Bloodsweet

Bloodsweet
pemburu


__ADS_3

malam hari yang gelap gulita,shuangyu berencana untuk menghampiri paviliun yang akan menjadi terget geraknya.


suasana yang ramai membuat shuangyu harus berubah menjadi seorang pria dan masuk dengan segepok emas yang pada dasarnya itu hanyalah sebuah ilusi optik sihir.


"mari datang tuan!!!"rayu para pela*ur yang berdiri didepan pintu sambil tertawa dan mengeliat seperti dirambati ulat.


shuangyu menutupi wajahnya menggunakan kipas giok yang didapatnya beberapa saat yang lalu.


shuangyu mulai masuk dan disambut seorang wanita cantik.


shuangyu meski dahulu tidak pernah bermain menuju biro persenang-senangan tetapi shuangyu tahu hanya seorang pria kaya yang bisa masuk kedalam paviliun ini.


shuangyu berhenti di lobi paviliun,dan terlihat tengah mengawasi sekitar dengan teliti sampai sebuah suara membuatnya menghilangkan ketelitiannnya tersebut.


"tuan!!apakah anda pendatang baru?"tanya wanita tersebut dengan tubuhnya yang melenggang lenggong.


"aku mama disini"jawab wanita tersebut dengan dihampiri beberapa anak buahnya.


shuangyu hanya memangut-mangutkan kepalanya pertanda mengerti.


"panggil beberapa anak baru"ujar mama dengan melambaikan tangannya...tak lama berselang terdapat 10 orang gadis yang terlihat dipaksa menghampiri shuangyu.


'darah mereka enak'batin shuangyu yang dapat mencium darah mereka.


ini aneh biasanya shuangyu tidak akan dapat mencium bau darah mereka kecuali mereka sedang terluka tetapi...


"pergilah temani tuan muda ini"ujar mama yang segera mendorong salah satu dari mereka menuju pelukannya shuangyu.


"baik"jawab serempak mereka dan segera membawa Shuangyu menuju lantai dua yang dimana lantai tersebut tak jarang dikunjungi dan ditempati.


karena lantai dua hanya terdapat beberapa kamar dan juga sebuah aula yang lumayan cukup besar.


melihat shuangyu yang dibawa kedalam sana seorang diri shuangyu pun merasa ada yang janggal.


namun shuangyu lebih memilih mengikuti alur permainan dari sang mama dan lebih memilih untuk terus menyembunyikan identitasnya lebih lama.


"tuan mari masuk"salah satu gadis menarik tangan dhuangyu untuk duduk ditengah aula yang tampak sepi.


"kenapa dibawa kesini?"tanya shuangyu menatap salah satu gadis didepannya tak lupa mencolek dagunya dengan erotis.


"bukan apa-apa tempat ini sangat enak dan ini tempat yang paling menjanjikan"ujar salah satu gadis yang mendengar penjelasannya pun sudah tak nyambung.


"tuan muda kami memesan arak"ujar salah satu pelayan membawakan dua kendi arak besar.


"baik mari kita bersenang-senang"ujar shuangyu dengan menerima satu gelas arak ditangannya.


meminumnya sekali membuat kepala shuangyu berputar-putar dan akhirnya...


...duk...


kepala shuangyu terhantuk ke meja dengan sedikit keras.


"apa dia sudah pingsan?"tanya seseorang yang datang menghampiri mereka.


"ya tuan"ujar para wanita dengan mencolek pipi shuangyu.


"bagus sekarang pergilah"ujar sang pria yang kini duduk didepan shuangyu.

__ADS_1


"hah wanita yang sangat cantik....sangat sayang jika kau menjadi tumbal selanjutnya tapi mau bagaimana lagi...demi keabadian akan kulakukan semuanya"ujar sang pria yang kini berubah wujud menjadi wanita dan hendak menggigit shuangyu dengan taring dan cakarnya yang panjang.


...greppp...


"melakukan tindakan kriminal terhadap sesama jenis tidaklah bagus"ujar suabgyu yang bangun dengan memegang tangan sang makhluk jadi-jadian.


"hissss manusia yang manis..."ujar sang makhluk dengan menjilat tangan shuangyu.


"eakkkkk"shuangyu melepaskan tangannya dan segera membersihkan lendir jigong yang berwarna hijau dengan jijik.


"hahaha karena kau telah bangun maka kau harus menjadi tumbalku yang selanjutnya"ujar sang wanita dengan menyerang shuangyu.


...bruk...


...brakkkk...


...krakk...


pertikaian pun tidak bisa dihindari,shuangyu berusaha mengalahkan waria yang menyerangnya tersebut.


"qin...wang qin"gumam sang waria yang terus meggumamkan satu kata yakni paman qin.


