Bloodsweet

Bloodsweet
kerajaan shenyao


__ADS_3

"tetua izinkan saya mewakili warga untuk menyusul nona"lixue berlutut dihadapan kakek yun


"pergilah bawakan hadiah dari warga sekiranya akan bisa kamu bawa"kakek yun bersenyum serta mengelus pucuk kepalanya.


"betul apa yang dikatakan tetua... lixue bawalah salah satu dari pemuda yang ada untuk menemanimu"Chongqing memberikan arahan yang langsung disetujui oleh tetua dan lixue.


"terimakasih tetua,terimakasih kepala desa, terimakasih semuanya"lixue segera meninggalkan ruangan kepala desa dan bergegas menyiapkan perbekalan secukupnya.


disisi lain istana....


"uhukk uhukk uhukk"seorang pria paruh baya dengan mengenakan baju kebesaran berdiri di depan sebuah lukisan kuno... terdapat tulisan yang mengatakan 'darah adalah minuman bagi mereka yang haus'


"ayahanda kenapa tidak beristirahat sejenak,..."seorang gadis dengan pakaian tak kalah megah,dengan rambut pirang dan mata yang terlihat seperti permata biru.


gadis tersebut bernama ruoqin


"qing'er"pria paruh baya tersebut membalikkan badannya dengan mata sayu yang dimilikinya.


"ayahanda kapan ayahanda mengerti jika kesehatan ayahanda adalah yang utama"ruoqin menuntuh ayahandanya menuju singgasana kebesarannya diruang baca kaisar.


"uhuk ayahanda tengah melihat lukisan"pria yang memiliki jabatan kaisar tersebut melihat kesebuah lukisan yang hanya diketahui oleh segelintir orang.


"ayahanda manusia penghisap darah hanya ilusi itu tidak nyata... "ruoqin membantah apa yang ada dipikiran ayahandanya tersebut.


"ayahanda tahu tapi ayahanda hanya ingin melihat jika seandainya mereka itu nyata"ujar kaisar sedangkan ruoqin hanya menggelengkan kepalanya.


"ayahanda mungkin sebaiknya ayahanda istirahat... biar ruoqin yang menyimpan lukisannya"ruoqin membawa ayahandanya untuk beristirahat ditempat tidurnya.


"temani ayahanda sebentar"ruoqin hanya mengangguki permintaan dari ayahnya itu,terkadang kaisar menjadi seperti anak kecil dan terkadang menjadi seorang kaisar tiran yang tidak kenal ampun.


"dengan senang hati"ruoqin menemani ayhandanya dengan menyulam baju untuk seseorang.


"salam ayahanda"seorang pangeran masuk dengan memberikan salam,ruoqin berdiri dan menghampiri pangeran tersebut.


"gêgê liu"ruoqin meneluk kakaknya tersebut.


"gêgê kapan gêgê pulang dari kota qilin?"ruoqin memeluk putra mahkota begitupun dengan putra mahkota.


"ust jangan berisik ayahanda sedang istirahat,mari kita berbicara dipavilium melati"putra mahkota keluar bersama dengan ruoqin.


diikuti oleh beberapa pelayan dibelakangnya.


"gêgê bagaimana kondisi di-qilin?"


"lebih baik tetapi ada kabar buruk!"ujar putra mahkota yang membuat ruoqin menghentikan langkahnya berjalan.


"kabar buruk apa?"tanya ruoqin kembali.


"tabib barat telah tewas"ruoqin yang mendengar itu matanya melebar dan tangannya melemas.


"bagaimana itu mungkin? dari informasi yang didapat tabib barat masih hidup...!"


"qing'er memang kita tidak membuktikan tabib barat telah tewas tapi hanya dengan beberapa bukti kuat ditemukan sangat sulit untuk menyimpulkan bahwa tabib barat masih hidup "putra mahkota terlihat putus asa untuk beberapa saat.


"kalau begitu temukan muridnya"ujar ruoqin yang membuat putra mahkota menatap kearahnya.


"kapan tabib barat memiliki murid?"tanya putra mahkota menatap ruoqin.


"kami mendapatkan informasi... bahwa didesa pinggir shenyao yang dilanda wabah kini wabah tersebut telah hilang... dan menurut yang kami dapat mereka bertemu dengan murid tabib barat"ujar ruoqin.


"mari berbicara"putra mahkota menyuruh semua bawahan keluar dari ruangan tersebut.


