan cadar dan hiasan kepala yang telah disiapkan oleh putra mahkota namun kini gaun itu tidak hanya memiliki satu pemakai melainkan 2 pemakai dan dengan hiasan kepala yang sama.
"nona mereka datang"bisik yuri menundukkan kepalanya.
"oh nona terhormat bagaimana ini sekarang ada seseorang yang menggunakan pakaian yang sama persis dengan milik nona"salah satu gadis terhormat membuat gadis yang memakai baju sama membuat kesal dan jengkel.
"shuangyu memberi salam kepada para nona"dengan lemah lembutnya shuangyu berpura-pura lemah dan tidak berdaya.
"yooo ternyata bisa memberi salam bangsawan yah"ejek salah satu nona didalam kelompok tersebut.
"saya tidak memiliki niat untuk menyamakan pakaian dengan nona terhormat,namun saya sudah berjanji dengan seseorang untuk memakainya"suara lemah lembut shuangyu membuat gadis itu semakin jijik dengannya.
"bagaimana kau bisa membeli baju dengan kain sutra terbaik,apa kau habis menjilat bapak-bapak tua?"SUNGGUH PERKATAAN YANG MENYAKITKAN.
"maaf nona itu urusan pribadi saya"jawab lembut shuangyu.
"kamu!!!! oke bagaimana kalau kau mengganti pakaianmu?"
"itu tidak bisa,saya sudah berjanji dengan seseorang supaya memakainya"lagi-lagi shuangyu menolaknya dengan lembut.
"baik,kalau tidak bisa memakai cara baik-baik"wanita itu menyuruh bawahannya maju dan menarik pakaian shuangyu,meski yuri mencoba melepaskan tarikan dari dayang itu yang dirasakan bahwa tarikan itu bahkan tidak bisa membuat tubuh seorang shuangyu yang terkena penyakit menjadi goyah.
"lepaskan...ini dari..."yuri menarik hanfu dengan sekuat tenaga.
shuangyu dapat mencium aroma tubuh wei shao tak jauh dari sana,shuangyupun diam-diam tersenyum.
dengan menggunakan kejuatannya gadis itu menarik gadis yang memakai hanfu mirip dengannya untuk mendekat dan mendorongnya dengan sangat keras sampai dapat mematahkan salah satu tulang rusuk shuangyu.
...bruakkkk...
...kreakkk...
......arrrrggggghhhh......
teriak shuangyu sangat kencang sampai bisa didengar oleh seluruh tamu yang berada diistana bahkan permaisuri dan kaisar mendengarnya.
__ADS_1
wei shao yang tahu suara siapa itu segera berlari menghampiri shuangyu dan melihat gadis itu telah tergeletak dengan pakaian yang robek tentu saja karena dorongan itu pelayan yang menarik baju shuangyu dapat merobeknya karena shuangyu telah terjatuh...
"sayang....sayang bangun...panggil tabib kerajaan sekarang!!!!!"wei sho dengan panik membawa shuangyu kesebuah ruangan yang tak lain adalah kamarnya sendiri.
kaisar dan permaisuri yang melihatnya dari jauh segera menghampiri wei shao dan juga shuangyu.
...****************...
kamar wei shao
shuangyu dibaringkan ditempat tidur dan menyelimutinya.
"bunuh mereka yang telah menyakiti shuangyu...SEKARANG!!!!"amarah wei shao telah memuncak,ren segera mengikuti perintah dari tuannya tersebut.
"baik"
tak lama kaisar dan permaisuri datang,permaisuri menghampiri shuangyu dan melihat gadis itu terbaring membuat hatinya sakit apa lagi dengan wajah cantik yang dimiliki oleh shuangyu.
"sayang bangun yah"pinta permaisuri dengan mengelus pelan kepalanya.
shuangyu yang memang hanya pura-pura pingsan tak tega mendengarnya.
"yang mulia"shuangyu pura-pura terbangun dari pingsannya.
"sayang"wei shao. duduk disebelah shuangyu dan menggenggap erat tangannya.
yah karena vampir hanya bisa mati jika dibakar atau menggunakan suntikan khusus.
"yang mulia tabib datang"kasim meminta izin yang kemudian membiarkan tabib tersebut memeriksa denyut nadinya.
"mohon maaf yang mulia bolehkah saya menyentuh punggung nona ini?"tanya tabib meminta izin.
"silahkan"ujar sang permaisuri.
ketika menekan tabib terkejut dengan sebuah tulang yang menonjol.