"dimana keberadaan seniman qin!!"ujar shuangyu dengan terus menyerangnya.


...brakk...


..."thuhhh"waria tersebut menuntahkan darah ketika shuangyu melemparnya sehingga membuat dinding kayu hancur....


"haha apakah kau ada hubungan dengan qin breng*ek"ujar sang waria.


"apa hubungan ku dengan seniman qin tidaklah penting untukmu"jawab shuangyu.


"apa kau bilang!!!!!"shuangyu melesat dan mencengkram kerah baju sang waria dengan menggebu-gebu.


"katakan dimana letak makam seniman qin"tekan shuangyu kepada sang waria.


"hahaha makam,pantaskah monster sepertinya memiliki makam"jawab sang waria dengan menatap remeh shuangyu.


"katakan dimana seniman qin tinggal atau letak makamnya"shuangyu.


"kenapa apakah kau kekasih qin bajin*an itu?"kekeh sang waria kepada shuangyu.


"kalau memang kekasih kenapa?"jawab shuangyu meski mengarang pertannyaannya kali ini.


"kalau kau memang kekasihnya....sayang sekali qin sudah menghampiri kekasihku untuk menebus dosanya..dan sekarang giliranmu untuk menghampiri kekasih tercintamu"ujar sang waria mengeluarkan kekuatan gelap yang sangat pekat dan menghempaskan tubuh shuangyu hingga membuat keja rusak dan tiang menyangga ditubruknya.


...krakkk...


...braaakkkk...


shuangyu tertimpa sebuah betin besi diatas atap yang digunakan untuk menampung air sehingga membuat kepalanya terluka dan berdarah.


"hahahaha darahnya"waria yang menyium anyir darah suci membuka matanya lebar-lebar.


"darah suci"ujar sang waria dengan melesatkan serangan terakhirnya untuk mengakhiri pertarungan dan menikmati darah suci untuk pertama kalinya.


"dasar bajin*an,ban*sat,a*u,vampir gobl*k"ujar shuangyu dengan mengeluarkan kekuatan vampirnya yang sebelumnya ia tutupi dan kini kekuatan itu meledak dengan dasyatnya.

__ADS_1


...BOOOMMMMM...


...KRRAKKKK...


...KRATAAKKK...


...BRAKKKK...


shuangyu meledakkan aula dan membuat waria kehilangan sebagian dari tubuhnya.


ya bisa dipastikan tubuh waria telah tercecer dengan organ yang berserakan dan warna darah yang hitam pekat.


dan pada akhirnya juga waria tersebut harus mati meski organ dan darah yang menghitam.


"uhukkkk"shuangyu memuntahkan darah segar dari mulutnya dan pingsan disana juga.


sedangkan disisi lain.


sekelompok pemburu kejahatan sedang bersantai dilantai satu paviliun yui.


"ketua kami telah mengamankan kota selama sebulan tetapi tidak menemukan kekuatan jahat yang telah menghantui kota"ujar salah satu junior sang ketua yang bernama ran an.


"terus awasi pergerakan aneh dari kekuatan gelap"ujar ran an dengan meminum teh ditangannya.


...BOOOMMMMM...


...KRRAKKKK...


...KRATAAKKK...


...BRAKKKK...


mereka terkejut setelah mendengar suara perkelahian pada lantai atas.mereka segera mengambil pedang dan berlari menuju lantai atas yang sebelumnya dihalangi oleh sihir sehingga apa yang terjadi sempat tidak terdengar hingga lantai bawah.


ran an menggunakan mantra penghancur untuk menghancurkan penghalang yang menghalangi mereka masuk.


"ASTAGA"


mereka terkejut ketika melihat tubuh dengan organ dalam tercecer dimana-mana dengan darah berwarna hitam pekat dan juga tubuh yang terbelah menjadi dua.


ran an segera menghampiri mayat didepannya ini dan segera menyimpulkan satu kata yakni.


"mantra hitam"ujar ran an secara sepontan sehingga membuat semua juniornya melihat kearah mayat tersebut.


"mantra hitam?"tanya salah satu pemula yang bernama han gu.


"ya organ menghitam,darah hitam pekat dan pupil mata hitam.merupakan ciri seseorang yang menerapkan acaran hitam"jawab senior lain yang bernama bien ci.


"lalu apa yang harus kita lakukan?"tanya kembali han gu kepada seniornya.


"bakar"jawab ran an singkat.


ketika ran an hendak membakarnya,pupil matanya menangkap sebuah tangan yang tergeletak dengan warna yang putih pucat.


"ada yang lain"ujar ran an dengan menunjuk shuangyu yang masih dalam keadaan pingsannya.


...----------------...

__ADS_1


...bersambung...


...----------------...


__ADS_2