"jadi ceritakan semuanya"


"menurut informasi dari penduduk sekitar murid tabib barat gadis muda sekitar usia 18 tahun,.. sekarang gadis itu sedang menuju ke kerajaan shenyao"ujar ruoqin putra mahkota segera memerintahkan mata-matanya untuk segera bergerak ke kerajaan shenyao karena mereka tidak punya hak untuk merusuh dikerajaan gurun pasir tersebut.


kembali pada seorang gadis yang tetap memakai tudung nya yang bertujuan untuk menghindari pasir-pasir yang terbang seperti helaian bulu.


matahari mulai terbit para hewan reptil seperti ular dan kalajengkin berkeluaran untuk mencari breakfast mereka,ditengah perjalanan shuangyu menemukan sebuah oasis yang indah dan segar.


"lebih baik kita beristirahat disini"shuangyu mengikat kudanya pada sebuah pohon kelapa kecil dan mengeluarkan perbekalannya.


"ben makanlah"shuangyu mengeluarkan daging mentah yang terbilang masih dapat dimakan


shuangyu menghentikan perjalanannya dan menutuskan sampai hari senja datang(yah kalian pasti tahu sendiri kan ya kalau di Padang pasir panas jika di siang hari panasnya bisa sampai membuat kulit melepuh)


shuangyu memutuskan untuk membuat pelindung dari ranjau untuk mengusir binatang berbisa seperti ular kalajengking dan katak pasir.


shuangyu mulai tidur dalam mimpi nyenyaknya...


...---------------------------------------------...


disisi lain kota leon,prancis


"sayang...."seorang wanita yang terlihat masih berumur 27 an menghampiri suaminya yang tengah keluar dari kedai.


"sweetie"pria tersebut memeluk istrinya dengan seorang bocah laki-laki dibelakangnya.


"momm"bocah tersebut memeluk sweetie dengan erat.


"uhhh sayang... kamu makin berat..."wanita tersebut menggendongnya dan membawa bocah tersebut menuju kereta kuda.

__ADS_1


"sweetie apa kamu benar-benar akan pergi ke dinasti rong?"tanya tuan jiang.


"akan ada kesepakatan perdagangan dan aku akan menghadiri itu... lagipula aku mendapat kabar kalau catheline masih hidup"ujar sweety dengan sendu.


"mom is my sister still alive?"bocah yang memiliki mata biru kristal dengan rambut berwarna coklat walnut menatap sang ibunda dengan mata berbinar.


"mama tidak tahu!! but mama's hunch says that your sister is still alive somewhere on earth"jawab sang ibunda dengan tersenyum.


"if my sister is still around I will take care of her I promise mom"ujar sang anak dengan mengeluarkan kedua jari manis dan tengah seakan bocah tersebut tengah bersumpah.


"anak mommy sudah besar"sweety memeluk anaknya dengan tertawa begitupun dengan suaminya tuan jiang.


...--------------------------------------------------------...


waktu berlalu begitu cepat kini dari siang beralih menjadi senja,shuangyu terbangun oleh ben yang menatuhkan kelapa yang hampir saja membunuhnya saat itu juga.


×_× ekstrim ミ●﹏☉ミ(ꏿ﹏ꏿ;)


"oihhhh kepalaku untung masih utuh"shuangyu membenarkan hiasan kepalanya yang copot akibat tertimpa buah kelapa tersebut.


setelah membenarkan kepalanya ehhh maksudnya membenarkan hiasan kepalanya,shuangyu mengemasi kembali barangnya dan memanggang buah kepala yang terjatuh tadi untuk makan sorenya.


"uahhhh segar sekali╰(⸝⸝⸝´꒳`⸝⸝⸝)╯"


setelah selesai shuangyu kembali melanjutkan perjalanannya menuju barat...


tanpa terasa perjalanan shuangyu membutuhkan waktu 11 hari untuk sampai kegerbang kerajaan shenyao.


seperti biasa setiap pendatang baru akan dijalani pemeriksaat sebelum memasuki kota shenyao tanpa terkecuali pada siapapun entah itu adipati,pangeran bahkan putra mahkota sekalipun.


"berhenti keluarkan semua barangnya"


shuangyu melewati proses pemeriksaan dengan tenang tanpa hambatan sekalipun.


shuangyu berhenti kesebuah kedai restoran dan memutuskan untuk memilih penginapan istirahatnya selama beberapa hari.


"bos beli 2 porsi mie"shuangyu mengeluarkan uang 3 keping koin emas.


"hāô"pemilik kedai menerima uangnya dan memesankan dua porsi mie.


tak menunggu lama mienya pun datang... ben yang awalnya hanya terbang diluar atap restoran kini masuk karena mencium aroma daging dari mie yang terdapat di meja.