"maaf yang mulia salah satu tulang rusuk patah"ujar tabib yang membuat semua terkejut apalagi wei shao.
"APA!!!!!!"wei shao terlihat terkejut dan segera memegangi kepalanya.
'bagaimana aku bisa begitu bodoh,bahkan aku tidak bisa menjaga kekasihku sendiri'batin wei shao dengan gelisah.
"aku baik-baik saja"melihat kekhawatiran wei shao membuat hati kecilnya merasa tersakiti.
"patahkan tangan yang membuat shuangyu seperti ini"perintah kaisar dengan segera para prajurit mematahkan tangan para gadis yang bermain-main dengannya.
__ADS_1
'bukankah itu terlalu menyakitkan...sudahlah biar mereka merasakan rasa sakit sementara waktu..'batin shuangyu
"batalkan pemilihan selir hari ini"perintah wei shao namun dengan segera shuangyu menyahutinya.
"tidak yang mulia....memang hidup saya pendek tapi saya tidak ingin menyebabkan sesuatu sebelum saya tiada itu akan membuat arwah saya tak tenang nantinya,jadi saya mohon lanjutkan acara ini"jelas panjang lebar shuangyu.'lagipula sandiwara ini akan berakhir hari ini,aku tidak bisa melewatkan kesempatannya'batin shuangyu
"baik kalau shuangyu yang memang menginginkannya"wei shao menggenggam erat tangan shuangyu yang dingin sejak lahir hampir dikatakan seperti mayat tetapi dia masih hidup'mayat hidup'
shuangyupun merasa lega,gadis itu mengeluarkan sebuah obat lagi dari bajunya.
dan segera meminum obat tersebut.
"obat apa itu shuangyu?"tanya permaisuri.
"oh obat ini hanya melancarkan peredaran darah dan syaraf otak,dengan meminum obat ini secara teratur dapat memulihkan jaringan otot yang telah rusak secara perlahan"jelas shuangyu.
"sungguh mengesankan"ujar kaisar dengan mata yang berbinar binar.
"benar juga nona juga seorang tabib,tapi bagaimana keadaan nona sampai seperti ini?"tanya tabib kembali.
"itu...karena kondisiku semakin keritis bahkan apakah kalian dapat merasakan denyut nadiku sekarang?"tanya shuangyu kembali...meski begitu tabib memeriksanya dan benar saja tidak ada tada denyut nadi yang berdetak.
"i-ini benar"ujar tabib terkejut.
"wei shao maaf memanggil yang mulia lancang dan yang mulia sendiri yang menyuruhku untuk mengatakan itu...aku...tak ada waktu untuk hidup sudah waktunya aku untuk pergi,,,namun aku meminta kepada tuhan untuk tidak mencabut nyawaku dan benar saja meski denyut nadiku tak berdetak aku masih bisa hidup...aku menyangka hidupku hanya sampai tengah malam saja...jadi aku ingin melihatmu mendapat pasangan yang serasi dan tepat untuk mendukung masadepan shenyao nantinya...."jelas panjang shuangyu.
"baik,jika itu keinginan terakhirmu"jawab wei shao dengan menangis tantu saja siapa yang tidak terkejut dengan hal itu.
"bolehkah aku menyuruh seseorang untuk melukis wajahmu ketika di aula nanti?"tanya wei shao.
"tentu"shuangyu membalasnya dengan senyuman yang hangat meski terdapat kandungan ke canggungan didalamnya.
pada akhirnya mereka kembali meneruskan acara itu dan shuangyu melihatnya meski harus duduk diatas kursi roda dan dituntun sendiri oleh wei shao.
...----------------...
...pesan cinta dari author...
'tidak ada dari kita yang tahu makna sebenarnya dari cinta,tetapi secara sering ketika kita memiliki pasangan dan putus kita akan mengatakan bahwa kita putus hati dan kemudian kita akan mencari yang baru.apakah itu cinta? atau hanya perasaan suka saja? yang datang tak diundang dan pulang suka kejeglong.
seperti dalam kisah cinta laila dan majnun yang pada akhirnya mereka berpisah antara dunia dan akhirat atau kisah cinta aisyah kepada Rasulullah yang mengalahkan langit dan bumi,alangkah indahnya jika cinta memang benar-benar datang diundang dan tak pernah pulang....selamanya'
...****************...
...bersambung...
__ADS_1
...****************...