"makan pelan-pelan"shuangyu yang melihat ben makan dengan lahap sekan ben tidak pernah diberi makanan oleh shuangyu.


...slurp...


...slurp...


...slurp...


shuangyu melanjutkan makanya tak lama datang seorang pengemis meminta makanan namun pemilik kedai tak segan-segan mendorong mencaci maki pengemis tersebut.


"eh tenang-tenang"shuangyu menghampiri pemilik kedai tersebut "bos tolong satu porsi mie lagi"shuangyu menyuruh pengemis tersebut duduk untuk makan bersamanya.


"terimakasih nona"pengemis tersebut memberikan senyuman kepada shuangyu.


"silahkan"pemilik kedai tersebut memberikan makanan kepada pengemis sedangkan shuangyu memberikan koin tambahan seta uang tip.


"bos kami sudah selesai"shuangyu hendak meninggalkan makanannya dimeja setelah perutnya kenyang.


shuangyu melanjutkan perjalanannya dan melihat banyak atraksi atraksi hebat yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


"uwahhh (・o・) uwahhhhh(ノ*0*)ノ UWAHHHH✧(>o<)ノ✧"(biasa shuangyu orang hutan)*canda (. ❛ ᴗ ❛.)


karena ben jika dilihat orang banyak akan sangat menakutkan akhirnya ben terbang menjauh dari memberikan jarak antara mereka berdua.


dikedai lain...


seorang pelajar memesan makanan dengan ditemani oleh buku-bukunya,karena hampir sebentar lagi ulang tahun ibu suri banyak yang menggelar festival selama 2 minggu lebih dan itu akan dimulai sejak besok malam sebab itu pula banyak pendatang atau pengunjung yang datang hanya sekedar melihat pertunjukannya sampai banyak penginapan tutup karena tidak cukup tempat.


"bos 3 porsi mie"seorang gadis sombong dengan pakaian sangat ******NGEJRENG****** datang bersama beberapa bawahan.


"maaf nona tempat kami sudah penuh"ujar sang pemilik kedai karena tempatnya sudah penuh semua.


"aku tidak mau tahu"jawab sang gadis dengan egois .


"begini saja,bagaimana jika nona mengantri meja dengan pelanggan lainnya atau nona bisa beli dikedai yang lain!"ujar sang pemilik kedai memberikan solusi.


"mengantri??? heh apa tidak kenal siapa nona ini?"uhar sang bawahan yang lebih dari sekedar sombong tapi juga songong.


"ehm berdirilah"ujar sang nona menunjuk kepada seorang pemuda yang tengah menikmati makanannya dengan membaca buku.


"aiyah nona tuan muda ini telah lebih dahulu mengisi mejanya"ujar sang pemilik kedai dengan sedikit gugup dan khawatir.


"nona silahkan mengantri terlebih dahulu"ujar sang pria yang tengah membaca buku tersebut.


"dari academy mana anda?"tanya sang pelayan nona tersebut.


"izin menjawab nona,saya murid perguruan ruyi"jawab tuan muda tersebut dengan ramah dan sopan.


"perguruan ruyi... oh yang academy akan ditutup itu?"ujar nona tersebut dengan pamer dan sangat sombong.

__ADS_1


"menjawab nona,rumor itu tidak benar"


"nonaku tidak ada waktu meladeni orang randahan sepertimu... minggir"ujar sang pelayan nona tersebut mengeluarkan cambuknya.


"siapa cepat dia yang dapat... itulah aturan yang diterapkan disini nona"ujar seorang gadis dengan tudung menuruni tangga lantai 2.


"siapa itu?"bisik para pengunjung yang datang.


"semua pelanggan disini sejajar tanpa memperdulikan pangkat atau derajat mereka,nona sepertinya anda pendatang baru mohon untuk mengerti aturannya"ujar sang wanita dengan anggun turun menuruni tangga.


"ckkk nonaku akan menjadi ratu masa depan shenyao,apa kalian ingin menindasnya?"sang bawahan menyombongkan hal yang sangat tidak mungkin terjadi.


"oh apa begini sikap dari seorang yang akan menjadi ratu? bagaimana kehidupan rakyatnya jika mendapatkan ratu dengan sifat seperti ini?"sang wanita dengan terang-terangan menolak hal tersbeut.


"heh kenapa kita tidak berduel saja,..jika aku menang meja vip menjadi milikku tapi jika kalah kau harus mengalah"gadis yang dengan sombongnya berkata demikian membuat wanita tersebut hendak mengeluarkan air mata akibat tertawa.


*penonton bilake ಠ_ʖಠ"


"hahaha apa kamu mau menantangku?"sang wanita hampir tak percaya selama ini tidak ada yang berani menantangnya.


"baiklah karena sudah lama tidak pemanasan juga..."sang wanita menjebolkan ಠ_ಠ genting kedai sehingga membuat pemilik kedai resah karena cicilan kedai belum lunas sedangkan kedainya sudah mau roboh*canda (⌐■-■)


shuangyu yang tengah berjalan dengan mata yang berbinar-binar disepanjang jalan menghampiri sekerumun orang yang seperti menonton pertunjukkan menghebohkan karena penasaran shuangyu menyerendel orang-orang yang ada dikerumun tersebut.


...BRAK...


...GUBRAK...


...SRIETTT...


...SHINGG...


...CTAKK...


...GUBRAK...


...BOOM...


"UWAHHH(ノ*0*)ノ"karena shuangyu menganggap itu hanya atraksi shuangyu tidak menghentikan perkelahian kedua wanita tersebut yang sibuk merobohkan rumah atau kedai orang.


"berhenti... inspeksi disini"seorang pria dengan berseragam yang memiliki pangkat menghentikan aksi kedua wanita tersebut dan membubarkan masa yang ada disana.


"kalian terlambat"ujar sang wanita yang memakai tudung seperti malaikat pencabut nyawa.


"putri besar maafkan kelalaian kami"inspeksi tersebut menurunkan badannya dengan kedua lutut mencapai tanah.


"putri besar?"gadis yang bertarung bersamanya terkejut ketika mendengar julukan putri besar.


"bawa mereka pergi... aku tidak ingin melihat wajah mereka!!"ujar sang wanita dengan badan menghadap kebelakang.


"baik"para inspeksi tersebut berjalan dan menyeret wanita serta para bawahannya menuju kantor polisi(anggap saja seperti itu).


"uhukk uhukkk uhukkk"sang wanita batuk sampai mengeluarkan segumpal darah berwarna hitam pekat,wanita tersebut berpegangan kepada bawahannya.


"putri lebih baik kita kembali ke kerajaan"ijar sang bawahan dengan menopang tubuh tuannya tersebut.


"nona saya melihat anda keracunan"seorang gadis tiba-tiba datang dengan sendirinya para bawahan mengacungkan pedang mereka kearah gadis kecil tersebut.


"dari mana kamu tahu saya keracunan?"tanya kembali putri besar shenyao.


"hanya melihat kuku jari anda yang berwarna kuning pucat,dan melihat dari pertarungan anda sepertinya pengelihatan anda berkurang tenaga anda terforsir untuk mengendalikan racun tersebut"jawab gadis kecil itu dengan membawa tonghulu ditangannya.


"siapa namamu?"tanya putri besar dengan menatap gadis tersebut dengan senggang.


"shuangyu"jawab shuangyu dengan tersenyum dibalik tudung putihnya.


"dimana pengikutmu?"tanya sang wanita kembali.


"pengikut? ben!!"shuangyu memanggil ben si burung hantu pemakan bangkai mayat tersebut.


(mohon dimengerti kalau author memakai nama burung pemakan bangkai kayaknya kurang pas dengan kriteria dari shuangyu jadi burung hantu sangat cocok dengan shuangyu)


ben yang terbang dari jauh mulai mendekat dan hinggap di tangan shuangyu... gadis itu dengan tenang dengan memakan tanghulu ditangannya seakan dia tidak pernah memakan manisan tang (biasa orang hutan makannya rumput)


ben yang hinggap di tangan shuangyu mengambil manisan tang milik shuangyu dan membawanya kabur.


"BENNNNN!!! makananku... "shuangyu teriak karena manisannya diambil oleh ben sedangkan ben tidak menghiraukannya sama sekali


"bennnn kau sudah makan mie 1 mangkok sekarang kau mengambil manisanku!!!"shuangyu geram karena dia hanya membeli satu manisan tang.


putri besar dan para pelayan terlihat (ಠ,_」ಠ)seperti ini... sepertinya shuangyu memang bukan ancaman bagi mereka karena sifatnya yang blak-blakan dan kekanak-kanakan yang mendominasi dirinya.


"huhuhuಠ﹏ಠ ben mengambil manisanku... oh nona sebaiknya nona tidak menggunakan kekuatan internal atau sekalipun banyak cara mengobati racun itu akan terus bersarang didalam tubuh nona..."ujar shuangyu berlari mengejar ben dan manisan tang miliknya...


*ಠ_ʖಠ ಠ,_」ಠ ಠ_ಠ* wajah mereka....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


... bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2